Inilah Usia Rata-Rata Perempuan Menikah Berdasarkan Negara

annehsannehs - Kamis, 02 April 2020
Inilah Usia Rata-Rata Perempuan Menikah Berdasarkan Negara

Rata-rata usia ideal perempuan menikah dari berbagai wilayah. (Foto: pixabay/pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BIARPUN pernikahan tidak menjadi suatu kewajiban yang dilakukan oleh perempuan, namun tidak peduli siapa dirimu, berapa usiamu, dan dimana kamu tinggal, kemungkinan besar kamu akan ditanya kapan menikah. Kebanyakan orang menganggap bahwa pernikahan adalah sesuatu hal yang tidak bisa dihindari.

Kenyataan tersebut yang menjadi penyebab munculnya pandangan yang menyimpulkan bila perempuan tidak menikah pada usia tertentu, maka ia akan kesulitan untuk mendapatkan pasangan, atau akan menjadi lajang seumur hidupnya.

Meskipun menjadi lajang atau berkeluarga adalah pilihan pribadi yang harus dihormati, namun beberapa tradisi dan gaya hidup di wilayah tertentu biasanya menentukan umur ideal perempuan untuk menikah. Berikut merupakan rata-rata usia perempuan untuk menikah berdasarkan wilayah.

Baca juga:

3 Film Action Komedi Terbaik untuk #DiRumahAja

1. Perempuan menikah muda di benua Afrika

Pernikahan anak masih banyak terjadi di benua Afrika. (Foto: the list)
Pernikahan anak masih banyak terjadi di benua Afrika. (Foto: the list)

Dilansir dari Quartz, data dari PBB menunjukkan bahwa rata-rata perempuan di Nigeria menikah pada usia 17,2 tahun dan 18,7 tahun di Mozambique.

Dari wawancara yang dilakukan oleh New York Times, Seodi White, koordinator dari Women in Law in Southern Africa Research Trust di Malawi mengatakan bahwa meski masyarakat tidak mendukung pernikahan anak dibawah umur, namun mereka masih beranggapan bahwa edukasi adalah hal yang harus didapatkan oleh laki-laki saja. "Mereka melihat perempuan sebagai alat perdagangan."

Dilansir dari Africa News, beberapa negara di benua Afrika seperti Malawi, Gambia dan Chad memang melarang pernikahan anak, namun hal tersebut masih banyak terjadi di wilayah lainnya.

Di benua Afrika bagian Utara, bahkan perempuan berusia sepuluh tahun telah dinikahkan. Setelah itu, perempuan jadi tidak memiliki kekuatan sama sekali dan dianggap sebagai "barang" yang dimiliki oleh laki-laki.

Baca juga:

Dari Johny Depp Sampai John Travolta, 4 Film Musikal ini Dibintangi Artis Senior

2. Perempuan Tiongkok memilih untuk menunggu lebih lama

Perempuan Tiongkok memilih menikah lebih lama. (Foto: pixabay/sasint)
Perempuan Tiongkok memilih menikah lebih lama. (Foto: pixabay/sasint)

Data dari Quartz mengatakan bahwa di tahun 2016 rata-rata perempuan di Tiongkok akan menikah dari usia 25 sampai 27 tahun. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh National Public Radio, seorang perempuan Tiongkok berusia 30 tahun mengaku bahwa orang-orang yang sepantaran dengannya akan menertawakan mereka yang menikah lebih awal.

"Karena hanya orang pedesaan yang tidak berpendidikanlah yang melakukan itu," ungkap Dai Xuan. "Perempuan sukses bukannya tidak ingin menikah, tetapi menghasilkan uang membuat mereka semakin menjadi pemilih."

Baca juga:

Cek Sneakers Kolaborasi Comme Des Garçons Play x Converse Chuck 70 Terbaru!

3. Para perempuan menikah pada pertengahan 20-an di Belgia

Perempuan Belgia rata-rata menikah di usia pertengahan 20. (Foto: pixabay/Free-Photos)
Perempuan Belgia rata-rata menikah di usia pertengahan 20. (Foto: pixabay/Free-Photos)

Dilansir dari The List, perempuan di Belgia menunda pernikahan lebih lama daripada generasi mereka sebelumnya. Rata-rata usia pernikahan perempuan di Belgia adalah 26,3 tahun, dan usia tersebut dianggap dianggap cukup muda di Belgia.

