Pemakaman Pangeran Philips, Kereta Jenazah, Peti Mati dan Rekonsialisasi Keluarga

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 14 April 2021
Pemakaman Pangeran Philips, Kereta Jenazah, Peti Mati dan Rekonsialisasi Keluarga

Keluarga Kerajaan Inggris yang diharapkan melakukan 'gencatan senjata'. (Foto: AP News)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DUKE of Edinburgh atau lebih dikenal dengan nama Pangeran Philips akan dimakamkan pada tanggal 17 April 2021 waktu setempat. Saat ini jenazahnya disemayamkan di kapel pribadi di Puri Windsor.

Pada tanggal itu jenazah akan dibawa ke Kapel St George, Puri Windsor sebelum dimakamkan di Frogmore Garden dengan upacara militer.

Baca Juga:

Tanpa Meghan Markle, Pangeran Harry Hadiri Pemakaman Sang Kakek

inggris
Land Rover ini yang dimodifikasi menjadi kereta jenazah. (Foto: mirror)

Menurut laman Mirror, nantinya jenazah dimasukan ke dalam peti mati terbuat dari wool. Peti mati itu dibuat oleh AW Hainsworth yang membuat seragam militer yang dipakai Pangeran William dan Harry sewaktu pernikahan keduanya.

Nantinya peti jenazah itu akan dibawa menuju pemakaman dengan menggunakan Land Rover Defender 130 Gun Bus. Kendaraan itu sudah dimodifikasi untuk membawa Pangeran Philips menuju pesareannya. Konon mobil yang membawanya ramah lingkungan, bertenaga listrik. Yang mengurusi pemakaman dan segala prosesinya adalah Leverton and Sons yang juga pernah menangani pemakaman Putri Diana dan Ibu Suri.

Untuk prosesi pemakamannya menjalankan protokol kesehatan sangat ketat. Apalagi Inggris tengah dihantui varian baru virus Corona. Jadi yang boleh ikut dalam proses pemakaman hanya 30 orang saja. Kebanyakan adalah keluarga kerajaan yang terdekat saja dan yang dituakan. Bahkan PM Boris Johnson saja tidak hadir dalam prosesi pemakaman itu. Meghan Markle dikabarkan juga tidak menghadiri pemakaman Pangeran Philips. Karena dia tidak diperbolehkan terbang karena kondisi kehamilannya.

Baca Juga:

Pangeran Charles dan Ratu Elizabeth, Jalan-jalan ke Frogmore House. Ada Apa?

inggris
Pangeran Harry dan Pangeran Philips. (Foto: thesun)

Menurut The Sun, ini adalah saat yang tepat bagi keluarga untuk melakukan ‘gencatan senjata’ karena wawancara Pangeran Harry dan Meghan Markle pada Oprah. Banyak yang melihat ini merupakan kesempatan bagi William dan Harry untuk berbincang-bincang pada masalah yang ‘memanas’ beberapa waktu lalu.

Ini adalah kali pertama Harry kembali ke Inggris setelah memutuskan untuk pindah ke California bersama istrinya. Sayangnya pertemuan antara kakak-beradik ningrat itu agak tersendat. Sesuai dengan prokes, Harry harus menjalani karantina terlebih dahulu selama beberapa hari. Namun menurut Standard, ada kemungkinan Duke of Sussex hanya menjalani karantina selama 5 hari dari 10 hari yang disarankan, untuk mengikuti prosesi pemakaman kakeknya.

Pangeran Philips sempat mengungkapkan kekesalannya sewaktu wawancara Oprah dengan Harry dan Meghan disiarkan secara internasional. Namun terlepas dari itu Pangeran Philips adalah sosok yang mencintai cucunya, William dan Harry. Pangeran Phipips pula yang menggandeng dua cucunya itu sewaktu prosesi pemakaman ibunda mereka, Putri Diana. (psr)

Baca Juga:

