Wisata Indonesia

Wisatawan Tetap Tertarik Liburan ke Yogyakarta di Akhir Tahun?

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 14 Desember 2020
Wisatawan Tetap Tertarik Liburan ke Yogyakarta di Akhir Tahun?

Hunian di Yogyakarta capai 90 di akhir tahun. (Foto: Unsplash/Angga Kurniawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MESKIPUN cuti bersama akhir 2020 ditiadakan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Yogyakarta tetap optimistis okupansi hotel pada libur akhir tahun mencapai angka 90 persen.

"Perlu dicatat bahwa angka 90 persen ini bukan dari total kamar yang ada di sebuah hotel. Tetapi dari total kamar yang diizinkan untuk beroperasi pada masa pandemi yaitu 70 persen dari total kamar," kata Ketua DPD PHRI DIY, Deddy Pranawa Eryana, di Yogyakarta baru-baru ini seperti dikutip dari Arahdestinasi.

Baca juga:

Menjajal Jalan-Jalan Virtual 360 Kota Yogyakarta

Menurut Deddy, puncak okupansi tersebut akan terjadi pada 28 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021. Sedangkan kenaikan jumlah tamu untuk libur akhir tahun akan terjadi mulai 20 Desember.

Masyarakat tetap butuh waktu berlibur walau pandemi. (Foto: Unsplash/Sasha india)

Deddy mengatakan optimisme tinggi tersebut disebabkan berbagai faktor. Salah satunya masyarakat juga tetap membutuhkan waktu berlibur walau di tengah pandemi COVID-19.

Hingga saat ini, wisatawan yang datang ke DIY dan menginap di hotel masih didominasi wisatawan yang berasal dari Pulau Jawa. Paling banyak berasal dari Jawa Tengah, kemudian diikuti Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.

"Tetapi ada juga tamu dari luar Pulau Jawa, seperti dari Lampung juga cukup banyak, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat serta dari Kalimantan Timur," kata Deddy.

Deddy juga memastikan seluruh pelaku usaha hotel dan jasa akomodasi pariwisata harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Terutama saat melayani tamu guna mencegah potensi penularan COVID-19.

Baca juga:

Liburan ke Malang Cuma 2 Hari 1 Malam? Tetap Seru Kok

Tamu yang tidak mematuhi protokol akan diingantkan. (Foto: Unsplash/Mufid Majnun)

"Kami belajar banyak dari pengalaman menerima tamu sejak Agustus hingga Oktober. Saat itu, masih banyak tamu yang merasa sudah non reaktif dari hasil rapid test, lalu tidak menjalankan protokol kesehatan, yaitu tidak pakai masker," ujar Deddy.

Jika ada tamu yang tidak mengikuti protokol akan diingatkan untuk memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan lainnya. Jika tamu tersebut masih melanggar, maka pihak pelaku usaha terpaksa tidak akan menerimanya sebagai tamu.

Langkah tersebut merupakan komitmen untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini sudah menjadi kesepakatan seluruh anggota PHRI Yogyakarta karena tidak ingin muncul klaster penularan dari hotel dan restoran. (kna)

Baca juga:

Perhatikan Hal Ini Bila Ingin Naik Gunung

#Travel #Wisata Indonesia #Yogyakarta #Wisata Yogyakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Penghentian sementara dilakukan untuk memastikan keselamatan sementara setelah terjadinya gempa bumi.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Olahraga
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,5 mengguncang Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya pada Selasa (27/1) pada pukul 13.15 WIB.
Frengky Aruan - Selasa, 27 Januari 2026
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
ShowBiz
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
Lagu ini menegaskan filosofi 'Takhta untuk Rakyat'.
Dwi Astarini - Senin, 26 Januari 2026
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
ShowBiz
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Lagu ini dibalut nuansa ringan dan ceria, terinspirasi dari pengalaman berlibur di Yogyakarta
Wisnu Cipto - Minggu, 18 Januari 2026
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Indonesia
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Libur panjang akhir pekan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjelajahi kota-kota dengan nyaman dan aman bersama keluarga dengan naik kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Indonesia
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Hingga Senin (29/12) penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 3.517.528 tiket.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Indonesia
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Posisi berikutnya ditempati oleh Semarang dengan 32.962 penumpang, Surabaya sebanyak 22.846 penumpang, Purwokerto sebanyak 22.139 penumpang, dan Bandung dengan 21.186 penumpang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Prabowo memerintahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyurati para bupati dan wali kota terkait dengan arahan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Bagikan