Unjuk Gigi Pasar-Pasar Hewan Ternak Terbesar di Indonesia

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Kamis, 30 Juni 2022
Unjuk Gigi Pasar-Pasar Hewan Ternak Terbesar di Indonesia

Sapi berkumpul di pasar ternak. (Unsplash/Annie Spratt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HARI Idul Adha sebentar lagi tiba. Sudahkah memutuskan membeli hewan kurban? Jika belum, kamu mungkin bisa mengunjungi pasar hewan ternak yang di daerah kamu. Atau bisa pula ke pedagang hewan ternak musiman di pinggir jalan.

Ajaklah anak atau kerabat yang masih kecil. Kadangkala pasar hewan ternak amat menarik bagi mereka. Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan diri selama di pasar hewan untuk menghindari penyebaran penyakit.

Kebutuhan hewan ternak di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Jumlah itu seringkali tak bisa dipenuhi oleh produsen hewan ternak lokal. Untuk menutupinya, pemerintah membuka keran impor sejumlah hewan ternak, terutama sapi.

Namun itu bukan berarti Indonesia tak punya pasar hewan ternak yang besar. Pasar-pasar
itu membuka tawaran hewan ternak yang lebih beragam daripada pasar hewan musiman. Berikut beberapa diantara pasar tersebut.

1. Pasar Bolu, Rantepao, Sulawesi Selatan

Dibangun pada 1992, pasar hewan ternak ini berkembang menjadi pasar kerbau terbesar di dunia. Semula luasnya hanya 2,9 hektare, tapi sekarang sudah mencapai 4 hektare. Menurut laman sulsel.prov.go.id, pasar ini akan ramai tiap hari Selasa dan Sabtu. Hari tersebut ditetapkan sebagai hari pasar.

Baca juga:

Tau-Tau, Tradisi Pembuatan Patung Orang Meninggal di Tana Toraja

Pasar ini menyediakan kerbau beragam jenis dan ukuran. Ada kerbau hitam tanpa corak, ada pula kerbau bercorak belang atau kerbau saleko. Harga kerbau saleko dapat mencapai 1 miliar rupiah. Transaksi kerbau akan meningkat untuk kebutuhan adat atau hari raya.

Sapi di padang rumput. (Pixabay)
Sapi di padang rumput. (Pixabay)

Kerbau adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat Toraja. Ia dapat menjadi ternak, konsumsi daging, atau bahkan pelengkap upacara adat. Nilai kerbau berbanding lurus dengan tingkatan sosial masyarakat Toraja. Semakin mahal kerbau, semakin tinggi tingkatan orang yang memilikinya.

2. Pasar Sarang Halang, Tanah Laut, Kalimantan Selatan


Pasar ini sudah ada sejak 1985. Terletak tepat di samping kantor Kelurahan Sarang Halang, pasar ini relatif mudah dikunjungi. Pasar ini juga disebut sebagai pasar hewan ternak terbesar di Kalimantan.

Kebanyakan pedagang di pasar ini berasal dari Jawa. Ini tak lepas dari program transmigrasi Orde Baru pada 1970-an. Mereka menjual berbagai jenis sapi seperti anggole, limosin, simental, bali, dan sapi persilangan. Ada pula kambing dan kerbau.

Baca juga:

Jelang Idul Adha, Mentan Pastikan Stok Daging Sapi Aman

Pasar ini hanya buka tiap hari senin. Sehari buka, transaksinya bisa mencapai 750 ekor atau sekira 5 miliar rupiah. Untuk mengukur berat sapi, pedagang biasanya menerapkan jogrokan alias menaksir bobot sapi.

Keahlian jogrokan diperoleh secara turun-temurun dan diterima oleh para pembeli dengan dasar kepercayaan. Namun, belakangan Pemerintah Kabupaten mulai menyediakan timbangan berkapasitas dua ton. Timbangan ini untuk mendapatkan hasil yang akurat dan tepat dari penimbangan hewan untuk menghindari kerugian dari berbagai pihak.

Sapi di padang rumput. (Pixabay)
Sapi di padang rumput. (Pixabay)

3. Pasar Beringkit, Bali

Bali tak hanyak dikenal oleh wisata alamnya, tapi juga pasar hewan terbesarnya, yaitu Pasar Beringkit. Pasar ini mulai dibangun pada 1972. Semula transaksinya menggunakan sistem barter. Kemudian pemerintah mulai mengembangkan pasar ini dan mengubah sistem transaksinya menjadi dengan uang.

Pasar hewan ternak ini menjual berbagai jenis sapi unggulan, ayam, dan itik. Hari pasar ini merentang empat hari. Selasa serta Sabtu untuk sapi potong dan Rabu serta Minggu untuk sapi bibit. Pasar ini sekarang dikembangkan untuk memperpendek rantai pasar sehingga peternak mendapatkan harga yang lebih tinggi.

