MerahPutih.com - Republik Demokratik Kongo tengah diserang wabah Ebola, bahkan dalam 20 hari terakhir seiring dengan cepatnya penyebaran wabah di wilayah seluas Prancis tersebut, angka kematian terus meningkat.
Koordinator Senior PBB untuk Ebola di RD Kongo, Julien Harneis, saat konferensi pers di Jenewa menegaskan, kasus kematian akibat Ebola. Sumber daya tambahan sangat dibutuhkan untuk mengendalikan wabah Ebola.
Wabah Ebola ini terjadi di sebuah wilayah yang telah terdampak konflik bersenjata selama 30 tahun, dengan kebutuhan bantuan kemanusiaan yang tinggi.
Baca juga:
2.061 Tewas, Wabah Ebola RD Kongo Bisa Lampaui Kasus Kematian Terparah Afrika Barat 2014–2016
Institut Kesehatan Masyarakat Nasional RD Kongo, Kamis (20/8), melaporkan jumlah kasus terkonfirmasi Ebola meningkat menjadi 5.208 kasus dengan angka kematian tercatat 2.476 orang.
Wabah Ebola yang diumumkan pada 15 Mei lalu itu berbeda dari sebagian besar wabah sebelumnya lantaran belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui untuk jenis patogen baru bernama Bundibugyo.