Sosok

Iwan Bule: Saya Siap Mati Demi Kemajuan Sepak Bola Indonesia

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 07 September 2019
 Iwan Bule: Saya Siap Mati Demi Kemajuan Sepak Bola Indonesia

Komjen Pol M Iriawan atau akrab disapa Iwan Bule (MP/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Lama tak terdengar, Komjen Mochammad Iriawan kini kembali muncul ke publik. Di penghujung karirnya sebagai polisi, pria yang akrab disapa Iwan Bule ini menggegerkan media massa lantaran menyatakan maju sebagai Ketua Umum PSSI.

Keingginannya ini sudah mendapat restu dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang notabene adik asuhnya selama di institusi Polri.

Iwan Bule kini menjadi satu-satunya calon yang terlihat serius untuk maju sebagai Ketua Umum PSSI. Hal ini ditunjukkannya dengan kegiatan safari ke sejumlah Asosiasi Pengurus Provinsi PSSI di beberapa daerah.

Iwan Bule siap mengemban amanah sebagai Ketua Umum PSSI
Komjen M Iriawan siap benahi sepak bola Indonesia (MP/Kanu)

Iwan kerap mengadakan pertemuan dengan beberapa klub sepak bola yang mempunyai basis massa yang kuat. Bahkan, ia mengklaim sudah didukung 50 pemilik suara sah pada Munas PSSI 9 November mendatang.

Bintang Cerah, Melesat Raih Pangkat Jenderal

M Iriawan tercatat sebagai polisi dengan segudang prestasi. Tak heran, kenaikan pangkatnya melesat cepat. Dari pangkatnya sebagai Brigadir Jenderal Polisi, hanya butuh tiga tahun pangkatnya naik jadi Inspektur Jenderal. Kini, ia sudah berpangkat Komisaris Jenderal sejak diangkat pada tahun lalu.

Nama Iwan mulai dikenal publik saat didapuk menjadi Direskrimum Polda Metro Jaya. Di sana, ia sempat menangani kasus paling menghebohkan, yakni pembunuhan kontroversial, Nasrudin Zulkarnaen, yang melibatkan mantan Ketua KPK, Antashari Azhar.

Teranyar, ia sempat dihubung-hubungkan dengan kasus penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan. Namun, ia tegas membantahnya.

Meski hampir 35 tahun mengabdikan hidupnya di dunia Kepolisian, kecintaan Iwan kepada dunia sepak bola tak perlu diragukan lagi.

Iwan Bule saat menjabat penjabat Gubernur Jawa Barat
Iwan Bule saat menjadi Pejabat Gubernur Jawa Barat (Foto: Humas Pemprov Jabar)

Iwan tercatat menjadi pembina beberapa komunitas sepak bola. Seperti Persib Bandung dan sejumlah klub bola lokal lainnya.

Polisi yang Tak Henti Bermimpi Sepak Bola Indonesia Mendunia

Di sela-sela kesibukannya, Iwan menyempatkan waktu untuk mengunjungi kegiatan sepak bola, baik itu usia dini maupun remaja. Ia tak segan memantau langsung pembinaan yang dilakukan meski pekerjaanya tak bersinggungan langsung dengan dunia sepak bola.

"Saya melakukan ini karena cinta dengan sepak bola. Saya ingin prestasi kita maju. Caranya dengan meningkatkan program pembinaan usia dini," kata Iwan Bule kepada merahputih.com beberapa waktu lalu.

Menurut Iwan Bule, sudah cukup lama sepak bola Indonesia mengalami keterpurukan. Kondisi itu jelas tidak bisa dibiarkan dan harus diperbaiki.

“Bisa dikatakan prestasi (sepak bola) kita cukup di bawah. Jangankan di Asia, di level ASEAN saja kita sulit sekali mengalahkan Thailand,” tutur Iwan.

Pria kelahiran Jakarta 57 tahun silam itu menilai, Indonesia sejatinya punya potensi sepak bola yang sangat luar biasa. Ia pun bertekad membawa nama Indonesia harum di pentas sepak bola dunia.

“Dengan sedemikian banyaknya penduduk Indonesia mengapa kok juara ASEAN saja tidak bisa. Orang boleh bicara hal yang tidak mungkin. Tapi kita harus punya rencana jauh ke depan agar sepak bola Indonesia bisa maju,” jelas Mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Iwan sering bermimpi, ingin membawa sepakbola Indonesia ke kancah dunia. Sebagai langkah awal, Indonesia harus menguasai Asia Tenggara terlebih dahulu.

Sebab, sebagai negara terbesar di kawasan, tak pantas jika rasanya Indonesia terus terusan kalah di Asia Tenggara.

"Jadi kami berharap dalam satu-dua tahun jadi juara ASEAN. Syukur-syukur bisa lebih cepat, itu bakal lebih baik," ujar ayah enam orang anak ini.

