Fenomena Supermoon Picu Banjir Rob, BMKG Imbau Warga Pesisir Jakarta Waspada

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 05 November 2025
Fenomena Supermoon Picu Banjir Rob, BMKG Imbau Warga Pesisir Jakarta Waspada

Waspada banjir rob di pesisir utara Jakarta. (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir Jakarta untuk mewaspadai potensi gelombang pasang air laut atau banjir rob selama periode 3 hingga 12 November 2025.

Peringatan tersebut disampaikan BMKG berdasarkan hasil analisis dan prediksi pasang surut air laut yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan di sejumlah titik pesisir.

Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi Mamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Kalibaru, dan Muara Angke (Penjaringan).

Baca juga:

Besok Rabu Malam Supermoon Terbesar 2025, Banjir Rob Intai Kawasan Pesisir Indonesia

Warga Pesisir Jakarta Diminta Waspadai Banjir Rob 8 Hari Mendatang

Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa peningkatan tinggi pasang air laut kali ini dipicu oleh fenomena supermoon, yaitu kondisi ketika Bulan berada pada posisi paling dekat dengan Bumi atau Perigee, yang bertepatan dengan fase Bulan Purnama.

“Pada bulan November ini jarak Bulan dengan Bumi berada pada titik terdekat, sehingga gaya tarik gravitasi Bulan terhadap air laut menjadi paling kuat,” ujar Eko kepada wartawan, Rabu (5/11).

Kondisi tersebut, lanjut Eko, menyebabkan tingginya pasang air laut yang dapat memperparah genangan rob di sejumlah wilayah pesisir Jakarta.

Selain faktor astronomis, cuaca dan angin laut juga berpotensi memperbesar dampak banjir rob. Namun, menurut BMKG, gelombang laut di pesisir utara Jakarta dalam sepekan ke depan masih tergolong rendah, disertai cuaca dengan hujan ringan.

“Oleh karena itu, faktor astronomis menjadi penyebab utama banjir rob saat ini,” jelasnya.

Baca juga:

Waspada Potensi Banjir Rob di 7 Pesisir di Bali pada 5-9 November

Eko menambahkan bahwa fenomena banjir rob ini merupakan bagian dari pola tahunan, bukan kejadian luar biasa.
Selain rangkaian supermoon pada Oktober, November, dan Desember, peningkatan pasang juga biasanya terjadi saat fenomena super new moon pada Maret, April, dan Mei.

“Kedua fenomena ini sama-sama terjadi ketika Bulan berada pada jarak lebih dekat ke Bumi, sehingga gaya tarik Bulan terhadap air laut meningkat, baik saat purnama maupun bulan baru,” paparnya.

Sebagai langkah antisipatif, BMKG mengimbau warga pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan, terutama pada pagi hingga siang hari saat terjadi pasang maksimum harian.

“Masyarakat pesisir diimbau untuk waspada terhadap genangan rob yang dapat muncul sesuai waktu pasang tertinggi,” tutup Eko. (Asp)

#Banjir Rob #BMKG #Pesisir Jakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Berita
Prakiraan Cuaca 12-14 Juni 2026: Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia
Prakiraan cuaca 12-14 Juni 2026 menunjukkan hujan masih mendominasi Indonesia. Sejumlah wilayah berstatus siaga hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
ImanK - Jumat, 12 Juni 2026
Prakiraan Cuaca 12-14 Juni 2026: Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia
Indonesia
Prediksi Cuaca Jakarta 12 Juni 2026: Didominasi Cerah Berawan, Suhu Tertinggi 34 Derajat
Prediksi cuaca Jakarta 12 Juni 2026 didominasi cerah berawan. Lalu, suhu tertinggi mencapai 34 derajat celsius.
Soffi Amira - Jumat, 12 Juni 2026
Prediksi Cuaca Jakarta 12 Juni 2026: Didominasi Cerah Berawan, Suhu Tertinggi 34 Derajat
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Besar Wilayah DKI Jakarta Berawan pada Jumat, 12 Juni 2026
BMKG mencatat bahwa kondisi berawan akan terjadi di Wilayah Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur.
Frengky Aruan - Jumat, 12 Juni 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Besar Wilayah DKI Jakarta Berawan pada Jumat, 12 Juni 2026
Indonesia
Puncak Musim Kemarau 2026: BMKG Prediksi El Nino Lebih Kering
Kondisi alam kali ini memerlukan kewaspadaan ekstra menyusul hadirnya potensi El Nino
Angga Yudha Pratama - Kamis, 11 Juni 2026
Puncak Musim Kemarau 2026: BMKG Prediksi El Nino Lebih Kering
Indonesia
Dipicu Fenomena Super New Moon, Waspada Potensi Rob di Pesisir Bali 12-20 Juni
Rob berpotensi terjadi di wilayah Pesisir Selatan Kabupaten Jembrana, Pesisir Selatan Kabupaten Tabanan, Pesisir Kabupaten Badung, Pesisir Kota Denpasar, Pesisir Kabupaten Gianyar dan Pesisir Selatan Kabupaten Klungkung.
Frengky Aruan - Kamis, 11 Juni 2026
Dipicu Fenomena Super New Moon, Waspada Potensi Rob di Pesisir Bali 12-20 Juni
Indonesia
Prakiraan Cuaca 12-15 Juni: Hujan Sangat Lebat Hingga Angin Kencang Landa Belasan Provinsi di Indonesia
Aliran massa udara kering dari Benua Kanguru melalui Monsun Australia menjadi pemicu utama berkurangnya kelembapan udara serta terbatasnya pembentukan awan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 11 Juni 2026
Prakiraan Cuaca 12-15 Juni: Hujan Sangat Lebat Hingga Angin Kencang Landa Belasan Provinsi di Indonesia
Indonesia
Suhu Jakarta Makin Gerah dan Sumuk, Ini Dia Biang Keroknya!
Fenomena kulminasi matahari dan El Nino memperpanjang musim kemarau serta menurunkan kualitas udara di Jakarta
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
Suhu Jakarta Makin Gerah dan Sumuk, Ini Dia Biang Keroknya!
Olahraga
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Wilayah Sumatera Utara Diguyur Hujan Ringan hingga Lebat Kamis, 11 Juni 2026
Hampir sebagian besar ilayah Sumatera Utara diguyur hujan sejak siang hingga sore.
Frengky Aruan - Rabu, 10 Juni 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Wilayah Sumatera Utara Diguyur Hujan Ringan hingga Lebat Kamis, 11 Juni 2026
Indonesia
Gempa Susulan Terus Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG Catat 15 Kali dalam Semalam
Gempa susulan masih mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. BMKG mencatat ada 15 kali gempa susulan sejak Senin (8/6).
Soffi Amira - Selasa, 09 Juni 2026
Gempa Susulan Terus Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG Catat 15 Kali dalam Semalam
Indonesia
Peringatan Tsunami di Sangihe Dicabut, Kepala BMKG : Tak ada lagi Kenaikan Muka Air Laut
Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat pesisir.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Peringatan Tsunami di Sangihe Dicabut, Kepala BMKG : Tak ada lagi Kenaikan Muka Air Laut
Bagikan