MerahPutih Nasional- Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) memperkirakan sebanyak 350 Warga Negera Indonesia (WNI) bergabung dengan gerakan Islam Radikal Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS).
“Kalau di Suriah itu sekitar 300-an.Kalau yang di Irak itu ada 56. Jumlahnya naik turun lah karena ada juga yang balik lagi terus berangkat lagi," kata Wawan Purwanto, pengamat intelejen yang juga salah satu tim ahli BNPT seperti dilansir dari VOA Indonesia, Jakarta, Rabu (17/12).
Jumlah tersebut meningkat dari yang tercatat pada Agustus 2014 yaitu 56 orang. Tim BNPT masih terus melakukan pendataan dan mengakui kesulitan karena sebagian besar warga negara Indonesia itu telah mengganti identitas mereka dengan nama alias. Para WNI yang bergabung dalam gerakan Islam radikal ISIS umumnya berusia antara 17 hingga 25 tahun. Mereka tidak semuanya berangkat dari Indonesia. Sebagian besar merupakan orang Indonesia yang sebelumnya menetap dikawasan Timur Tengah, antara lain Mesis dan Yaman.
“Data masih terus diperbarui. Persoalannya kan tidak sesuai identitasnya dengan nama alias itu maka ini masih perlu cross check untuk validitas," ujar Wawan menambahkan.
Di tepi lain Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, menyayangkan mudahnya pemuda-pemuda Muslim Indonesia mengikuti ajakan bergabung dengan ISIS.
“Satu, bergentayangannya provokator yang mempengaruhi pemuda-pemuda muslim Indonesia untuk bergabung ISIS. Dua, saya menyayangkan juga kenapa mereka mudah sekali terprovokasi," ujarnya.