4. Pasar Payakumbuh, Sumatera Barat


Pasar hewan disebut sebagai salah satu yang terbesar di Sumatera. Luas pasar ini mencapai 1.250 m persegi. Pasar ini menjual berbagai jenis sapi seperti simental, bali, brahman, onggole, dan lokal yang disebut sapi pesisir.

Transaksi di pasar ini masih menggunakan jogrokan, bukan timbangan terukur. Keunikan lainnya adalah Marosok atau bertransaksi dengan berjabatan tangan dan ditutup oleh kain atau topi. Ini adalah transaksi khas warga setempat. Tujuannya untuk menjaga rahasi harga hewan ternak sehingga tak terjadi iri-irian
antarpedagang dan antarpembeli. (nru)

Baca juga:

Wabah PMK Berdampak Pada Harga Jual Sapi

#Juni +62 Saatnya Unjuk Gigi #Hewan Kurban #Idul Adha
Bagikan
Ditulis Oleh

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.

Berita Terkait

Indonesia
Kemenag Catat Perputaran Uang lewat Hewan Kurban Idul Adha 1447 H Tembus Rp 18 Triliun
Selain berdampak sosial, pelaksanaan kurban tahun ini juga memiliki nilai ekonomi yang sangat besar.
Dwi Astarini - Jumat, 05 Juni 2026
Kemenag Catat Perputaran Uang lewat Hewan Kurban Idul Adha 1447 H Tembus Rp 18 Triliun
Indonesia
Bapanas Klaim Harga Pangan Terkendali Lewati Badai Geopolitik dan Idul Adha
Bapanas menegaskan harga pangan nasional tetap terkendali usai Idul Adha 2026 meski ada gejolak geopolitik.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Bapanas Klaim Harga Pangan Terkendali Lewati Badai Geopolitik dan Idul Adha
Indonesia
Liburan Idul Adha Berujung Maut, 1 Keluarga Ditemukan Tewas Dalam Tenda Kemping
Satu keluarga ditemukan tewas di dalam tenda saat berkemah di Temanggung, Jawa Tengah. Polisi menduga keracunan makanan, autopsi dan pemeriksaan forensik masih berlangsung.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Liburan Idul Adha Berujung Maut, 1 Keluarga Ditemukan Tewas Dalam Tenda Kemping
Indonesia
PDIP Kritik Pengadaan 1.098 Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: jangan Jadi Branding Politik
Publik berhak mempertanyakan transparansi dan pengawasan penggunaan APBN.
Dwi Astarini - Jumat, 29 Mei 2026
PDIP Kritik Pengadaan 1.098 Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: jangan Jadi Branding Politik
Indonesia
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menegaskan program bantuan sapi kurban Presiden memiliki dasar hukum dan mekanisme resmi dalam sistem keuangan negara.
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Indonesia
Ketua Komisi III DPR Anggap Prabowo Tak Langgar Aturan dan Hukum Gunakan APBN untuk Bantuan Sapi Kurban
Habiburokhman mengatakan bantuan hewan kurban tersebut justru merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu masyarakat, pondok pesantren, masjid, tokoh agama, dan kelompok masyarakat lain
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Ketua Komisi III DPR Anggap Prabowo Tak Langgar Aturan dan Hukum Gunakan APBN untuk Bantuan Sapi Kurban
Indonesia
Presiden Prabowo Salurkan Seribu Lebih Ekor Sapi pada Momen Idul Adha, Selaras dengan Semangat Kurban
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar buka suara soal Presiden Prabowo Subianto yang menyalurkan lebih dari seribu hewan kurban
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Presiden Prabowo Salurkan Seribu Lebih Ekor Sapi pada Momen Idul Adha, Selaras dengan Semangat Kurban
Indonesia
Menteri Agama: Daging Kurban Bukan Cuma Buat Muslim, Tapi untuk Semua Orang Kelaparan
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan distribusi daging kurban Idul Adha tidak hanya untuk umat Islam, tetapi juga untuk semua warga tanpa memandang agama.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Menteri Agama: Daging Kurban Bukan Cuma Buat Muslim, Tapi untuk Semua Orang Kelaparan
Indonesia
78 Hewan Kurban Masjid Istiqlal Baru Disembelih Hari Ini, Termasuk 2 Sapi Jumbo dari Prabowo dan Gibran
Panitia diminta memastikan darah hasil penyembelihan tidak mencemari sungai sekitar Masjid Istiqlal.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
78 Hewan Kurban Masjid Istiqlal Baru Disembelih Hari Ini, Termasuk 2 Sapi Jumbo dari Prabowo dan Gibran
Tradisi
Tradisi Grebeg Besar Idul Adha: Gunungan di Masjid Agung Solo Raib dalam Hitungan Menit
Gunungan jaler melambangkan peran laki-laki sebagai pencari nafkah, sedangkan gunungan estri melambangkan perempuan yang mengelola hasil nafkah untuk kebutuhan keluarga.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Tradisi Grebeg Besar Idul Adha: Gunungan di Masjid Agung Solo Raib dalam Hitungan Menit
Bagikan