Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

21 Kecamatan di Jakarta Harus Waspadai Ancaman Longsor, Masuk Zona Menengah-Tinggi

Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Februari 2025

MerahPutih.com - Warga Jakarta yang bermukim di 21 kecamatan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur untuk mewaspadai potensi tanah longsor pada bulan Februari 2025.

Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di zona menengah-tinggi.

Pada zona menengah, dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

"Prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji, pada Kamis (6/2).

Baca juga:

Jalan Utama Puncak Terdampak Longsor Tebing, Alat Berat Dikerahkan Agar Lalu Lintas Segera Lancar

Sementara pada zona tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali. Untuk itu, kepada lurah, camat, hingga masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal.

Selain itu, Isnawa mengingatkan, masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bangunan roboh, terutama saat musim hujan.

Kejadian bangunan roboh ini umumnya dipicu oleh faktor cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan angin kencang, yang meningkatkan risiko kerusakan pada struktur bangunan yang sudah rapuh atau tidak terawat dengan baik, hal ini juga ditambah jika adanya pergeseran tanah.

"Masyarakat perlu memperhatikan kondisi bangunan mereka, terutama yang sudah tua atau rusak, dan segera melakukan perbaikan atau penguatan struktur agar tidak menimbulkan bahaya," papar Isnawa.

Berikut 21 kecamatan yang memiliki potensi pergerakan tanah di Jakarta pada Februari 2025:

Baca Artikel Asli