Ongkos Transportasi Bikin Tahu dan Tempe Menghilang di Pasar

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 04 Januari 2021
Ongkos Transportasi Bikin Tahu dan Tempe Menghilang di Pasar

Perajin Tempe. (Foto: MP/Rizky).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hilangnya tahu dan tempe di pasaran dalam satu pekan ini, Menurut Kementerian Pertanian dipengaruhi naiknya biaya angkut dan transportasi. Kondisi ini, membuat harga kedelai di pasar dunia meroket.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi menyebutkan, waktu transportasi impor kedelai dari negara asal yang semula ditempuh selama 3 minggu menjadi lebih lama yaitu 6 hingga 9 minggu.

Baca Juga:

Kedelai Mahal, Tahu dan Tempe Menghilang di Pasar

Ia menegaskan, harga kedelai yang saat ini terjadi kenaikan cukup signifikan sekitar 35 persen merupakan dampak pandemi COVID-19, terutama produksi di negara-negara produsen seperti Amerika Serikat, Brasil, Argentina, Rusia, dan Ukraina.

"Harga kedelai impor yang selama ini digunakan oleh perajin tahu tempe di negara asal sudah tinggi, sehingga berdampak kepada harga di Indonesia menjadi lebih tinggi lagi," kata Suwandi dikutip Antara.

Pengrajin tempe. (Foto: MP/Rizky).
Caption

Berdasarkan data Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), harga kedelai di Jakarta, saat ini melonjak hingga Rp9.300 per kilogram dari harga tiga bulan lalu yang masih di kisaran Rp6.000-Rp7.000 per kilogram.

Ia mengatakan, tingginya impor kedelai bukan semata-semata karena faktor produksi. Namun, terjadi karena disebabkan kondisi kedelai merupakan komoditas nonlartas (dilarang dan dibatasi) atau bebas impor berapapun volumenya tanpa melalui rekomendasi Kementan. (*)

Baca Juga:

Menperin Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,5 Persen di 2021

#Kedelai Impor #Penjual Tahu #Perajin Tempe
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kedelai Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe Perkecil Ukuran
bagi perajin di usaha Tahu Nunggal Roso, fluktuasi harga kedelai di angka Rp 10.800 hingga Rp 11.000 per kilogram saat ini memberikan tekanan yang cukup signifikan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Kedelai Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe Perkecil Ukuran
Indonesia
Harga Naik, Bapenas Janjikan Pasokan Kedelai ke Perajin Tahu dan Tempe Aman
Harga Acuan Penjualan (HAP) kedelai di tingkat importir maksimal di Rp 11.500 per kilogram (kg) dan di tingkat konsumen atau perajin tahu dan tempe tidak boleh melebihi Rp 12.000 per kg.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 18 April 2026
Harga Naik, Bapenas Janjikan Pasokan Kedelai ke Perajin Tahu dan Tempe Aman
Indonesia
Harga Kedelai Naik Tajam, Mentan Tebar Ancaman ke Importir
Kementan telah melakukan koordinasi dengan para importir untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan tetap tersedia di pasaran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 April 2026
 Harga Kedelai Naik Tajam, Mentan Tebar Ancaman ke Importir
Berita Foto
Dampak Kenaikan Kedelai Impor, Produsen Tahu Naikkan Harga hingga 30 Persen
Aktivitas perajin saat menyelesaikan pembuatan tahu rumahan di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 09 April 2026
Dampak Kenaikan Kedelai Impor, Produsen Tahu Naikkan Harga hingga 30 Persen
Indonesia
Legislator Ini Setop Makan Tahu Usai Video 'Indonesia’s TOXIC TOFU Timebomb: Poisoning Millions Daily' Viral di Media Sosial
Jika melihat videonya, sekilas mirip dengan tempat produksi tahu di beberapa kota lain
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Mei 2025
Legislator Ini Setop Makan Tahu Usai Video 'Indonesia’s TOXIC TOFU Timebomb: Poisoning Millions Daily' Viral di Media Sosial
Indonesia
Viral Video Produksi Tahu Pakai Sampah Plastik, BPOM Didesak Lakukan Investigasi
Surya mendesak BPOM untuk menindaklanjuti masalah ini dengan serius
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Mei 2025
Viral Video Produksi Tahu Pakai Sampah Plastik, BPOM Didesak Lakukan Investigasi
Bagikan