Teknologi

Pakai Satu Kata Sandi Untuk Banyak Akun? Ini Risikonya

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 27 Oktober 2021
Pakai Satu Kata Sandi Untuk Banyak Akun? Ini Risikonya

Kenali risiko menggunakan satu kata sandi yang sama untuk banyak akun (Foto: pixabay/mohamed_hassan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI COVID-19 memaksa masyarakat untuk beradaptasi dengan keadaan, seperti hanya menggunakan teknologi digital untuk membantu aktivitas sehari-hari. Seperti halnya bekerja, belajar, atau dalam berbisnis.

Untuk bisa survive di masa pandemi ini, mau tidak mau sejumlah orang 'wajib' memiliki banyak akun di platform media sosial. Namun, semakin banyak akun, semakin banyak juga kata sandi yang harus disiapkan.

Baca Juga:

Data Pelanggan McDonald Diretas, Apa Motifnya?

Tak dimungkiri, sejumlah orang kian tergoda menggunakan satu kata sandi atau password untuk sejumlah akun, dengan alasan 'agar tidak lupa'. Namun, apakah hal itu aman dilakukan?

Satu kata sandi untuk banyak akun sangat berisiko. (Foto: pixabay/mohamed_hassan)

Menurut Kepala Hubungan Publik Google Asia Tenggara, Ryan Rahardjo, cara seperti itu sangat berisiko. Sebaiknya, gunakan kata sandi yang unik dan berbeda untuk setiap akun, agar sulit ditebak.

Kendati sulit ditebak, sebaiknya kata sandi berkaitan dengan sesuatu yang mudah diingat. Agar lebih kuat keamanannya, sebaiknya kamu kombinasikan huruf dan angka untuk kata sandi.

"Kata sandi yang kuat akan melindungi kita," jelas Ryan, seperti yang dikutip dari laman Antara.

Namun, apabila kamu merasa kesulitan mengingat kata sandi untuk banyak akun, saat ini terdapat aplikasi pengelola kata sandi atau password manager.

Selain kata sandi yang kuat, Ryan pun menyarankan pengguna bisa melindungi akun Google dengan alat pemeriksa keamanan. Karena, alat tersebut akan meninjau keamanan yang diterapkan oleh pengguna pada akun mereka.

Baca Juga:

Malware dan Peretas Mengancam di Balik Aplikasi Kencan

Tak hanya itu, pengguna pun dapat memanfaatkan fitur verifikasi dua langkah atau two-factor authentication, sebagai lapisan tambahan untuk mengamankan akun.

Gunakan keamanan ekstra untuk akun (Foto: pixabay/thedigitalartist)

Saat menyalakan fitur tersebut, pengguna nantinya akan diminta memasukkan kode tambahan. Seperti one-time password (OTP), yang dikirim lewat SMS atau email untuk login.

Tapi, mengaktifkan fitur keamanan saja belum cukup untuk menjaga keamanan akun di platform digital. Pengguna diharapkan berhati-hati dengan apa yang mereka akses. Hal itu karena Google menemukan risiko sistem keamanan berupa email phishing, untuk mengecoh pengguna mengklik tautan yang diberikan.

Biasanya, penjahat siber akan menyamarkan email itu seolah berasal dari perusahaan resmi. Karena itu, pengguna internet patut waspada terhadap email yang masuk, dan tidak mengklik tautan, hingga benar-benar yakin bahwa si pengirim dari perusahaan resmi atau bukan fake.

Selain itu, hal penting selanjutnya, pengguna wajib waspada saat dimintai informasi penting, seperti alamat rumah dan rekening bank oleh orang yang tidak dikenal. (ryn)

Baca Juga:

Terdapat 'Celah' Pada Tiktok yang Bisa dimanfaatkan oleh Peretas

#Teknologi #Password #Media Sosial
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Lifestyle
Instagram Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Menulis Caption di Setiap Foto Carousel
Kehadiran fitur ini disebut-sebut sebagai salah satu pembaruan yang paling banyak diminta oleh komunitas kreator.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 40 menit lalu
Instagram Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Menulis Caption di Setiap Foto Carousel
Fun
Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB? Begini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya
Konten kreator kini wajib punya NIB. Lalu, apa itu NIB dan bagaimana cara mendaftarnya? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB? Begini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya
Tekno
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
OPPO Reno 16 series siap meluncur di Indonesia pada 3 Juli 2026. Kini, pre-order HP tersebut sudah dibuka sejak 18 Juni 2026.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
Tekno
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Penaikan harga tersebut tidak dapat dihindari karena situasi terkait dengan cip memori telah menjadi tidak berkelanjutan.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Tekno
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
iPhone Air 2 kabarnya akan hadir dengan konsep baru. HP itu membawa kamera ganda dan baterai yang lebih awet.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
Tekno
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Vivo X Fold 6 kabarnya meluncur global pada Juli 2026 mendatang. HP ini membawa baterai 7.000mAh dan kamera 200MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Tekno
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
OPPO Reno 15A diam-diam meluncur di Jepang. HP ini membawa baterai jumbo 7.000mAh dan kamera 50MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
Tekno
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Apple kemungkinan menunda peluncuran iPhone 18 reguler hingga 2027. iPhone 18 Pro dan iPhone lipat pertama disebut tetap meluncur pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Tekno
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Xiaomi 18 Pro kabarnya meluncur lebih awal. Lalu, versi Standar akan menyusul pada 2027 mendatang.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Indonesia
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Gencarnya informasi tanpa terakurasi, dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Bagikan