Iwan Bule saat bertemu dengan Presiden Jokowi
Komjen M Iriawan saat bertemu dengan Presiden Jokowi (Foto: MP/Ist)

Setelah sukses di Asia Tenggara, Iwan lantas menargetkan Indonesia kuat di kawasan Asia.

"Tahun berikutnya kami coba berkiprah di Asia. Sekarang kita ada di ranking 75 Asia, dan FIFA ada di peringkat 164. Di ASEAN kita posisi empat, ini kita sayangkan, kami siap berbicara di ASEAN ya nanti," lanjut dia.

Pria kelahiran Jakarta itu memiliki target ambisius soal sepakbola Indonesia saat PSSI nanti di bawah kendalinya.

"Kami ingin masuk Piala Dunia 2026, lalu 2032 masuk Olimpiade. Orang boleh bilang itu mimpi, kami rasa kami harus punya perencanaan dan mimpi sehingga apa yang kita inginkan bisa terwujud dengan pola yang sudah saya sampaikan," bebernya.

Agar janji-janjinya tak sekedar harapan layaknya pendahulu PSSI sebelumnya, Iwan menyebut harus ada modernisasi tata kelola sepakbola, mulai dari fasilitas, sport science, hingga lini bisnis. Hal itu bisa menunjang banyak perkembangan sepakbola Tanah Air.

Ia pun cukup senang dengan apa yang sudah dilakukan pemerintah saat ini. Sebab, lanjut dia, Presiden saat ini, Joko 'Jokowi' Widodo punya atensi yang baik untuk mendukung perkembangan sepakbola Indonesia.

Oleh karena itu, dukungan pemerintah tersebut pun bakal dimaksimalkan olehnya saat memimpin PSSI nanti. Sehingga, federasi dan pemerintah bisa bersinergi untuk memajukan sepakbola Tanah Air bersama-sama.

"Mengembangkan sepak bola butuh kerjasama sejumlah pihak," kata Iwan.

Siap Mati Demi Sepak Bola Indonesia

Sebagai orang yang berkecimpung di dunia hukum, Iwan sadar nyawa dirinya kerap menjadi pertaruhan tatkala harus memburu penjahat dari yang kelas teri hingga kelas kakap.

Iwan Bule saat bertemu dengan sejumlah pengurus daerah PSSI
Iwan Bule saat bertemu dengan sejumlah pegiat sepak bola Tanah Air (MP/Kanu)

Bang Iwan, begitu sapaan akrabnya ini, bertekad untuk mewakafkan dirinya demi kemajuan sepak bola Indonesia.

"Banyak sekali yang diberikan negara untuk saya. Sekarang saatnya saya mengabdi dan memberikan segalanya buat negara. Jika perlu, nyawa saya, saya wakaf-kan untuk PSSI," kata Iwan.

Pria berdarah Betawi-Belanda juga berjanji bakal menjabat sampai akhir periode jabatan bila terpilih menjadi Ketua Umum PSSI berikutnya menggantikan Mantan Pangkostrad Edy Rahmayadi yang kini menjadi Gubernur Sumatera Utara.

Sebelumnya, Edy mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI dalam Kongres Tahunan PSSI di Hotel Sofitel, Bali, Minggu (20/1) lalu. Keputusan mengejutkan itu Edy sampaikan dalam kata sambutan di Kongres, sebagai bentuk tanggung jawab menyusul tekanan yang belakangan dia terima.

"Beliau (Edy)mungkin memilih menjadi gubernur (daripada Ketua Umum PSSI), beliau pilih salah satu. Tapi kalau saya komitmen sampai akhir jabatan," ujar Iwan yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI).

"Pak Edy rangkap jabatan, saya saat ini belum pensiun tapi saya yakin akan diberikan kelonggaran. Saya pensiun pada April 2020, sekarang jabatan di Lemhanas tidak terlalu sibuk," ujarnya.

Dukungan Terus Menguat

Iwan Bule mengaku mendapat dukungan dari puluhan klub dan asosiasi provinsi (Asprov) PSSI.

Iwan Bule tegaskan siap mati demi sepak bola Indonesia
Dukungan dari pengurus Asprov kepada Iwan Bule untuk jadi )Ketua Umum PSSI terus mengalir (MP/Ist

Iwan yang menggandeng Mayjen Cucu Sumantri sebagai wakilnya ini mengklaim sudah dihubungi sebanyak 50 pemilik suara atau voters. Ia berharap para pemilik suara tersebut bisa tetap memilih dia pada saat kongres dilakukan.

"Mereka sudah menyampaikan (komitmen) karena mungkin saya sampaikan visi dan misi ke tempat mereka masing-masing, kemudian niat saya yang ingin memaksimalkan sisa hidup saya untuk kepentingan sepak bola negara Indonesia. Klubnya mungkin ada 23 (komitmen beri dukungan kepada Iwan), Asprov 20, sisanya ada di Liga 2. Mudah-mudahan mereka berkomitmen," tutur Iwan.

