Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

2022 Jadi Tahun Pengenalan Capres 2024

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Januari 2022

MerahPutih.com - Pengenalan politik tokoh-tokoh yang memiliki potensi maju pada Pemilihan Presiden 2024, mulai muncul baik didorong partai politik maupun para relawan pendukung.

"Tahun pengenalan bagi mereka dan targetnya meraih popularitas tinggi," ujar Direktur Republic Institute Sufiyanto dikutip Antara, Selasa (18/1).

Baca Juga:

Jadwal Pemilu 2014 Diputuskan Pekan Depan

Ia memaparkan, satu per satu tokoh yang berpotensi maju sudah bermunculan melalui gambar-gambar atau baliho yang tersebar di sejumlah daerah di Tanah Air, seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan hingga Ridwan Kamil.

Bahkan, nama Ridwan Kamil yang juga Gubernur Jawa Barat itu baliho-balihonya sudah terpasang di beberapa titik di Jatim, seperti Surabaya, Jombang, Kediri dan wilayah lainnya.

Tak itu, mantan mantan Wali Kota Bandung yang akrab disapa RK tersebut berniat berkunjung ke Jatim selama dua hari di empat daerah di Jatim.

Ia menegaskan, langkah yang dilakukan RK wajar dan menilai Jatim sebagai wilayah strategis dengan pendukung cukup besar untuk mendulang suara pemilih.

Baliho Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang tersebar di beberapa titik di ruas jalan beberapa daerah. (ANTARA/HO-Tim RK)
Baliho Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang tersebar di beberapa titik di ruas jalan beberapa daerah. (ANTARA/HO-Tim RK)

Selain itu, dinamika politik di Jatim yang terus berkembang membuat tidak sedikit tokoh politik yang berusaha menguasai “Bumi Majapahit” untuk memenangkan kontestasi.

"Pengenalan identitas yang khas bisa menjadi modal kuat," ucap mantan Ketua Bawaslu Jatim tersebut.

Pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga Suko Widodo menilai langkah RK sudah termasuk marketing politic karena mempromosikan diri.

"Pak Ganjar, Pak Anies dan Pak RK beberapa kali datang. Tak hanya berupaya memperebutkan suara, tapi di Jatim juga belum muncul tokoh yang menonjolkan diri sebagai peserta kontestasi politik pada Pemilihan Presiden 2024," ungkapnya. (*)

Baca Juga:

Kurangi Beban Kerja, Tahapan Pemilu Bisa Diperpendek

Baca Artikel Asli