MerahPutih.com - Gangguan transportasi massal merupakan momok yang dapat menurunkan kepuasan dan kepercayaan wisatawan. Termasuk pula keterlambatan dalam masalah jadwal penerbangan atau jenis moda transportasi lainnya.
Untuk itu, Pengamat Pariwisata Universitas Andalas, Sari Lenggogeni, menekankan perlunya strategi mitigasi krisis agar sektor pariwisata tetap tangguh menghadapi risiko masalah transportasi massal.
Baca juga:
Pesawat Delay Gangguan Buatan Manusia
Sari menegaskan keterlambatan atau delay hingga pembatalan penerbangan merupakan bentuk krisis buatan manusia yang berdampak langsung pada pengalaman wisatawan.
“Ini termasuk krisis buatan manusia. Dampak negatif harus segera diperbaiki melalui pemulihan krisis, meningkatkan kepercayaan, kebahagiaan, dan pengalaman mereka agar perjalanan tetap menyenangkan,” katanya, dikutip dari Antara, Selasa (10/2).
Berikan Kompensasi Lebih dari Nilai Tiket
Gangguan transportasi berpotensi membuat wisatawan kehilangan malam menginap, agenda tur, atau pengalaman wisata lainnya. Kondisi ini dapat memengaruhi psikologi wisatawan sehingga keputusan perjalanan berikutnya bisa bergeser, tertunda, atau bahkan dibatalkan.
Sari menyarankan pelaku industri pariwisata melakukan langkah mitigasi krisis melalui komunikasi langsung dan sistem penanganan cepat, serta memberikan kompensasi lebih dari nilai materi tiket.
Menurut dia, maskapai juga wajib menyediakan fasilitas tambahan bagi wisatawan terdampak, seperti hotel, makanan, atau pengembalian dana, menjadi solusi penting.
“Industri pariwisata tidak hanya menjaga ekonomi, tetapi juga membangun kepercayaan dari luar terhadap Indonesia,” imbuh Sari.
Baca juga:
Menpar Widiyanti Bantah Bali Sepi Wisatawan, Data 2025 Tunjukkan Tren Positif
Fleksibilitas Check-in Hotel Hingga Paket Wisata Pengganti
Mitigasi sebelum krisis juga diperlukan, misalnya fleksibilitas check-in hotel, paket khusus untuk kedatangan terlambat, serta asuransi perjalanan yang memadai.
Pemulihan pengalaman wisatawan bisa dilakukan melalui kegiatan pengganti seperti wisata malam, panduan digital, atau aktivitas tambahan agar kepuasan tetap terjaga.
"Mitigasi ini krusial agar wisatawan tetap memiliki pengalaman positif meski menghadapi gangguan transportasi," tandasnya. (*)