"Kalau teman-teman voters mempercayakan saya ya Alhamdulillah, kalau tidak pun saya nothing to lose. Akan saya berikan pengabdian di bidang lain yang terbaik untuk negara ini. (Keinginan) voters cukup simpel kok: kepastian jadwal pertandingan dan pembinaan, itu saja," pungkas M Iriawan.(Knu)

#Irjen Polisi M Iriawan #Ketua Umum PSSI #Sepak Bola Indonesia #Tokoh Nasional
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Olahraga
35.000 Tiket Laga Indonesia versus Oman dan Mozambik Mulai Dijual, Termurah Rp 300 Ribu
Penjualan hanya dibuka untuk tribun bawah Stadion Utama GBK. Total tiket yang dijual mencapai 35.000 lembar dengan harga termurah Rp 300 ribu.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
35.000 Tiket Laga Indonesia versus Oman dan Mozambik Mulai Dijual, Termurah Rp 300 Ribu
Olahraga
Persib Juara, Bojak Hodak Naik Kelas dari Pelatih Jadi Penasihat Teknis Klub
Bojan Hodak, sosok yang membawa Maung Bandung mendominasi sepak bola Indonesia dalam tiga musim terakhir, kini naik kelas
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Persib Juara, Bojak Hodak Naik Kelas dari Pelatih Jadi Penasihat Teknis Klub
Olahraga
AFC Tambah Jatah Indonesia di Liga Champions Asia Dua, Musim Depan Bisa 3 Tim
Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC resmi menambah jatah Indonesia di kompetisi antarklub kasta kedua Asia, Liga Champions Asia Dua, untuk musim 2027/2028.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
AFC Tambah Jatah Indonesia di Liga Champions Asia Dua, Musim Depan Bisa 3 Tim
Indonesia
Selisih 1 Poin, Garudayaksa FC Milik Prabowo Juara Grup Naik Kasta ke Super League
Garudayaksa FC resmi promosi ke Super League usai menang 3-1 atas Persikad. Klub milik Presiden Prabowo Subianto unggul 1 poin dari Adhyaksa FC.
Wisnu Cipto - Sabtu, 02 Mei 2026
Selisih 1 Poin, Garudayaksa FC Milik Prabowo Juara Grup Naik Kasta ke Super League
Olahraga
Mediasi Insiden Kekerasan EPA U20, Dewa United dan Bhayangkara Youth Sepakat Berdamai
Dewa United Development dan Bhayangkara Youth sepakat berdamai usai insiden kekerasan di EPA U20. Mediasi berlangsung kondusif dan fokus pada pembinaan pemain muda.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 April 2026
Mediasi Insiden Kekerasan EPA U20, Dewa United dan Bhayangkara Youth Sepakat Berdamai
Indonesia
Presiden Prabowo Kenang Try Sutrisno: Prajurit Sejati, Pemimpin Sederhana
Presiden Prabowo Subianto pimpin pemakaman militer Wapres ke-6 RI Try Sutrisno di TMP Kalibata dan menetapkan Hari Berkabung Nasional 2-4 Maret 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 02 Maret 2026
Presiden Prabowo Kenang Try Sutrisno: Prajurit Sejati, Pemimpin Sederhana
Indonesia
3 Hari Berkabung Nasional Wafatnya Try Sutrisno, Institusi Negara Wajib Pasang Bendera Setengah Tiang
Negara menetapkan Hari Berkabung Nasional atas wafatnya Wapres ke-6 Try Sutrisno dan instruksi pengibaran bendera setengah tiang 2-4 Maret 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 02 Maret 2026
3 Hari Berkabung Nasional Wafatnya Try Sutrisno, Institusi Negara Wajib Pasang Bendera Setengah Tiang
Indonesia
Selama Hidup Mendiang Try Sutrisno Terima 19 Tanda Kehormatan, 5 dari Negara Lain
Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Karier militernya ditempa melalui berbagai penugasan strategis di lingkungan TNI
Wisnu Cipto - Senin, 02 Maret 2026
Selama Hidup Mendiang Try Sutrisno Terima 19 Tanda Kehormatan, 5 dari Negara Lain
Olahraga
Pelatih Timnas Bulgaria: Sepak Bola adalah Agama di Indonesia
Alexander Dimitrov pernah menjadi pemain Persipura Jayapura. Selain itu, asisten pelatih Persipura dan Timnas Indonesia.
Frengky Aruan - Selasa, 20 Januari 2026
Pelatih Timnas Bulgaria: Sepak Bola adalah Agama di Indonesia
Olahraga
Sepak Bola Indonesia Dirundung Duka, Legenda Sekaligus Asisten Pelatih Arema FC Meninggal Dunia di Momen 100 Tahun Stadion Gajayana
Legenda sekaligus asisten pelatih Arema FC, Kuncoro, meninggal dunia di momen 100 tahun Stadion Gajayana.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Januari 2026
Sepak Bola Indonesia Dirundung Duka, Legenda Sekaligus Asisten Pelatih Arema FC Meninggal Dunia di Momen 100 Tahun Stadion Gajayana
Bagikan