Kampung Tangguh Jadi Senjata untuk Menekan Penyebaran Corona di Jakarta

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 08 Desember 2020
Kampung Tangguh Jadi Senjata untuk Menekan Penyebaran Corona di Jakarta

Pembentukan Kampung Tanguh Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (8/12). (Foto: MP/Kanugrahan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Polisi membentuk Kampung Tangguh di sejumlah wilayah ibu kota. Program ini dilakukan untuk menekan penyebaran corona yang jumlahnya terus melonjak.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, dengan adanya kampung tangguh ini, warga bisa menekan angka penyebaran corona.

Nantinya, Satgas COVID-19 dan aparat pun bisa dengan mudah melakukan pemantauan karena di setiap kecamatan memilikinya.

Baca Juga:

Kapolda Metro Temui MUI, Minta Restu Tekan Penyebaran COVID di Jakarta

"Apabila ada yang bergejala dilakukan tes dan dipisahkan dari keluarga," ucap Heru di Kampung Tanguh Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (8/12).

Polisi juga membentuk Tim Pemburu COVID-19. Mereka terdiri dari Polri, TNI, dan pemerintah kota.

"Tim pemburu COVID-19 akan bergerak melalui laporan dari RT dan RW," jelas Heru.

Jika ini berjalan efektif dan mampu menekan angka COVID-19, maka Kampung Tangguh akan ditambah. Sehingga, pelayanan kepada masyarakat dari tiga pilar berjalan dengan efektif.

"Negara hadir agar masyarakat dapat pelayanan maksimal," kata dia.

Heru Novianto mengatakan, tim ini bertugas mencari titik-titik terjadi penyebaran virus yang tinggi.

"Kami jemput bola dan lebih aktif. Karena di Jakarta penyebaran COVID-19 masih di atas seribu," kata Heru.

Pembentukan Kampung Tanguh Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (8/12). (Foto: MP/Kanugrahan)
Pembentukan Kampung Tanguh Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (8/12). (Foto: MP/Kanugrahan)

Heru menambahkan, tim ini menerima data dari kelurahan dan kecamatan soal siapa-siapa saja yang terjangkit COVID-19.

Nah, tim sebanyak 60 orang yang mayoritas terdiri dari Bidokkes Polri dan Dinas Kesehatan ini bakal mendatangi mereka.

"Kami ada tiga sif kerja selama 24 jam. Pos dan mobile kami lakukan termasuk membubarkan titik keramaian bahkan langsung melakukan tes," jelas Heru.

Baca Juga:

PSBB Transisi Diperpanjang, Ganjil Genap di Jakarta Masih Belum Berlaku

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, dirinya akan mengevaluasi kapolsek yang tidak bisa menurunkan penyebaran COVID-19 di wilayahnya masing-masing, di kawasan Hukum Polda Metro Jaya.

“Saya akan evaluasi kapolsek yang tidak bisa menurunkan COVID-19 di wilayah tanggung jawab polsek masing-masing,” ujarnya.

Ia mengatakan, Kampung Tangguh yang dibuatnya di Jakarta memiliki perbedaan dengan Kampung Tangguh sewaktu ia buat di Jawa Timur.

Pasalnya, di Jawa Timur yang ditonjolkan adalah sifat pedesaan dan semi perkotaan dan kalau di Jakarta urban dan perkotaan.

Kemudian, perbedaan lainnya adalah di Jawa Timur masih banyak lahan kosong untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Seperti bercocok tanam agar bertahan hidup selama pandemi.

Jika di Jakarta, lahan kosong sangat susah dicari. "Inilah yang harus kita persiapkan, agar Kampung Tangguh ini bisa menjadi jalan bagi warga untuk menekan penyebaran corona," kata dia. (Knu)

Baca Juga:

34 RT di Jakarta Terendam Banjir Akibat Hujan dan Luapan Kali Ciliwung

#Virus Corona #Polda Metro Jaya
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Pastikan Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa Sesuai Prosedur Hukum
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap dua tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo yaitu Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma alias dr Tifa, Jumat, 19 Juni 2026 pagi.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
Kapolri Pastikan Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa Sesuai Prosedur Hukum
Indonesia
Polda Metro Jaya: Roy Suryo dan dr Tifa Dicek Kesehatan Sebelum Dilimpahkan ke Kejaksaan
Polda Metro Jaya tangkap Roy Suryo dan dr Tifa karena berkas kasus ijazah Jokowi dinyatakan lengkap. Keduanya diperiksa kesehatan sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
Polda Metro Jaya: Roy Suryo dan dr Tifa Dicek Kesehatan Sebelum Dilimpahkan ke Kejaksaan
Indonesia
Kecewa Roy Suryo Ditangkap, Pengacara: Hukum Tunduk pada Atensi
Kemunculan Roy Suryo sebagai narasumber di sejumlah stasiun televisi merupakan hak konstitusionalnya.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Kecewa Roy Suryo Ditangkap, Pengacara: Hukum Tunduk pada Atensi
Indonesia
Akhirnya, Polda Metro Jaya Buka Suara Alasan Penangkapan dr Tifa dan Roy Suryo
Polda Metro Jaya jelaskan penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa terkait kasus ijazah Jokowi. Penangkapan disebut bagian dari proses hukum P21, bukan vonis.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
Akhirnya, Polda Metro Jaya Buka Suara Alasan Penangkapan dr Tifa dan Roy Suryo
Indonesia
Dr Tifa Ditangkap Polisi, Ikut Ujian Doktor FK UI di Polda Metro Jaya
Dokter Tifa dikabarkan ditangkap di apartemennya sekitar pukul 06.47 WIB.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Dr Tifa Ditangkap Polisi, Ikut Ujian Doktor FK UI di Polda Metro Jaya
Indonesia
Kasus Hoaks Ijazah Jokowi, Roy Suryo dan Dr Tifa Dikabarkan Diamankan Polda Metro Jaya
Roy Suryo dan dr Tifa dikabarkan ditangkap penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan hoaks ijazah Jokowi. Polisi masih belum memberikan keterangan resmi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Kasus Hoaks Ijazah Jokowi, Roy Suryo dan Dr Tifa Dikabarkan Diamankan Polda Metro Jaya
Indonesia
Eksekusi Eks Hotel Sultan di GBK Dimulai, Ribuan Personel Polisi Dikerahkan
Eksekusi eks Hotel Sultan di Blok 15 GBK resmi dimulai. Sebanyak 3.161 personel diterjunkan untuk mengamankan proses pengosongan berdasarkan penetapan PN Jakarta Pusat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Eksekusi Eks Hotel Sultan di GBK Dimulai, Ribuan Personel Polisi Dikerahkan
Indonesia
Jaga Demo Serentak, Polda Metro Larang Anggotanya Bawa Senjata Api dan Harus Humanis
Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Jaga Demo Serentak, Polda Metro Larang Anggotanya Bawa Senjata Api dan Harus Humanis
Indonesia
Polisi Pastikan tak ada Penutupan Jalan di Jakarta Selama Presiden Jerman Melintas
Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan pengawalan ketat dan rekayasa lalu lintas sementara di ruas jalan protokol.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Polisi Pastikan tak ada Penutupan Jalan di Jakarta Selama Presiden Jerman Melintas
Indonesia
Polisi Tangkap 2 Pembawa Molotov, Diduga Ingin Bikin Rusuh Demo Mahasiswa di HI
Kedua orang tersebut masih diperiksa secara intensif di Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Polisi Tangkap 2 Pembawa Molotov, Diduga Ingin Bikin Rusuh Demo Mahasiswa di HI
Bagikan