Dukung Jokowi, Ibu Korban Trisakti Yakin Kasus Pelanggaran HAM 1998 Tuntas

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 08 Februari 2019
Dukung Jokowi, Ibu Korban Trisakti Yakin Kasus Pelanggaran HAM 1998 Tuntas

Jokowi-Ma'ruf Amin. Foto: ANTARA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Lasmiati, ibunda dari Heri Hertanto dan Karsiah, ibunda Hendriawan Sie menyatakan dukungan kepada pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin. Mereka menilai paslon petahana bisa menuntaskan kasus dugaan pelanggaran HAM 1998.

"Saya dukung Jokowi, saya yakin beliau akan menyelesaikan masalah ini dengan adil. Karena, presiden yang sebelumnya belum bisa menyelesaikannya," kata Lasmiati di Media Center TKN Jokowi-Ma'ruf, Jakarta, Jumat (8/2)

Lasmiati yang merupakan ibunda dari Heri Hertanto (paling kanan) berbicara di Media Center TKN Jokowi-Ma'ruf, Jakarta, Jumat. (8/2/2019) (ANTARA/Imam Budilaksono)

Lasmiati meyakini Jokowi memiliki komitmen untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM 1998 karena persoalan tersebut berlarut-larut sehingga perlu segera diselesaikan.

Menurut dia, sebagaimana dilansir Antara, permintaannya tidak berlebihan yaitu negara mengakui bahwa anaknya ditembak ketika melakukan aksi tahun 1998.

"Jadi, kalau Jokowi terpilih kembali mudah-mudahan bisa menuntaskan kasus ini, paling tidak minta diakui saja anak saya ditembak negara," ujarnya.

Dia menilai dukungan tersebut karena Jokowi tidak memiliki beban di masa lalu sehingga diyakininya bisa menyelesaikan kasus 1998 yang tidak selesai selama 20 tahun.

Sementara, ibunda dari Hendriawan Sie, Karsiah mengatakan dukungannya ke Jokowi karena selama ini berbeda dengan kepala negara dan kepala pemerintahan yang lain.

Jokowi-Ma'ruf Amin. Foto: ANTARA

Dia mencontohkan sering diundang ke Istana Negara untuk berdiskusi, sehingga dirinya berharap di periode kedua, Jokowi dapat menyelesaikan kasus tersebut.

"Buktinya beliau sering undang kita. Jadi bukan kita yang minta diundang, namun Jokowi yang undang," katanya.

Karsiah mengatakan Hendriawan Sie adalah anak satu-satunya namun ditembak hingga tewas dan dirinya saat ini sudah ikhlas merelakan anaknya tersebut. (*)

#Kerusuhan 1998 #Jokowi-Ma'ruf Amin
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
DPP Perempuan Bangsa: Pengingkaran Tragedi Pemerkosaan Mei 1998 Tak Bisa Dibenarkan
Nihayatul Wafiroh menegaskan negara tak boleh mengabaikan tragedi pemerkosaan massal Mei 1998. Ia mendukung perjuangan pendamping korban demi keadilan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
DPP Perempuan Bangsa: Pengingkaran Tragedi Pemerkosaan Mei 1998 Tak Bisa Dibenarkan
Indonesia
Bantah Fadli Zon, Komnas HAM Ungkap Bukti Kekerasan Seksual saat Peristiwa Mei 98
Pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menyatakan tidak ada perkosaan dalam Peristiwa Kerusuhan Mei 1998 dinilai tidak tepat.
Frengky Aruan - Senin, 16 Juni 2025
Bantah Fadli Zon, Komnas HAM Ungkap Bukti Kekerasan Seksual saat Peristiwa Mei 98
Indonesia
Fadli Zon Wacanakan Proyek Penulisan Ulang Sejarah, Setara Institute: Manipulatif dan Cari Sensasi
Ketua Setara Institute Hendardi proyek ini potensial digunakan oleh rezim penguasa untuk merekayasa dan membelokkan sejarah bangsa sesuai dengan kehendak dan kepentingan politik rezim.
Frengky Aruan - Senin, 16 Juni 2025
Fadli Zon Wacanakan Proyek Penulisan Ulang Sejarah, Setara Institute: Manipulatif dan Cari Sensasi
Indonesia
Fadli Zon ‘Dibully’ karena Sebut Pemerkosaan Massal 1998 Tak Terbukti, Istana : Jangan Buru-buru ‘Divonis’
Menteri Kebudayaan Fadli Zon tengah menuai kecaman karena dianggap menyinggung korban pelecehan saat kerusuhan Mei 1998 silam
Frengky Aruan - Senin, 16 Juni 2025
Fadli Zon ‘Dibully’ karena Sebut Pemerkosaan Massal 1998 Tak Terbukti, Istana : Jangan Buru-buru ‘Divonis’
Indonesia
Pernyataan Fadli Zon Bak Petir di Siang Bolong! Sejarah Kelam Mei 98 Dicabik-Cabik, Perempuan Bangsa Murka
Apalagi suara para korban, keluarga korban, juga hasil dari kajian Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sudah sangat nyaring terdengar sejak dulu
Angga Yudha Pratama - Minggu, 15 Juni 2025
Pernyataan Fadli Zon Bak Petir di Siang Bolong! Sejarah Kelam Mei 98 Dicabik-Cabik, Perempuan Bangsa Murka
Bagikan