Inilah Rasanya Gantung Diri, Jangan Dicoba!

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 25 Juli 2017
Inilah Rasanya Gantung Diri, Jangan Dicoba!

Gantung diri jadi pilihan vokalis Linkin Park untuk mengakhiri hidupnya. (Foto: Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BELAKANGAN, banyak fenomena bunuh diri terjadi di kalangan artis dunia. Sebut saja Chris Cornell, vokalis band Audioslave, yang nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Selain itu, baru-baru ini vokalis Linkin Park juga mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kediamannya di Los Angeles.

Belum lagi, di Indonesia juga pernah terjadi peristiwa bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pria yang mengaku bernama Indra di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Peristiwa ini terjadi pada Maret lalu, bahkan, pria tersebut merekam aksi bunuh dirinya secara live melalui akun Facebook miliknya.

Lalu, apakah yang sebenarnya terjadi saat gantung diri? Seorang ahli forensik dari Rumania, Nicolae Minovici, pernah melakukan penelitian mengenai gantung diri. Pria tersebut menggantung dirinya sendiri agar mengetahui secara jelas bagaimana rasanya jika menggantung diri. Ia juga menggantung dirinya beberapa kali untuk mengetahui apa yang akan dirasa. Penasaran? Seperti dilansir The Post-Mortem Post, inilah yang Anda rasakan saat menggantung diri berdasarkan penelitian Nicolae.

Percobaan pertama

Pada percobaan pertama wajah Nicolae berubah menjadi warna ungu kemerahan. Penglihatan juga mulai kabur, lalu terdengar suara di dalam kepala seperti sebuah siulan. Setelah enam detik, Nicolae mulai tak sadarkan diri, kemudian ia mengakhiri percobaan pertamanya.

Nicolae Minovici (Foto: madsciencemuseum)

Percobaan kedua

Lanjut pada percobaan kedua. Sambil menutup matanya, Nicolae menggantung dirinya dengan dibantu seorang asisten. Pada saat ini ia merasa seluruh saluran pernafasannya tertutup, ia hanya bertahan selama 4-5 detik saat dirinya tergantung. Ia mengulangi percobaan kedua ini hingga tujuh kali. Akibatnya, selama 2 minggu ia mengalami sakit pada lehernya.

Percobaan ketiga

Selanjutnya, ia kembali melakukan percobaan ini untuk ketiga kalinya. Pada percobaan ini ia mengalami rasa sakit yang sangat terbakar pada lehernya. Kakinya tidak pernah meninggalkan tanah saat melakukan percobaan ketiga ini. Bahkan, ini juga membuatnya tidak bisa menelan karena lehernya mengalami kesakitan yang begitu parah.

Secara ringkas, saat leher Anda tergantung, paru-paru Anda akan terasa panas karena leher tidak bisa bernafas. Tubuh pun menjadi kejang dan lidah terjulur keluar. Kadang juga akan membuat leher patah. Setelah itu, pandangan akan mulai kabur dan diikuti dengan anggota tubuh yang mulai lumpuh karena fungsi otak sudah mati.

Begitulah jika Anda menggantung diri Anda. Tentu sangat menyakitkan. Sahabat Merah Putih jangan pernah mencoba bunuh diri ya. Aksi ini bukanlah solusi tepat untuk memecahkan masalah. (Ikh)

Baca juga artikel Linkin Park Ajak Penggemar Buang Hasrat Bunuh Diri Dengan Cara Ini

#Bunuh Diri
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Kronologis detik-detik pria berinisial AYA (31) asal Bekasi yang tewas jatuh dari lantai 3 Pondok Indah Mall (PIM) 2, akhirnya dibuka ke publik.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Maret 2026
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Indonesia
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Seorang pria meninggal dunia usai melompat dari lantai 3 salah satu mall di Jakarta Selatan, Minggu (8/3) siang.
Frengky Aruan - Minggu, 08 Maret 2026
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Indonesia
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Wakapolri menyoroti tragedi anak bunuh diri di NTT. Ia pun meminta negara bisa hadir lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti tragedi anak di NTT karena tak mampu membeli buku dan bolpoin. Ia meminta negara hadir memperkuat perlindungan sosial anak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Bagikan