5 Kecamatan di Aceh Timur Dilanda Banjir, Ketinggian Sampai Dada Orang Dewasa

Kamis, 08 Januari 2026 - Alwan Ridha Ramdani

MerahPutih.com - Kondisi cuaca yang masih turun hujan, wilayah Aceh masih dilanda bencana, setelah dilanda bencana besar pada akhir tahun lalu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh menyatakan banjir susulan rendam lima kecamatan di daerah tersebut akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Aceh Timur Afifullah mengatakan, curah hujan yang cukup tinggi sejak Rabu (7/1) malam menyebabkan air sungai meluap di wilayah terdampak banjir.

"Ketinggian air mencapai sedada orang dewasa di beberapa lokasi," katanya dikutip Antara.

Baca juga:

Bangunan Rusak Akibat Banjir di Aceh Tamiang Capai 58 Ribu, Kondisi Memprihatinkan

Sebanyak lima kecamatan terendam banjir susulan tersebut, yakni Pante Bidari, Indra Makmu, Banda Alam, Julok, dan Rantau Selamat. Kondisi ini menyebabkan aktivitas masyarakat kembali lumpuh.

Sejumlah ruas jalan desa, katanya, dilaporkan tergenang banjir sehingga menyulitkan warga beraktivitas, termasuk menuju tempat kerja dan sekolah.

"Genangan banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga akses jalan antardesa, serta sejumlah fasilitas umum. Banjir susulan ini juga berdampak pada aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan kondisi banjir susulan ini terjadi saat sebagian wilayah Aceh Timur masih dalam tahap pemulihan pasca-bencana pada akhir November 2025.

"Sejumlah warga sempat membersihkan rumah dan lingkungan mereka, kini kembali harus menghadapi genangan air yang masuk ke rumah," kata Afifullah.

BPBD Kabupaten Aceh Timur bersama unsur terkait telah menurunkan tim ke lapangan untuk memantau dan mendata dampak banjir susulan di lima kecamatan tersebut serta memastikan keselamatan warga di daerah terdampak.

Tim gabungan BPBD dan instansi terkait lainnya juga disiagakan untuk mengevakuasi apabila ketinggian air terus meningkat dan mengancam keselamatan masyarakat.

"Kami terus memantau di wilayah terdampak banjir susulan. Jika air terus naik, evakuasi segera dilakukan, terutama terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil," katanya.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir dan di sepanjang bantaran sungai, tetap meningkatkan kewaspadaan.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan