Teknologi

Demi Konservasi, Para Gajah Dihitung dari Luar Angkasa

P Suryo RP Suryo R - Senin, 25 Januari 2021
Demi Konservasi, Para Gajah Dihitung dari Luar Angkasa

Citra satelit gajah di sekitar mata air di Taman Gajah Addo. (Foto: BBC/MAXAR TECHNOLOGIES)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PADA awalnya, citra satelit tampak seperti gumpalan abu-abu di hutan bercak hijau - tetapi, setelah diamati lebih dekat, gumpalan itu terungkap sebagai gajah yang berkeliaran di antara pepohonan. Para ilmuwan menggunakan gambar itu untuk menghitung gajah Afrika dari luar angkasa.

Gambar-gambar tersebut berasal dari satelit pengamatan Bumi yang mengorbit 600 km (372 mil) di atas permukaan planet. Terobosan ini dapat memungkinkan hingga 5.000 km persegi habitat gajah disurvei dalam satu hari. Dengan catatan saat itu cerah atau tidak ada awan.

Baca Juga:

Jepang akan Produksi Mobil Terbang di 2023

gajah
Kelompok Gajah Afrika. (Foto: 123RF/Sarah Atoui)

Dan semua penghitungan gajah yang melelahkan dilakukan melalui pembelajaran mesin - algoritma komputer yang dilatih untuk mengidentifikasi gajah dalam berbagai latar belakang. "Kami hanya menyajikan contoh pada algoritma dan memberitahukannya, 'Ini gajah, ini bukan gajah'," kata Dr. Olga Isupova dari Universitas Bath, Inggris seperti diberitakan bbc.com (22/1).

"Dengan melakukan ini, kita dapat melatih mesin untuk mengenali detail kecil yang tidak dapat kita lihat dengan mata telanjang," dia menambahkan.

Penghitungan ini baru diterapkan pada gajah afrika termasuk dalam kategori rentan terhadap kepunahan. Lebih sepsifiknya, para ilmuwan tersebut menggunakannya pertama kali untuk menghitung populasi di Taman Nasional Gajah Addo Afrika Selatan. "Di sana memiliki kepadatan gajah yang tinggi," kata ilmuwan konservasi Universitas Oxford, Dr. Isla Duporge.

Baca Juga:

Snapdragon 870 5G untuk Performa Kencang

gajah
Algoritma digunakan untuk membedakan gajah dengan latar rumit seperti hutan. (Foto: BBC/MAXAR TECHNOLOGIES)

"Dan itu memiliki daerah semak belukar dan sabana terbuka. Jadi, ini tempat yang bagus untuk menguji pendekatan kami. Meskipun [penelitian] ini masih berupa bukti konsep, tapi siap digunakan," ujar Duporge.

Dia menambahkan, "Organisasi konservasi sudah tertarik menggunakan ini untuk menggantikan survei menggunakan pesawat terbang." Para konservasionis harus membayar akses ke satelit komersial dan gambar yang mereka ambil. Namun, pendekatan ini dapat sangat meningkatkan pemantauan populasi gajah yang terancam di habitat yang berada di perbatasan internasional, di mana izin untuk survei pesawat mungkin sulit diperoleh.

Para ilmuwan mengatakan itu juga bisa digunakan dalam program anti-perburuan. "Dan tentu saja, karena dapat menangkap gambar-gambar ini dari luar angkasa, Anda tidak memerlukan siapa pun di darat, yang sangat membantu selama masa virus corona," tutup Duporge. (aru)

Baca Juga:

Maxis Umumkan Purwarupa The Sims 5 Gunakan Unreal Engine

#Satelit #Teknologi
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Tekno
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
OPPO Reno 16 series siap meluncur di Indonesia pada 3 Juli 2026. Kini, pre-order HP tersebut sudah dibuka sejak 18 Juni 2026.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
Tekno
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Penaikan harga tersebut tidak dapat dihindari karena situasi terkait dengan cip memori telah menjadi tidak berkelanjutan.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Tekno
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
iPhone Air 2 kabarnya akan hadir dengan konsep baru. HP itu membawa kamera ganda dan baterai yang lebih awet.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
Tekno
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Vivo X Fold 6 kabarnya meluncur global pada Juli 2026 mendatang. HP ini membawa baterai 7.000mAh dan kamera 200MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Tekno
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
OPPO Reno 15A diam-diam meluncur di Jepang. HP ini membawa baterai jumbo 7.000mAh dan kamera 50MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
Tekno
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Apple kemungkinan menunda peluncuran iPhone 18 reguler hingga 2027. iPhone 18 Pro dan iPhone lipat pertama disebut tetap meluncur pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Tekno
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Xiaomi 18 Pro kabarnya meluncur lebih awal. Lalu, versi Standar akan menyusul pada 2027 mendatang.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Indonesia
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Gencarnya informasi tanpa terakurasi, dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Indonesia
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Pendiri LSI, Denny JA, memperkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital. Ia menyoroti peristiwa yang terjadi pada Agustus 2025.
Soffi Amira - Selasa, 16 Juni 2026
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Tekno
Xiaomi 18 Muncul di Database IMEI GSMA, Pertanda Meluncur November 2026?
Xiaomi 18 kini muncul di database IMEI GSMA. HP tersebut diperkirakan meluncur November 2026 mendatang.
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
Xiaomi 18 Muncul di Database IMEI GSMA, Pertanda Meluncur November 2026?
Bagikan