Baca juga:

4 Alasan Pangeran Harry dan Meghan Markle Meninggalkan Kerajaan Inggris

4. Perempuan Inggris rela menunggu lebih lama demi mendapatkan cinta sejatinya

Berapa usia ideal untuk menikah menurutmu? (Foto: pixabay/StockSnap)
Berapa usia ideal untuk menikah menurutmu? (Foto: pixabay/StockSnap)

Dilansir dari Bridebook, perempuan Inggris rata-rata menikah di usia 22 tahun pada 1971. Kemudian survei yang dilakukan pada 2016 menunjukkan bahwa usia ideal perempuan Inggris untuk menikah bertambah menjadi 30,8 tahun.

Hamish Shepherd, founder dari Bridebook, website pernikahan yang berbasis Inggris mengatakan bahwa pernikahan di usia 30-an adalah hal yang tepat.

"Tingkat perceraian kemungkinan akan menurun di masa depan karena pernikahan adalah pilihan sendiri dari pasangan yang memang ingin menunjukkan komitmen mereka satu sama lain, tanpa adanya tekanan seperti generasi-generasi sebelumnya," ungkap Shepherd ketika diwawancarai oleh Harper's Bazaar. (shn)

Baca juga:

Ganti 4 Kebiasaan Buruk Pacaran Ala Gen Z dengan Cara 'Old Fashioned'

#Menikah #Pernikahan #Perempuan
Bagikan
Ditulis Oleh

annehs

Berita Terkait

Indonesia
Dasco Dukung Putusan MK soal Kuota 30 Persen Perempuan, Bakal Masuk Revisi UU Pemilu
Putusan MK soal kewajiban 30 persen caleg perempuan mendapat dukungan dari Sufmi Dasco Ahmad. DPR memastikan aturan tersebut akan masuk dalam revisi UU Pemilu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Dasco Dukung Putusan MK soal Kuota 30 Persen Perempuan, Bakal Masuk Revisi UU Pemilu
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Psikiater: Mood Swing saat Menstruasi Itu Normal, Begini Cara Mengelolanya
Mood swing saat menstruasi sering disalahpahami. Psikiater Elvine Gunawan menjelaskan cara mengatasinya dan pentingnya self love serta pola hidup sehat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 April 2026
Psikiater: Mood Swing saat Menstruasi Itu Normal, Begini Cara Mengelolanya
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Fun
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Beri Akses Belajar Kopi untuk Perempuan
Roemah Koffie Academy hadirkan program edukasi kopi untuk perempuan dengan diskon 21% selama April dalam rangka Hari Kartini.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Beri Akses Belajar Kopi untuk Perempuan
Lifestyle
Tren Video Podcast Buka Ruang Baru bagi Kreator Perempuan di Indonesia
Secara global, lebih dari 250 juta pengguna telah menyaksikan video podcast di Spotify.
Dwi Astarini - Minggu, 15 Maret 2026
Tren Video Podcast Buka Ruang Baru bagi Kreator Perempuan di Indonesia
Indonesia
Kekerasan Pada Anak dan Perempuan Kian Melonjak, Pengaduan ke Komnas Perempuan Naik 10 Persen
Pengaduan kasus kekerasan berbasis gender terhadap perempuan yang diterima Komnas Perempuan selama 2025 naik 10 persen dengan total 4.597 kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 06 Maret 2026
Kekerasan Pada Anak dan Perempuan Kian Melonjak, Pengaduan ke Komnas Perempuan Naik 10 Persen
Indonesia
380 Ribu Perkawinan Disebut tak Tercatat di Indonesia, Hak Pendidikan dan Pengasuhan Anak Terancam Hilang
Kondisi tersebut berdampak langsung pada pemenuhan hak anak, mulai dari hak atas pendidikan, identitas, pengasuhan, perlindungan, hingga partisipasi.
Dwi Astarini - Jumat, 27 Februari 2026
380 Ribu Perkawinan Disebut tak Tercatat di Indonesia, Hak Pendidikan dan Pengasuhan Anak Terancam Hilang
Fun
Sinopsis Film Alone, Jules Willcox Terjebak Kucing-Kucingan dengan Kematian
Tanpa banyak dialog dan minim bantuan, Alone menyoroti naluri bertahan hidup manusia harus menghadapi ancaman di tempat terisolasi.
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Februari 2026
Sinopsis Film Alone, Jules Willcox Terjebak Kucing-Kucingan dengan Kematian
Bagikan