MERAHPUTIH.COM — LIMA jurnalis hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kelima jurnalis tersebut berada di dalam sebuah speedboat bersama tiga orang lainnya, yakni kapten kapal, anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu atau guide. Kapal bertolak dari kawasan Carita menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9).
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengatakan laporan mengenai hilang kontak pertama kali diterima pihaknya dari jurnalis ANTARA Banten, Bayu, pada Selasa (8/9) sekitar pukul 13.55 WIB.Tim SAR kemudian melakukan pencarian dengan mengerahkan rigid inflatable boat (RIB). Penyisiran dilakukan di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
“Pukul 18.15 WIB, RIB sandar di dermaga Marina Carita setelah melakukan penyisiran di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang dengan radius 3,2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau dengan hasil nihil,” kata Amrad dalam keterangannya, Selasa (8/9).
Baca juga:
5 Jurnalis Hilang Kontak saat Meliput Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Lakukan Pencarian
Pencarian Dilanjutkan Rabu (9/9)
>Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap speed boat yang dilaporkan hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selasa (8/9). Pencarian melibatkan unsur Basarnas, TNI-AL, dan Polri.
>>Sementara itu, KN SAR Tetuka-247 berlindung di sekitar Pulau Sangiang karena kondisi cuaca di perairan sekitar lokasi pencarian.>>“Kondisi hidrometeorologi saat ini, ketinggian ombak sekitar satu meter ke arah barat laut dengan angin dari tenggara berkecepatan 30 sampai 34 knot,” ujarnya.
Baca juga:
Kronologi 5 Jurnalis Hilang Kontak saat Menuju Gunung Anak Krakatau