Wisata

Fasilitas Kamar Hotel Ini Paling Dicari Pelancong, Bukan Kolam Renang!

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 01 Oktober 2018
Fasilitas Kamar Hotel Ini Paling Dicari Pelancong, Bukan Kolam Renang!

Soket listrik yang paling dicari ketika pertama kali masuk kamar hotel. (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MELANCONG tidak mungkin hanya sehari saja. Perlu beberapa hari untuk menikmati semua hal yang ada di destinasi tujuan. Tentu memerlukan tempat untuk menginap. Pilihannya bisa berupa resor atau hotel. Memilih penginapan juga jangan sembarangan. Nah, biasanya apa saja sih fasilitas yang diinginkan pelancong saat mereka menginap di hotel?

Melansir Travel+Leisure banyak yang dijadikan bahan pertimbangan oleh para pelancong dalam memilih hotel yang ingin mereka singgahi. Dari tarif, fasilitas, lokasi hingga ukuran tempat tidur. Namun, pertanyaannya hotel dengan fasilitas apa sih yang harus dipilih pelancong? Mungkin sekilas langsung terpikir dengan layanan restoran hingga fasilitas umum lainnya seperti kolam renang dan tempat pusat kebugaran.

Namun, ternyata menurut para pelancong yang menuliskan pengalaman melancong mereka di situs Quora, fasilitas yang terpenting ialah soket listrik. Mengapa sangat penting? Sebenarnya wajar-wajar saja. Coba kamu pikir sejenak. Saat melancong tentu banyak benda elektronik yang harus kamu bawa. Contohnya ponsel, kamera, laptop, dan tablet. Semua alat itu memiliki baterai.

Soket harus terletak di area yang mudah diraih (Foto: Pexels/Markus Spiske temporausch.com)

Perlengkapan grooming seperti alat cukur listrik dan pengeriting rambut juga tidak kalah penting. Apalagi jika kamu melancong berhari-hari. Acaranya pasti tidak jalan-jalan saja. Kalau sama pasangan pasti kamu mencari tempat makan malam romantis. Penampilan rapi tentunya menjadi suatu keharusan. Harus grooming terlebih dulu bagi pria. Para wanita juga harus dandan, terutama menata rambut menggunakan alat pengeriting.

Namun, tidak sedikit juga yang mengatakan bahwa koneksi wifi ialah yang terpenting. Tapi percuma jika ada wifi tapi sulit menemukan soket listrik. Semua alat memiliki daya baterai yang harus diisi ulang. Memang sih power bank bisa menjadi alternatif. Ya, tapi power bank pun perlu diisi ulang baterainya. Sehingga jalan satu-satunya untuk mengisi daya baterai power bank tetap soket listrik.

Alat cukur elektrik membutuhkan soket listrik (Foto: Pexels/Pixabay)

Soket listrik juga harus terletak di area yang mudah diraih. Seperti di dekat kasur tidur, karena memang paling asyik mengisi baterai ponsel sambil tiduran. Lalu soket listrik juga harus ada di kamar mandi agar bisa menggunakan alat pencukur listrik.

Demi keamanan, soket listrik juga harus dilengkapi dengan pelindung lonjakan arus untuk menghindari korslet dari perangkat listrik yang digunakan tamu. Jadi pengadaan soket listrik di kamar hotel tidak bisa sembarangan begitu saja. (ikh)

Baca juga: Ibu-Ibu Boleh Solo Traveling Asal. . .

#Hotel
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
500 Tahun Jakarta, Budaya Betawi Jadi Ikon di Hotel-Hotel Ibu Kota
Pemerintah Provinsi (Pemprov) menggandeng industri perhotelan ibu kota untuk aktif memperkenalkan budaya Betawi kepada wisatawan sebagai bagian untuk mengungkuhkan Jakarta Kota Global
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
500 Tahun Jakarta, Budaya Betawi Jadi Ikon di Hotel-Hotel Ibu Kota
Indonesia
Ambil Pengelolaan Hotel Sultan, Pengelola Kawasan GBK Raup Rp 812 Miliar
Sepanjang 2025, kawasan GBK terus dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan olahraga, budaya, MICE, rekreasi, komersial, serta agenda publik berskala nasional dan internasional.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 13 Mei 2026
Ambil Pengelolaan Hotel Sultan, Pengelola Kawasan GBK Raup Rp 812 Miliar
Indonesia
Heboh Check In Hotel tak Perlu Pakai e-KTP, Kemendgari Beri Penjelasan
Kemendagri menegaskan bahwa e-KTP tetap diperlukan untuk check-in hotel. Sebelumnya, beredar kabar bahwa check-in hotel tak membutuhkan e-KTP.
Soffi Amira - Selasa, 12 Mei 2026
Heboh Check In Hotel tak Perlu Pakai e-KTP, Kemendgari Beri Penjelasan
Indonesia
Hotel dan Kafe di Jakarta Wajib Pilah Sampah, Masih Bandel Izin Usaha Dicabut
TPST Bantargebang, Bekasi, mulai Agustus 2026 hanya menerima sampah residu sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup.
Wisnu Cipto - Senin, 11 Mei 2026
Hotel dan Kafe di Jakarta Wajib Pilah Sampah, Masih Bandel Izin Usaha Dicabut
Indonesia
Okupansi Hotel Anjlok, Program Efisiensi Diminta Dihentikan
Pajak perhotelan menempati posisi kedua hingga ketiga sebagai penyumbang pendapatan asli daerah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 April 2026
Okupansi Hotel Anjlok, Program Efisiensi Diminta Dihentikan
Fun
Rekomendasi Bukber AYCE Hotel di Tangerang: Paket Ramadan Termurah hingga Premium
Simak daftar harga paket bukber Ramadan di hotel Tangerang 2026. Mulai Rp135 ribu hingga premium AYCE, lengkap dengan pilihan menu Nusantara dan internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 23 Februari 2026
Rekomendasi Bukber AYCE Hotel di Tangerang: Paket Ramadan Termurah hingga Premium
Indonesia
Pembangunan Hotel di Dekat Situ Cibinong Diprotes Warga, Berisiko Sebabkan Bencana Fatal
Tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung tahun 2009 silam yang menelan banyak korban jiwa disinggung.
Frengky Aruan - Senin, 05 Januari 2026
Pembangunan Hotel di Dekat Situ Cibinong Diprotes Warga, Berisiko Sebabkan Bencana Fatal
Indonesia
Pengusaha Desak Pemerintah Atur Airbnb, Bisa Contoh Singapura
Airbnb adalah lokapasar daring yang menyediakan layanan penyewaan kamar pribadi, apartemen, villa, hingga rumah secara harian.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Desember 2025
Pengusaha Desak Pemerintah Atur Airbnb, Bisa Contoh Singapura
Indonesia
PHRI DKI Jakarta Khawatir Raperda KTR Gerus Pendapatan Daerah dan Sektor Hotel-Restoran
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, 96,7 persen hotel telah melaporkan penurunan tingkat hunian
Angga Yudha Pratama - Senin, 06 Oktober 2025
PHRI DKI Jakarta Khawatir Raperda KTR Gerus Pendapatan Daerah dan Sektor Hotel-Restoran
Indonesia
Gubernur Pramono Beri Keringanan Pajak Hotel 50 Persen hingga September 2025
Setelah September, pemerintah DKI tetap memberikan keringanan pajak namun dengan besaran yang lebih kecil.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 25 Agustus 2025
Gubernur Pramono Beri Keringanan Pajak Hotel 50 Persen hingga September 2025
Bagikan