MerahPutih.com - Kiper asal Jepang, Zion Suzuki mengaku, bahwa ia tidak mengetahui apakah akan tetap di Parma musim depan.
Ia juga mengungkapkan, bahwa sangat menyukai Premier League di tengah rumor kepindahannya ke Manchester United.
Pemain 23 tahun ini siap menjadi bintang bagi Jepang di Piala Dunia 2026 yang digelar di AS, Meksiko, dan Kanada. Hal itu memungkinannya untuk semakin bersinar di bursa transfer.
Sebelumnya, sudah ada spekulasi bahwa ia akan dijual pada Januari 2026, sebelum cedera serius menghentikan rencana tersebut. Namun, ia telah kembali beraksi dan membantu Parma mengamankan status mereka di Serie A Italia.
Baca juga:
Zion Suzuki Buka Suara soal Parma dan Premier League
Suzuki menegaskan, bahwa ia tidak tahu apakah akan bertahan di Parma, meski Manchester United dikabarkan tertarik merekrutnya.
“Saya tidak tahu apakah saya akan tetap di Parma, tidak ada yang tahu masa depan saya saat ini,” ungkap Suzuki kepada Parma Live.
“Fokus saya sekarang hanya pada Parma, hanya itu yang saya tahu. Saya membaca beberapa rumor tentang masa depan saya, dan saya pikir itu hal yang positif, karena itu berarti jika Anda bermain bagus, maka klub ingin membeli Anda."
Suzuki juga ditanya tentang langkah selanjutnya dalam kariernya, khususnya mengenai minat dari Premier League. Diketahui, Setan Merah menjadi favorit untuk memenangkan tawaran tersebut.
Baca juga:
Dominik Szoboszlai Santai soal Kontrak di Liverpool, Fokus Bawa The Reds ke Liga Champions
“Saya ingin bermain di Piala Dunia 2026. Jika saya bermain bagus, maka mungkin saya bisa melangkah lebih jauh, tetapi saya tidak tahu. Saya menyukai Premier League, tetapi saya juga suka bermain di sini dan saya sangat puas bermain di sini," tambah Suzuki.
Kiper tersebut absen sejak November 2025 hingga akhir Februari 2026, setelah mengalami patah tulang di tangannya.
“Itu adalah pertama kalinya saya mengalami cedera serius, tetapi saya berkonsentrasi pada apa yang harus saya lakukan, dan masa pemulihan saya sangat berharga, itu mengajari saya banyak hal untuk masa depan," jelasnya.
“Kembali bermain memang sulit dan saya melakukan beberapa kesalahan, tetapi saya mulai merasa lebih nyaman dan siap membantu tim.” (sof)