Kuliner

Mitos Kuliner Negeri Aing: Brutu Bisa Bikin Pikun

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Minggu, 21 Februari 2021
Mitos Kuliner Negeri Aing: Brutu Bisa Bikin Pikun

Lezat tapi enggak sehat. (Foto: Instagram/silvia_nathanael)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

"BRUTUNYA jangan dimakan ya, nanti jadi bodoh atau pikun. Biar ibu saja yang makan." Begitulah kata orangtua zaman dulu kepada anaknya tentang brutu atau pantat ayam. Mitos turun-temurun itu seolah jadi sugesti untuk berpikir dua kali keitka ingin menyantap brutu.

Meskipun terletak di bagian belakang unggas, brutu ini justru disukai banyak orang. Katanya sih mengandung cukup banyak nutrisi. Pada bagian ini, bulu-bulu ekor unggas terkumpul. Akibatnya, bagian ini mengandung kelenjar untuk memproduksi minyak.

Setelah diselisik, mitos brutu bikin pikun atau jadi bodoh ternyata hanya akal-akalan orangtua. Mereka menganggap brutu merupakan bagian paling enak sehingga mereka menakut-nakuti anak mereka agar tidak menyantap brutu. Hasilnya, mereka bisa menyantap brutu dengan tenang. Enggak perlu berebut dengan anak-anak.

Baca juga:

Bau Kencur, Panggilan Unik untuk Sifat Anak Kecil

Alih-alih bisa bikin pikun, brutu ayam justru memiliki khasiat yang baik untuk tubuh karena kandungan proteinnya. Protein juga penting untuk dikembangkan sel dalam tubuh dan memprduksi antibodi yang berguna bagi sistem kekebalan tubuh. Tidak hanya protein, brutu ayam juga memiliki kandungan zat besi yang berfungsi untuk alat angkut oksigen dan paru-paru ke jaringan tubuh, serta kalsium untuk pembentukan tulang.

Namun sayangnya, penelitian mengenai kandungan lemak dari brutu ayam secara tepat belum banyak ditemukan. Sepertinya karena brutu bukanlah bagian umum yang dikonsumsi di banyak negara. Meski rasanya menggiurkan, area ini tetap merupakan bagian yang sangat berlemak dan dapat memicu kanker.

Salah satu alasan yang paling masuk akal karena brutu tempat bakteri, virus, dan mikroba unggas mengendap.

Baca juga:

Kelezatan Kuliner Indonesia Sukses Bikin Artis K-Pop Ketagihan

Bagian Paling Enak, Brutu Katanya Bisa Bikin Pikun
Ternyata hanya akal-akalan orang tua zaman dulu saja. (Foto: Market Manila)

Di sisi lain, ada juga beberapa mitos dari bagian ayam yang masih ada sampai sekarang. Seperti kalau laki-laki makan sayap bisa dibawa kabur istrinya. Mitos ini tidak benar, namun sayap adalah bagian yang paling kena suntik hormon dan berpotensi menyebabkan kanker.

Ada juga mitos tentang makan leher ayam yang bikin suara makin lantang. Mitos ini dikaitkan karena kemampuan ayam berkokok, padahal tidak ada hubungannya. Terakhir makan bagian ceker biar pintar mengais rezeki. Faktanya, ini adalah dongeng orang tua zaman dulu supaya anak mau makan. (and)

Baca juga:

Bakso, Memang Tidak Ada Matinya di Negeri Aing

#Kuliner #Februari Kulineran Di Negeri Aing
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Fun
Jangan Lewatkan, Aktivitas Seru di Rumah Indofood Selama Jakarta Fair 2026
Tahun ini, Rumah Indofood hadir di Jakarta Fair dengan tema Semua Ada di Rumah Indofood.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
  Jangan Lewatkan, Aktivitas Seru di Rumah Indofood Selama Jakarta Fair 2026
Dunia
Perang di Iran Bikin Camilan Tampil Hitam Putih
Langkah ini menjadi contoh terbaru bagaimana barang kebutuhan sehari-hari terdampak setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz.
Dwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
  Perang di Iran Bikin Camilan Tampil Hitam Putih
Kuliner
Sate Lalat, Kuliner Unik Madura yang Bisa Jadi Inspirasi Olahan Daging Kurban
Sate lalat khas Madura bisa jadi inspirasi olahan daging kurban saat Idul Adha. Simak asal-usul nama, cara membuat, dan sejarah kuliner legendaris ini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Sate Lalat, Kuliner Unik Madura yang Bisa Jadi Inspirasi Olahan Daging Kurban
Kuliner
Hennessy MyWay 2026 Buka Peluang Mixologist Indonesia Tampil di Panggung Global
Hennessy MyWay merupakan platform yang menantang para bartender mendefinisikan ulang seni meracik koktail melalui keberlanjutan, storytelling, dan pengalaman berbasis ritual.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Mei 2026
Hennessy MyWay 2026 Buka Peluang Mixologist Indonesia Tampil di Panggung Global
Kuliner
Sake dari Luar Angkasa Terjual Rp 11 Miliar, Kemasannya cuma 100 Mililiter
Dassai bekerja sama dengan Mitsubishi Heavy Industries untuk melakukan fermentasi bahan sake di angkasa luar.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Sake dari Luar Angkasa Terjual Rp 11 Miliar, Kemasannya cuma 100 Mililiter
Fun
The Coach Coffee Shop x Fleur by Raja Hadirkan Pengalaman Salt Bread Eksploratif
Kolaborasi The Coach Coffee Shop dan Fleur by Raja hadirkan Fleur de New York. Nikmati salt bread unik dan kopi spesial di Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 26 April 2026
The Coach Coffee Shop x Fleur by Raja Hadirkan Pengalaman Salt Bread Eksploratif
Indonesia
Bank Jakarta XPORIA 2026 Diserbu Pengunjung, Promo hingga Cashback Jadi Daya Tarik
Bank Jakarta XPORIA 2026 digelar hingga 23 April 2026. Event ini disebut pengunjung, yang memanfaatkan promo hingga cashback.
Soffi Amira - Selasa, 21 April 2026
Bank Jakarta XPORIA 2026 Diserbu Pengunjung, Promo hingga Cashback Jadi Daya Tarik
Indonesia
Bank Jakarta Gelar XPORIA 2026, Dongkrak Ekonomi dan Hadirkan Experience Space di Balai Kota
Bank Jakarta XPORIA 2026 resmi digelar. Acara ini berlangsung di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat.
Soffi Amira - Senin, 20 April 2026
Bank Jakarta Gelar XPORIA 2026, Dongkrak Ekonomi dan Hadirkan Experience Space di Balai Kota
Kuliner
Ladies, Nikmati Promo Spesial untuk Rayakan Semangat Kartini
Promo ini berlangsung mulai dari 20 sampai 23 April 2026.
Dwi Astarini - Senin, 20 April 2026
Ladies, Nikmati Promo Spesial untuk Rayakan Semangat Kartini
Travel
‘Peta untuk Pengemis’, Jalan Ninja Warga Korea Cari Makanan Murah di Tengah Kenaikan Harga akibat Perang di Iran
Geojimap, peta lokasi makanan murah, menjadi jalan ninja warga Korea Selatan untuk bisa makan di luar dengan harga hemat.
Dwi Astarini - Jumat, 03 April 2026
‘Peta untuk Pengemis’, Jalan Ninja Warga Korea Cari Makanan Murah di Tengah Kenaikan Harga akibat Perang di Iran
Bagikan