Teknologi Berkembang, Milenial Bisa Lirik Bisnis Pertanian

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2020
Teknologi Berkembang, Milenial Bisa Lirik Bisnis Pertanian

Ilustrasi Urban Framing. (Foto: jakarta.go.id).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kalangan milenial diminta terjun langsung dan berkecimpung di bisnis sektor pertanian. Sektor pertanian memiliki potensi besar dan mampu menyelamatkan negara dari ancaman krisis perekonomian.

Selain itu, Sektor pertanian menjadi sektor utama yang paling bertahan dalam menghadapi pandemi COVID-19.

"Sektor pertanian bisa kita seriuskan dengan mengajak anak muda masuk ke sana dan memaksimalkan program pemerintah," kata Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H. Maming.

Baca Juga:

UU 18/2019 Lahir, Pemerintah Diminta Segera Terbitkan PP Pesantren

Ia mengatakan, dengan perkembangan teknologi dan alat mesin pertanian yang begitu pesat membuat akses bisnis semakin terbuka lebar. Selain itu, tidak perlu lahan luas karena masyarakat bisa menerapkan konsep "family farming" dengan menjadikan lahan sempit dan pekarangan rumah sebagai lahan perkebunan hidroponik dan aereponik lalu membuat komunitas agar skala semakin besar.

Ilustrasi urban framing.
Ilustrasi urban farming. (Foto: jakarta.go.id).

Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anggawira mendorong para petani di seluruh daerah memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi yang ada untuk meningkatkan produksi.

"Dengan teknologi dan informasi, para petani bisa langsung menjual hasil produksinya melalui marketplace. Inisiatif ini bisa kita kembangkan ke samping karena banyak kebutuhan lainnya yang menjadi konsumsi sehari-hari, misalnya di pemenuhan protein hewani," kata Anggawira.

Baca Juga:

Dinilai Minim Pengalaman, Kapasitas Gibran Maju di Pilwalkot Solo Dipertanyakan

#Petani Muda #Hipmi #Pertanian
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Cocoklogi Prabowo di Hari Ultah HIPMI, Salah Hitung 10+6=17 Ujungnya Jadi 8
Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung angka 8 yang dianggapnya sebagai simbol keberuntungan.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
Cocoklogi Prabowo di Hari Ultah HIPMI, Salah Hitung 10+6=17 Ujungnya Jadi 8
Indonesia
Prabowo Dorong Industrialisasi lewat Hilirisasi, Banggakan Mobil Maung Buatan Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen hilirisasi dan industrialisasi nasional di Munas HIPMI XVIII. Ia juga membagikan pengalaman menggunakan mobil Maung buatan Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 10 Juni 2026
Prabowo Dorong Industrialisasi lewat Hilirisasi, Banggakan Mobil Maung Buatan Indonesia
Indonesia
Pidato Dihadapan Pengusaha Muda, Prabowo Sepil Buku "The Spirit of Capitalism: Nationalism and Economic Growth".
Presiden Prabowo juga menyoroti sejarah lahirnya HIPMI yang sejak awal dibangun dengan semangat nasionalisme.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 10 Juni 2026
Pidato Dihadapan Pengusaha Muda, Prabowo Sepil Buku
Indonesia
KPK Bakal Telusuri Dugaan Aliran Dana Rp 3,5 Miliar dari Waskita Karya ke Ketum HIPMI
KPK akan mendalami dugaan aliran dana Rp 3,5 miliar dari PT Waskita Karya kepada Ketum HIPMI Akbar Himawan Buchari. Fakta tersebut terungkap dalam persidangan kasus suap proyek DJKA.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 Juni 2026
KPK Bakal Telusuri Dugaan Aliran Dana Rp 3,5 Miliar dari Waskita Karya ke Ketum HIPMI
Indonesia
Maju Jadi Caketum HIPMI, Reynaldo Bryan Serahkan Berkas Pendaftaran
Reynaldo Bryan maju sebagai calon ketua umum HIPMI. Ia sudah menyerahkan formulir pendaftaran di BPP HIPMI, Senin (20/4).
Soffi Amira - Selasa, 21 April 2026
Maju Jadi Caketum HIPMI, Reynaldo Bryan Serahkan Berkas Pendaftaran
Indonesia
GNTI Bersiap Panen Raya 1.500 Hektare Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Program pengembangan jagung di area seluas 1.500 hektare ini merupakan salah satu upaya konkret dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Dwi Astarini - Rabu, 08 April 2026
GNTI Bersiap Panen Raya 1.500 Hektare Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Indonesia
Pembangunan PLTS Jangan Sampai Korbankan Pertanian, Pakar: Konsep Agrivoltaics Sangat Relevan
Konsep agrivoltaics memungkinkan penggunaan lahan ganda, di mana pertanian dan produksi listrik surya berjalan beriringan di ruang yang sama.
Frengky Aruan - Senin, 06 April 2026
Pembangunan PLTS Jangan Sampai Korbankan Pertanian, Pakar: Konsep Agrivoltaics Sangat Relevan
Indonesia
Rehabilitasi Sawah Rusak Rp 5 Triliun, DPR Minta Pengawasan Ketat
Bencana banjir dan longsor merusak lahan pertanian juga menghancurkan hasil panen, benih yang telah ditanam, serta sarana produksi pertanian lainnya.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Rehabilitasi Sawah Rusak Rp 5 Triliun, DPR Minta Pengawasan Ketat
Indonesia
Mentan Amran Targetkan Rehabilitasi Lebih dari 100 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Aceh hingga Sumbar
Program ini diharapkan mampu memulihkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah terdampak.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Mentan Amran Targetkan Rehabilitasi Lebih dari 100 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Aceh hingga Sumbar
Indonesia
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Pemulihan Pertanian Sumatera Rp 5,1 Triliun
Luas sawah terdampak bencana banjir 3 provinsi di Sumatera 107,4 ribu hektare, termasuk di antaranya 44,6 ribu hektare padi dan jagung gagal panen.
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Januari 2026
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Pemulihan Pertanian Sumatera Rp 5,1 Triliun
Bagikan