Ucapan Belasungkawa untuk Mendiang Pangeran Philip

#Inggris #Ratu Inggris #Kerajaan Inggris #Pangeran Harry
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Olahraga
Jude Bellingham Pecahkan Rekor Pemain Termuda Eropa di Empat Turnamen Besar, Lewati Saka Hingga Cristiano Ronaldo
Catatan fantastis ini sekaligus menumbangkan rekor milik bintang Jerman, Jamal Musiala
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
Jude Bellingham Pecahkan Rekor Pemain Termuda Eropa di Empat Turnamen Besar, Lewati Saka Hingga Cristiano Ronaldo
Olahraga
Superkomputer Prediksi Inggris Menang, Tapi Jangan Pernah Remehkan Krosia si Pembunuh Raksasa
Superkomputer Opta memprediksi Inggris menang tipis atas Kroasia di laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026. Harry Kane jadi sorotan, Kroasia tetap berbahaya dengan DNA turnamen.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026
Superkomputer Prediksi Inggris Menang, Tapi Jangan Pernah Remehkan Krosia si Pembunuh Raksasa
Olahraga
Prediksi Inggris vs Kroasia: Laga Pembuktian Siapa Raja di Grup L
Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga ujian awal bagi Inggris dan Kroasia untuk membuktikan kapasitas mereka sebagai kandidat juara Grup L.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026
Prediksi Inggris vs Kroasia: Laga Pembuktian Siapa Raja di Grup L
Olahraga
Inggris vs Kroasia: Catatan Sejarah, Head to Head dan Prakiraan Formasi
Pertemuan terakhir kedua negara pada ajang Piala Dunia 2018 melahirkan laga klasik penuh drama
Angga Yudha Pratama - Rabu, 17 Juni 2026
Inggris vs Kroasia: Catatan Sejarah, Head to Head dan Prakiraan Formasi
Olahraga
Jadwal Piala Dunia 2026 15-18 Juni: Argentina, Prancis, Inggris hingga Portugal Siap Tampil
Jadwal Piala Dunia 2026 15, 16, 17, dan 18 Juni 2026 lengkap. Simak laga Argentina, Prancis, Inggris, Portugal, Spanyol hingga Belgia beserta jadwal siaran langsung
ImanK - Senin, 15 Juni 2026
Jadwal Piala Dunia 2026 15-18 Juni: Argentina, Prancis, Inggris hingga Portugal Siap Tampil
Olahraga
Inggris vs Costa Rica: Prediksi Skor, Head to Head, dan Susunan Pemain Terbaru
Inggris menghadapi Costa Rica dalam laga uji coba terakhir sebelum Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor, head to head, dan susunan pemain terbaru.
ImanK - Rabu, 10 Juni 2026
Inggris vs Costa Rica: Prediksi Skor, Head to Head, dan Susunan Pemain Terbaru
Olahraga
Delapan Negara Penguasa Takhta Piala Dunia Sejak Kompetisi Pertama 1930
Koleksi trofi emas menjadi bukti sahih dominasi kekuatan sepak bola Amerika Latin dan Eropa Barat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Juni 2026
Delapan Negara Penguasa Takhta Piala Dunia Sejak Kompetisi Pertama 1930
Indonesia
Inggris Kirim Kapal Perang, Penyapu Ranjau Tanpa Awak dan Jet Tempur ke Selat Hormuz
Pemerintah Inggris mengumumkan alokasi anggaran sebesar 115 juta pound sterling atau sekitar Rp 2,7 triliun untuk pengadaan peralatan pesawat nirawak.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 13 Mei 2026
Inggris Kirim Kapal Perang, Penyapu Ranjau Tanpa Awak dan Jet Tempur ke Selat Hormuz
Dunia
Inggris Berani Pajaki Perusahaan AS, Trump Siapkan Pembalasan Ekonomi
Ancaman ini muncul tepat menjelang kunjungan kenegaraan Raja Charles III ke Amerika Serikat pada pekan depan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 April 2026
Inggris Berani Pajaki Perusahaan AS, Trump Siapkan Pembalasan Ekonomi
Dunia
Inggris Larang Penjualan Rokok kepada Orang Kelahiran 2008, Bikin Generasi Pertama tanpa Tembakau
Rancangan Undang-Undang Tembakau dan Vape bertujuan mencegah siapa pun yang lahir setelah 1 Januari 2009, yang kini berusia 17 tahun, untuk mulai merokok.
Dwi Astarini - Rabu, 22 April 2026
 Inggris Larang Penjualan Rokok kepada Orang Kelahiran 2008, Bikin Generasi Pertama tanpa Tembakau
Bagikan