Intelijen AS Deteksi Rudal Iran Berstatus 'Siaga Tinggi', Trump Siap Serang 52 Titik

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 06 Januari 2020
Intelijen AS Deteksi Rudal Iran Berstatus 'Siaga Tinggi', Trump Siap Serang 52 Titik

Anggota Satuan Aerospace Pasukan Garda Revolusi Islam Iran memberi hormat di base rudal bawah tanah dengan unit pelontar di lokasi yang dirahasiakan, di foto yang tidak bertanggal dari Fars News. (REU

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Intelijen Amerika Serikat (AS) mendeteksi pasukan rudal Iran pada kondisi siaga tinggi pascatewasnya Kepala Pasukan Elit Quds Iran Mayor Jenderal Qassem Soleimani dalam serangan udara oleh Amerika Serikat di bandara Baghdad, pekan lalu.

"Mereka jelas-jelas berada pada kondisi siaga yang tinggi," kata pejabat AS, mengutip data intelijen, dilansir Antara dari Reuters, Senin (6/1).

Baca Juga

Jenderal Pasukan Elite Iran Tewas Diroket AS

Pejabat itu tidak mau menjelaskan apakah siaga tinggi itu dalam situasi bertahan atau menyerang. Dia juga tidak bersedia memberikan rincian lebih lanjut apakah rudal Iran membidik target tertentu

"Apakah keadaan siaga tinggi itu dipersiapkan dengan lebih baik untuk pertahanan atau untuk penyerangan. Kita tidak bisa menentukan itu," tutur pejabat Keamanan AS tidak mau disebutkan namanya itu.

iran
Pelayat menghadiri pemakaman komandan pasukan elite Quds Iran, Mayor Jenderal Qassem Soleimani dan pemimpin Hashd al-Shaabi Irak atau Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), Abu Mahdi al-Muhandis. Foto: ANT

Sebaliknya, Garda Revolusi Iran mengklaim pasukan-pasukan anti-Amerika Serikat di seluruh dunia Muslim akan membalas pembunuhan pemimpin Pasukan Quds, Mayor Jenderal Qassem Soleimani.

"Garda Revolusi, bangsa Iran yang bijaksana dan front perlawanan di dunia Muslim yang membentang luas akan membalas tumpahnya darah syuhada ini (Soleimani)," kata juru bicara Garda, Ramezan Sharif.

"Kegembiraan Zionis dan Amerika dalam waktu dekat akan berubah menjadi ratapan," imbuh dia kepada stasiun televisi, Jumat pekan lalu.

Namun, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (4/1) bereaksi mengancam akan menghantam keras 52 situs Iran jika negara itu menyerang aset atau warga negara Amerika Serikat.

Baca Juga

Pembunuhan Jenderal Pasukan Elite Iran oleh AS, Picu Perang Dunia Tiga?

amerika
Presiden AS Donald Trump. (Foto USA Today)

Sementara itu, Kelompok negara-negara 'E3' yang terdiri atas Perancis, Inggris dan Jerman meminta Iran untuk menahan diri dari tindakan kekerasan dan mendesak Iran untuk kembali menghormati kesepakatan nuklir.

Kesepakatan nuklir itu dikenal dengan Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) yang tercapai pada Oktober 2015. Ketiga negara itu juga menyoroti pentingnya mengurangi ketegangan di Irak dan Iran, dan menegaskan kembali tekad mereka untuk memerangi ISIS.

"Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk melanjutkan perang melawan ISIS dan itu tetap menjadi prioritas. Sangat penting untuk menjaga koalisi dalam hal ini. Kami menyerukan pihak berwenang Irak untuk terus memasok dukungan yang diperlukan untuk koalisi," tulis pernyataan resmi ketiga negara.

"Kami siap untuk melanjutkan pembicaraan dengan semua pihak untuk berkontribusi dalam menurunkan ketegangan dan membangun kembali stabilitas di kawasan ini," dikutip dari rilis Negara E3. (*)

Baca Juga:

Kesepakatan Nuklir dengan Iran Buat Dunia Lebih Aman

#Iran
Bagikan
Ditulis Oleh

Wisnu Cipto

Berita Terkait

Dunia
Israel dan Hizbullah Sepakat Lakukan Gencatan Senjata
Trump mengaku berbicara dengan otoritas zionis Israel pada Jumat supaya mereka menyetujui gencatan senjata dengan Hizbullah.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Israel dan Hizbullah Sepakat Lakukan Gencatan Senjata
Dunia
Departemen Perang AS Butuh Rp 1,42 Kuadriliun Tutupi Biaya Operasi di Iran
Pimpinan Pentagon memperingatkan bahwa mereka mungkin akan kehabisan dana operasional pada musim panas ini
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Departemen Perang AS Butuh Rp 1,42 Kuadriliun Tutupi Biaya Operasi di Iran
Dunia
Pertemuan Perdamaian Iran dan AS di Swiss Dibatalkan, Tidak Ada Penjelasan Pembatalan
Memorandum tersebut memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan sanksi Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Pertemuan Perdamaian Iran dan AS di Swiss Dibatalkan, Tidak Ada Penjelasan Pembatalan
Indonesia
14 Kesepahaman Amerika dan Iran Buat Akhiri Perang
Kedua negara dan sekutunya juga berkomitmen untuk tidak memulai perang atau operasi militer, menahan diri menggunakan kekuatan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
14 Kesepahaman Amerika dan Iran Buat Akhiri Perang
Indonesia
DPR Sebut Perdamaian AS-Iran Bisa Tekan Harga Minyak dan Risiko Inflasi di RI
Penghentian konflik bersenjata jadi langkah penting untuk menjaga keamanan internasional dan mengurangi ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
DPR Sebut Perdamaian AS-Iran Bisa Tekan Harga Minyak dan Risiko Inflasi di RI
Dunia
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir
Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga minyak dunia, turun 4,8 persen menjadi USD 83,18 (sekitar Rp 1,36 juta) per barel.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
 AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir
Indonesia
Peringatan Terakhir, Iran Lepaskan Tembakan ke Kapal Tanker di Lepas Pantai Sirik!
IRGC Iran menembakkan peringatan ke kapal tanker di lepas pantai Sirik, menegaskan penutupan total Selat Hormuz.
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
Peringatan Terakhir, Iran Lepaskan Tembakan ke Kapal Tanker di Lepas Pantai Sirik!
Indonesia
Iran Siagakan Militer Siap Saling Serang dengan AS
Iran mengalami sejumlah kerugian, namun menegaskan bahwa pasukan Iran telah menimbulkan kerugian yang lebih besar terhadap pasukan Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Iran Siagakan Militer Siap Saling Serang dengan AS
Dunia
Neraka Selat Hormuz: Iran Anggap Semua Kapal Musuh, Nekat Melintas Bakal Diserang!
Militer Iran menutup total Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang kapal yang nekat melintas.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
Neraka Selat Hormuz: Iran Anggap Semua Kapal Musuh, Nekat Melintas Bakal Diserang!
Dunia
IGRC Serang 18 Titik Aset Militer AS, Iran: Timur Tengah Akan Jadi Neraka Mereka
IRGC memperingatkan Timur Tengah akan jadi “neraka” bagi Amerika Serikat dan sekutunya jika Selat Hormuz terus diganggu.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
IGRC Serang 18 Titik Aset Militer AS, Iran: Timur Tengah Akan Jadi Neraka Mereka
Bagikan