Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

450 Prajurit Satuan Tempur Asal Aceh Dikirim ke Boven Digoel Papua

Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026

MerahPutih.com - 450 Prajurit TNI AD dari Batalyon Infanteri 117/Ksatria Yudha (Yonif 117/KY) dikirim dalam misi menjaga perbatasan RI dengan Papua Nugini (PNG) di wilayah Boven Digoel.

Misi kali ini tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan kedaulatan wilayah, melainkan juga misi kemanusiaan,

kata Komandan Yonif 117/Ksatria Yudha, Letkol Inf Jahrul Fahmi, di Aceh Utara, Kamis (3/7).

Satuan tempur di bawah jajaran Korem 012/Teuku Umar ini bertolak menuju wilayah perbatasan Papua menggunakan KRI Banjarmasin-592 melalui Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara.

Ratusan prajurit tersebut tergabung dalam Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Statis Kodam Iskandar Muda. Mereka mengemban misi negara untuk menjaga kedaulatan NKRI di wilayah timur Indonesia selama satu tahun ke depan.

Baca juga:

Dirdik Jampidsus Buka Dugaan Peran Kolonel TNI Aktif Atur Harga Mark Up Motor Listrik BGN

Sebelum menaiki kapal perang, prosesi adat peusijuk (tepung tawar) digelar secara khidmat di dermaga. Prosesi ini dipimpin langsung oleh tokoh agama kharismatik Aceh, Tengku Muzakkir atau Waled Lapang.

Tradisi khas Aceh tersebut menjadi simbol doa, restu, dan harapan agar seluruh personel diberikan keselamatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalankan tugas negara.

Letkol Inf Jahrul Fahmi, menjelaskan, sebelum memasuki daerah operasi, seluruh pasukannya akan singgah di Cipatat, Jawa Barat. Mereka bakal digembleng terlebih dahulu dalam latihan pra tugas selama sebulan.

Setelah latihan pra tugas selesai, barulah pasukan diberangkatkan ke Kabupaten Boven Digoel, Papua, untuk melaksanakan misi pengamanan perbatasan RI–PNG selama 12 bulan,

ujarnya.

Misi ini, tegas ia, tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan kedaulatan wilayah. Prajurit Satgas Yonif 117/KY juga membawa misi kemanusiaan melalui program pembinaan masyarakat di perbatasan.

Kami akan membantu sektor pendidikan dengan menjadi tenaga pengajar di daerah yang kekurangan guru,

katanya.

Selain itu, prajurit juga bakal menerapkan keterampilan di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan. Mereka telah dibekali selama masa persiapan untuk membantu kesejahteraan warga lokal. (*)

Baca Artikel Asli