Zulhas Ingatkan Pengelola Dapur MBG Utamakan Gizi Bukan Kejar Keuntungan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 18 April 2026
Zulhas Ingatkan Pengelola Dapur MBG Utamakan Gizi Bukan Kejar Keuntungan

Dapur SPPG Purwodiningratan, Jebres, satu-satunya yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) di Solo. (Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Gizi Nasional (BGN) segera mengoperasikan 900 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Indonesia, sebagai langkah pemerintah mempercepat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di daerah terpencil.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengutamakan misi pemenuhan gizi nasional dalam menjalankan program makan bergizi, tidak semata berorientasi pada keuntungan.

“Kita ini supplier SPPG, program makan bergizi itu bukan hanya urusan bisnis. Kita membawa misi memajukan peradaban Indonesia,” kata Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas usai menghadiri Ceramah dan Dialog dengan Kepala SPPG dan Mitra Yayasan se-Banyumas di Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (18/4).

Program makan bergizi yang dijalankan melalui SPPG merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.

Baca juga:

Dapur MBG Wajib Beli Bahan Pangan Desa, Biar Ekonomi Bergerak

Pemenuhan gizi yang baik akan berdampak langsung pada tumbuh kembang anak, baik dari sisi fisik maupun kemampuan kognitif.

Ia menilai generasi muda yang sehat dan cerdas menjadi kunci utama agar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain di tengah dinamika global yang semakin kompetitif.

Oleh karena itu, keberadaan SPPG harus dipandang sebagai instrumen penting dalam pembangunan nasional.

“Misi kita membangun anak-anak Indonesia sehat fisiknya, sehat otaknya, cerdas, agar bisa bersaing dengan negara-negara lain,” katanya.

Meskipun keuntungan tetap menjadi bagian dari operasional SPPG, ia mengatakan hal tersebut bukan tujuan utama.

Menurut dia, keberlanjutan program justru ditentukan oleh komitmen pengelola dalam menjaga kualitas layanan serta memastikan distribusi makanan bergizi berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

Zulhas juga menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam pengelolaan SPPG. Seluruh pihak yang terlibat untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, mengingat program tersebut menyangkut masa depan generasi bangsa.

“Saya minta kerja pakai hati, pakai cinta kepada Merah Putih, cinta kepada anak-anak kita,” katanya.

#Dapur MBG #SPPG #Menko Pangan Zulhas
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Makan Siang Menu MBG Dengan Siswa Sekolah Rakyat di Tabanan Bali
Di tengah-tengah para pelajar SRMP 17 Tabanan, Prabowo duduk makan siang bersama para siswa dan juga wali murid.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 07 Juni 2026
Prabowo Makan Siang Menu MBG Dengan Siswa Sekolah Rakyat di Tabanan Bali
Indonesia
BGN Didesak Lakukan Evaluasi Menyeluruh Makan Bergizi Gratis, Tidak Ada Lagi Makanan Tidak Layak
Hak siswa atas makanan bergizi yang layak tidak boleh dikurangi sedikit pun.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
BGN Didesak Lakukan Evaluasi Menyeluruh Makan Bergizi Gratis, Tidak Ada Lagi Makanan Tidak Layak
Indonesia
Anggaran MBG Sudah Habiskan Rp 88,15 Triliun
Pemerintah memangkas pagu program MBG pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2026 dari semula senilai Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
Anggaran MBG Sudah Habiskan Rp 88,15 Triliun
Indonesia
Insentif Harian Rp 6 Juta SPPG Diduga Ikut Ditilep Dadan Hindayana CS
Kejagung ungkap dugaan penyelewengan insentif harian Rp6 juta SPPG oleh eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakilnya.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
Insentif Harian Rp 6 Juta SPPG Diduga Ikut Ditilep Dadan Hindayana CS
Indonesia
Kejagung Ungkap Dugaan Korupsi MBG, Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakilnya Saling Koordinasi
Kejagung mengungkap 3 tersangka kasus dugaan korupsi program MBG di BGN diduga bekerja sama. Penyidikan juga menyoroti penentuan titik SPPG selain pengadaan barang.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juni 2026
Kejagung Ungkap Dugaan Korupsi MBG, Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakilnya Saling Koordinasi
Indonesia
KSP Ungkap Dugaan Jual Beli Dapur MBG Jadi Salah Satu Faktor Pencopotan Dadan Hindayana
KSP Dudung Abdurachman mengungkap dugaan jual beli SPPG atau dapur MBG menjadi salah satu faktor pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 Juni 2026
KSP Ungkap Dugaan Jual Beli Dapur MBG Jadi Salah Satu Faktor Pencopotan Dadan Hindayana
Indonesia
Profil Wakil Kepala BGN Agustina, Lulusan STAN dan Pengawas Keuangan Pemerintah
Agustina dikenal sebagai birokrat karier yang tumbuh dari internal BPKP dengan engawali perjalanan profesional sebagai Asisten Pengawas Keuangan
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Profil Wakil Kepala BGN Agustina, Lulusan STAN dan Pengawas Keuangan Pemerintah
Indonesia
Komisi IX DPR Minta Kepemimpinan Baru BGN Perkuat Tata Kelola Program MBG
Nurhadi menyampaikan hal tersebut menanggapi keputusan Presiden Prabowo mengganti Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewijk Pusung dari jajaran pimpinan BGN
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Juni 2026
Komisi IX DPR Minta Kepemimpinan Baru BGN Perkuat Tata Kelola Program MBG
Indonesia
Presiden Prabowo Subianto Tinjau MBG di SMPN 111 Jakarta, Tanya Siswa Soal Cita-Cita
Presiden juga meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta, pada hari ini
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Presiden Prabowo Subianto Tinjau MBG di SMPN 111 Jakarta, Tanya Siswa Soal Cita-Cita
Indonesia
Program MBG Butuh 4,8 Miliar Kemasan Susu Ukuran 115 dan 125 Mililiter, 3 Perusahaan Tingkatkan Produksi
Saat ini, terdapat sebanyak 96 tempat pengumpulan susu dari sembilan koperasi yang telah masuk dalam program digitalisasi pemerintah.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Program MBG Butuh 4,8 Miliar Kemasan Susu Ukuran 115 dan 125 Mililiter, 3 Perusahaan Tingkatkan Produksi
Bagikan