Wisata Dunia

Tibetan Village, Lokasi Transit Populer di Jalur Pendakian Annapurna Base Camp

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 26 April 2019
Tibetan Village, Lokasi Transit Populer di Jalur Pendakian Annapurna Base Camp

Tibetan Village, Nepal. (Foto: instagram.com/thiennguyen1012)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

NEPAL sangat populer sebagai destinasi wisata alam terutama bagi mereka para pendaki gunung. Bentang alam indah dan jalur pendakian ke Everest membuat Nepal mendunia di kalangan para pelancong.

Ada juga Annapurna Base Camp (ABC) sebagai jalur pendakian terpopuler di Nepal, tentunya setelah Everest. Di sana kamu bisa mampir ke Tibetan Village saat datang ke Pokhara, kota kecil yang jadi tempat transit wisatawan yang ingin mendaki ABC.


1. Tibetan Village biasa diakses secara rombongan atau perorangan

 Annapurna Bace Camp. (Foto: instagram.com/harrythegypsy)
Annapurna Bace Camp. (Foto: instagram.com/harrythegypsy)

Dikutip Arah Destinasi, mengikuti tour khusus ke Tibetan Village bisa jadi pengalaman menarik bagi kamu yang suka mempelajari kehidupan, budaya, dan keahlian suatu suku. Namun, kawasan itu juga bisa didatangi sendiri tanpa tour. Cukup berfoto-foto, kemudian menuju Tashiling Tibetan Refugee Setlement Office & Handicraft Center.

Baca juga berita lainnya dalam artikel:

Bingung Bawa Keluarga Liburan ke Mana? Wisata Outdoor Terfavorit Dunia Ini Pasti Memikat

2. Beragama barang unik khas masyarakat Tibet

 Tashiling Tibetan Refugee Setlement Office & Handicraft Center. (Foto: instagram.com/akari.gt22)
Tashiling Tibetan Refugee Setlement Office & Handicraft Center. (Foto: instagram.com/akari.gt22)

Di Tibetan Village, kamu bisa menjumpai beragam kerajinan khas Tibet yang dijual langsung oleh masyarakatnya. Kain dari bulu yak, gelang, kalung, singing bowl, lonceng, dan berbagai kerajinan lain yang memiliki filosofi tinggi. Harganya murah, antara Rp 30 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung pilihan barang dan kepandaian menawar.

Baca juga berita lainnya dalam artikel:

Ngaku Pencinta Alam? Yuk Ikuti Tips Mendaki Gunung Tanpa Sampah

3. Karpet khas buatan tangan Tibet yang terkenal

 Tibetan Village menyediakan karpet khas Tibet untuk para pelancong. (Foto: instagram.com/jnielee)
Tibetan Village menyediakan karpet khas Tibet untuk para pelancong. (Foto: instagram.com/jnielee)


Ada juga satu gedung yang dikelola sebuah yayasan untuk membantu kelangsungan seni dan budaya Tibet. Satu sisi gedung berfungsi seperti museum, sisi lainnya digunakan untuk menjual karpet khas Tibet buatan tangan masyarakat Tibet. Motif dan warnanya bisa membuat kalap mata dan kantong. Harganya mulai Rp 8.950.000 dan tidak bisa ditawar.

Baca juga berita lainnya dalam artikel:

Four Seasons Resort Bora Bora, Surga Para Pencari Ketenangan di Samudera Pasifik

4. Bagamana kamu bisa mencapai Pokhara?

 Suasana Kota Pokhara, Nepal. (Foto: Pixabay/instagram.com/acollectionoftravel)
Suasana Kota Pokhara, Nepal. (Foto: Pixabay/instagram.com/acollectionoftravel)

Dari pusat kota Pokhara, Tibetan Village bisa ditempuh menggunakan taksi. Biayanya antara 300 sampai 500 rupee (Rp 45.000 hingga Rp60 ribu), tergantung kepandaian menawar. Taksi di Nepal bisa memuat tiga orang atau jika dipaksakan bisa empat orang.

