Siklon Tropis Seroja Buktikan Perubahan Iklim Nyata

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 06 April 2021
Siklon Tropis Seroja Buktikan Perubahan Iklim Nyata

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati (kanan) di Jakarta, Kamis (25/3/2021). ANTARA/Devi Nindy/am.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan bahwa munculnya siklon tropis seroja yang mengakibatkan bencana banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi bukti bahwa perubahan iklim global itu nyata.

"Perubahan iklim global itu memang nyata, ditandai semakin meningkatnya suhu baik di udara maupun di muka air laut," ujar Dwikorita dalam konferensi pers secara virtual yang dipantau dari Jakarta, Senin (5/4).

Menurut dia, fenomena ini jarang terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia. Namun, sejak sepuluh tahun terakhir, kejadian siklon tropis semakin sering terjadi. Bahkan pada 2017, dalam satu pekan bisa terjadi dua kali siklon tropis.

Baca Juga:

Indonesia Butuh Inovasi Pendanaan Iklim

"Hal ini menunjukkan memang dampak perubahan iklim global harus benar-benar segera kita antisipasi," kata dia, seperti dikutip Antara.

Perihal siklon tropis seroja di NTT, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini waspada bibit siklon pada 2 April.

Beberapa faktor yang mengakibatkan terbentuknya bibit siklon seroja itu suhu muka laut yang semakin hangat di wilayah Samudera Hindia mencapai lebih dari 26,5 hingga 29 derajat celcius atau melebihi rata-rata.

"Ada kenaikan dua derajat celcius itu sudah sangat signifikan untuk kondisi cuaca," kata dia.

Koramil 1624-02 Adonara yang rusak akibat banjir bandang di Flores Timur, NTT, Senin (5/4/2021). ANTARA/Anca Boleng/wpa/wsj.
Koramil 1624-02 Adonara yang rusak akibat banjir bandang di Flores Timur, NTT, Senin (5/4/2021). ANTARA/Anca Boleng/wpa/wsj.


Kemudian suhu udara di lapisan atmosfer menengah pada 500 milibar juga semakin hangat lebih dari tujuh derajat celcius. Dua hal tersebut meningkatkan kelembapan udara dan juga mengakibatkan naiknya tekanan udara.

"Akibatnya terjadi aliran angin karena sifatnya siklonik, artinya ada pusat kemudian di kelilingi oleh suhu udara yang lebih dingin maka terjadilah aliran masa udara atau angin yang sifatnya siklonik," kata dia.

Baca Juga:

Sambutan Hangat Dunia Kembalinya Amerika Pada Perjanjian Iklim

Siklon tropis sendiri memberikan dampak berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang. Selain itu, memberikan dampak pula pada gelombang laut yang tinggi.

Dwikorita menjelaskan, siklon tropis diprediksi masih akan terjadi hingga Selasa (6/4), namun kekuatannya mulai melemah dan semakin menjauh dari wilayah Indonesia. (*)

Baca Juga:

Anies Sebut Kolaborasi Jadi Kunci Mengatasi Pandemi dan Perubahan Iklim Dunia

#Perubahan Iklim #Bencana Alam #BMKG
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
BNPB Mulai Distribusian Paket Bantuan Kemanusiaan Bagi Penyintas Gempa Magnitudo 6,7 di Palu
Untuk korban luka-luka akibat runtuhan material bangunan terdata mengalami kenaikan, di mana sebanyak 17 jiwa dilaporkan menderita luka berat dan 101 warga mengalami luka ringan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
BNPB Mulai Distribusian Paket Bantuan Kemanusiaan Bagi Penyintas Gempa Magnitudo 6,7 di Palu
Indonesia
Berbagai Titik di Sulawesi Tengah Berpotensi Alami Fenomena Likuefaksi, Ini Daftarnya
data serta peta sebaran potensi likuefaksi yang dirilis ini diharapkan dapat menjadi rujukan fundamental bagi jajaran pemerintah daerah setempat dalam merumuskan kebijakan penataan ruang dan zonasi wilayah aman.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Berbagai Titik di Sulawesi Tengah Berpotensi Alami Fenomena Likuefaksi, Ini Daftarnya
Indonesia
Suhu Dingin Bakal Melanda Berbagai Wilayah di Puncak Kemarau, Tahun 1994 Capai 17,4 Celcius.
Selain suhu udara yang lebih rendah, pihaknya mencatat adanya potensi kemunculan kabut pada musim kemarau, khususnya pada malam hingga pagi hari
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Suhu Dingin Bakal Melanda Berbagai Wilayah di Puncak Kemarau, Tahun 1994 Capai 17,4 Celcius.
Indonesia
Prakiraan Cuaca 19 Juni 2026: Jakarta Super Cerah, Kepulauan Seribu Mendung Tebal
Memasuki siang hari, cuaca terik masih bertahan di lima wilayah kota administratif Jakarta
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2026
Prakiraan Cuaca 19 Juni 2026: Jakarta Super Cerah, Kepulauan Seribu Mendung Tebal
Indonesia
Prabowo Setujui Anggara Rp 100 T Pemulihan Bencana Sumatra, Disalurkan Lewat 33 Kementerian/Lembaga
Presiden Prabowo Subianto menyetujui anggaran pemulihan pascabencana di Sumatra sebesar Rp 100,1 triliun untuk tiga tahun ke depan.
Wisnu Cipto - Kamis, 18 Juni 2026
Prabowo Setujui Anggara Rp 100 T Pemulihan Bencana Sumatra, Disalurkan Lewat 33 Kementerian/Lembaga
Indonesia
Prakiraan Cuaca Indonesia 19-22 Juni 2026: Belasa Kota-Kota di Indonesia Bakal Diguyur Hujan Ringan-Sedang
Meskipun indikator kategori "Siaga" (hujan lebat - sangat lebat) terpantau Nihil, potensi bahaya sekunder tetap mengintai
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
Prakiraan Cuaca Indonesia 19-22 Juni 2026: Belasa Kota-Kota di Indonesia Bakal Diguyur Hujan Ringan-Sedang
Indonesia
BMKG Ramal Langit Ibu Kota Bersih Tanpa Drama Hujan Sepanjang Rabu (18/6)
Cuaca Jakarta Hari Ini: BMKG Ramal Cerah Berawan Seharian
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
BMKG Ramal Langit Ibu Kota Bersih Tanpa Drama Hujan Sepanjang Rabu (18/6)
Indonesia
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan Seharian, Langit Jakarta Lagi Ramah
Memasuki waktu siang hingga malam hari, situasi udara di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara berubah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 17 Juni 2026
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan Seharian, Langit Jakarta Lagi Ramah
Indonesia
BMKG Sebut Gempa M 6,7 yang Guncang Palu Termasuk Gempa Dangkal, Dipicu Pergerakan Sesar Aktif
Gempa ini dikategorikan dalam gempa dangkal yang dipicu sesar aktif.
Frengky Aruan - Selasa, 16 Juni 2026
BMKG Sebut Gempa M 6,7 yang Guncang Palu Termasuk Gempa Dangkal, Dipicu Pergerakan Sesar Aktif
Indonesia
USGS Deteksi Gempa Susulan M 5,2 di Palu, Titik Kedalamannya Sama!
USGS mendeteksi gempa susulan M 5,2 di Palu, tiga menit setelah gempa utama M 6,7. BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami, pasien RS Samaritan panik dievakuasi.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
USGS Deteksi Gempa Susulan M 5,2 di Palu, Titik Kedalamannya Sama!
Bagikan