Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

2.061 Tewas, Wabah Ebola RD Kongo Bisa Lampaui Kasus Kematian Terparah Afrika Barat 2014–2016

Wisnu Cipto - Kamis, 13 Agustus 2026

MerahPutih.com - Dunia diguncang oleh kabar mengejutkan dari Republik Demokratik Kongo (RD Kongo).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan wabah Ebola Bundibugyo di negara tersebut kini resmi menjadi wabah terbesar kedua sepanjang sejarah, setelah jumlah kasus terkonfirmasi melonjak menjadi 4.449 kasus dengan 2.061 kematian.

Berpotensi Lampaui Wabah Ebola Terparah Afrika Barat 2014–2016

Bahkan, WHO khawatir bisa menjadi kasus wabah Ebola terparah sepanjang sejarah. Lembaga PBB itu memprediksi kasus kematian wabah di RD Kongo saat ini berpotensi melampaui tragedi Ebola di Afrika Barat pada 2014–2016.

Ini sudah menjadi wabah Ebola terbesar kedua sepanjang sejarah, dan penyebarannya lebih cepat daripada wabah Ebola mana pun sebelumnya,

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, di Jenewa, dikutip Kamis (13/8).

Menurut dia, data terbaru otoritas kesehatan RD Kongo menunjukkan tingkat kematian kasus mencapai 46,3 persen.

Detailnya, sebanyak 716 pasien masih dirawat di rumah sakit, sementara 886 orang berhasil pulih. Namun, WHO menekankan bahwa rantai penularan masih belum sepenuhnya teridentifikasi.

Penularan Tengah Masyarakat Jauh Lampaui Jangkauan Tim Medis

Ghebreyesus menambahkan sekitar 90 persen kasus terkonfirmasi dan 80 persen kematian terjadi di Provinsi Ituri, wilayah yang menjadi pusat penularan berkelanjutan.

WHO mencatat sebagian besar kematian terjadi di tengah masyarakat, bukan di pusat perawatan.

“Selama kita belum mengetahui dan memutus setiap rantai penularan, kita tidak akan bisa menghentikan wabah ini,” imbuh Dirjen WHO itu.

Sementara itu dilansir dari Antara, Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO, Chikwe Ihekweazu, memaparkan hasil penyelidikan menunjukkan virus kemungkinan telah beredar dua hingga tiga bulan sebelum terdeteksi resmi.

Ini membuat upaya penanggulangan semakin sulit karena wabah sudah jauh di depan tim medis.

Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO, Chikwe Ihekweazu

Fakta Penting Wabah Ebola RD Kongo

(*)

Baca Artikel Asli