Pokhara bisa ditempuh dari Kathmandu menggunakan pesawat, harga sekitar Rp 1,1 juta sekali jalan, atau menggunakan bus dengan harga mulai Rp 180 ribu. Waktu tempuhnya sekitar 7 hingga 8 jam. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel:

Menikmati Pesona Pulau Dewata di Ubud

#Traveling #Nepal #Wisata Dunia
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Fun
Pelanggan Kereta Panoramic Melonjak 62 Persen, Wisata Berbasis Pengalaman Kian Diminati
Kereta Panoramic mencatat lonjakan pelanggan lebih dari 62 persen berkat panorama alam jalur selatan Jawa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Melonjak 62 Persen, Wisata Berbasis Pengalaman Kian Diminati
Berita Foto
Kolaborasi Hadirkan Tiket Green Perkuat Tren Sustainable Travel di Indonesia
Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, D Gaery Undarsa, dalam konferensi pers Tiket Green di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 22 April 2026
Kolaborasi Hadirkan Tiket Green Perkuat Tren Sustainable Travel di Indonesia
Travel
Robert Downey Jr Berkati Kapal Disney Adventure, Siap Berlayar dalam Keajaiban Pesta Musik dan Storytelling di Laut
Kapal dengan kapasitas 6.700 penumpang itu merupakan kapal terbaru dan terbesar dalam armada Disney Cruise Line.
Dwi Astarini - Kamis, 05 Maret 2026
Robert Downey Jr Berkati Kapal Disney Adventure, Siap Berlayar dalam Keajaiban Pesta Musik dan Storytelling di Laut
Fun
Pesawat Delay Jadi Momok, Intip Tip dan Triknya Bagi Pelaku Bisnis Wisata
Gangguan transportasi massal merupakan momok yang dapat menurunkan kepuasan dan kepercayaan wisatawan.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Februari 2026
Pesawat Delay Jadi Momok, Intip Tip dan Triknya Bagi Pelaku Bisnis Wisata
Dunia
Virus Nipah Kembali Menghantui, Alarm Kesehatan Asia Dinyalakan
Kasus virus Nipah di India memicu kewaspadaan regional. Thailand dan Nepal memperketat skrining bandara untuk mencegah penyebaran.
ImanK - Selasa, 27 Januari 2026
Virus Nipah Kembali Menghantui, Alarm Kesehatan Asia Dinyalakan
Travel
7 Alasan Hijrah Trail Harus Masuk Bucket List Petualangan di Arab Saudi
Ala Khotah (Jejak Nabi) menghadirkan sebuah perjalanan imersif selama enam bulan yang akan dimulai pada November ini.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Oktober 2025
7 Alasan Hijrah Trail Harus Masuk Bucket List Petualangan di Arab Saudi
Indonesia
57 Dari 78 WNI di Nepal Sudah Pulang ke Indonesia, Kondisi Ibu Kota Sudah Kondusif
Kemenlu juga mengingatkan WNI yang akan bepergian ke luar negeri untuk selalu memperhatikan kondisi keamanan negara tujuan dan melaporkan diri melalui aplikasi Safe Travel.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 14 September 2025
57 Dari 78 WNI di Nepal Sudah Pulang ke Indonesia, Kondisi Ibu Kota Sudah Kondusif
Indonesia
Hingga Malam Ini, Sudah 57 WNI Berhasil Dievakuasi Keluar dari Nepal
Sebanyak 78 WNI bersedia dievakuasi keluar dari Nepal kembali ke Indonesia.
Wisnu Cipto - Sabtu, 13 September 2025
Hingga Malam Ini, Sudah 57 WNI Berhasil Dievakuasi Keluar dari Nepal
Dunia
Lantik Sushila Karki Jadi PM Sementara, Presiden Nepal Setuju Bubarkan Parlemen
Sushila Karki sempat menolak menerima jabatan PM sementara jika parlemen yang beranggota 275 kursi itu tidak dibubarkan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 13 September 2025
Lantik Sushila Karki Jadi PM Sementara, Presiden Nepal Setuju Bubarkan Parlemen
Indonesia
Pengamat Ingatkan Indonesia Bisa Seperti Nepal, Fenomenanya Mirip Pejabat Flexing dan Korup
Kesewenang-wenangan dan kesombongan kaum elite yang sudah memuakkan publik membuat amuk massal menjadi sangat brutal.
Dwi Astarini - Sabtu, 13 September 2025
Pengamat Ingatkan Indonesia Bisa Seperti Nepal, Fenomenanya Mirip Pejabat Flexing dan Korup
Bagikan