Waspadai Phishing Berkedok Promosi Belanja Jelang Ramadan
Waspadai phishing berkedok promo belanja (Foto: pixabay/justinafliszek)
MENJELANG Ramadan, banyak penjahat siber yang menyebar jebakan berkedok promosi belanja, seperti halnya lewat phishing. Phishing adalah upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan.
Menurut Manajer Umum Kaspersky Asia Tenggara Yeo Siang Tiong, "Belanja daring dan perayaan elektronik merupakan bagian penting dari kegiatan perayaan dan liburan."
Baca Juga:
Ponsel Android dengan Chipset Unisoc Jadi Sasaran Peretas
Banyak keluarga yang menggunakan platform belanja daring untuk mempersiapkan keperluan pada Ramadan. Seperti momen-momen spesial lannya, penjahat siber juga menggunakan momen menjelang Ramadan untuk menyebarkan serangan phishing.
Serangan yang dilakukan para penjahat siber dengan phishing bisa berbentuk tautan ke situs palsu untuk mengambil informasi korban.
Tiong menjelaskan, bahwa teknik penyebaran phishing belakangan ini, tidak hanya secara acak, tapi penjahat siber memperhatikan tren serta hari besar lokal. Email berisi phising dan situs web palsu bahkan di personalisasi.
Menurut data Kaspersky untuk Indonesia, menunjukan bahwa ada penurunan pangsa pasar pengguna yang terkena upaya phishing, yakni 3,9 persen pada 2021, dibandingkan dengan 11,6 persen di 2020.
Namun, bukan berarti penurunan jumlah serangan phising berarti dunia digital sudah aman. Karena, ketika permintaan belanja online tinggi, maka hal yang sama juga berlaku untuk serangan phishing.
Seperti yang dikutip dari laman Antara, penelusuran Kaspersky secara umum menunjukan, bahwa halaman phishing paling sering dirancang untuk toko online (17,61 persen) , diikuti dengan portal internet global (17,27 persen), sistem pembayaran (13,11 persen) dan perbankan (11,11 persen).
Baca Juga:
Untuk itu, agar kamu tidak terkena modus kejahatan phishing, kamu jangan pernah mengklik tautan yang tidak jelas. Baik itu melalui pesan instan via aplikasi chat, sms, maupun email. Terlebih bila pengirimnya tidak kamu kenal.
Apabila kamu menggunakan dompet digital atau bank digital, kamu harus kenali saluran komunikasi resmi platform tersebut, seperti nomor telepon, situs, email, ataupun akun pesan instan.
Sementara itu, untuk aplikasi pembayaran, Kaspersky menyarankan kamu untuk menyalakan notifikasi, agar kamu bisa segera tahu apabila ada aktivitas yang mencurigakan.
Kemudian, nyalakan pula autentikasi dua lapis untuk memberikan perlindungan tambahan pada akun. Selain itu, jangan pernah membagikan kode one-time password atau OTP pada orang lain.
Apabila kamu harus benar-benar membagikan akses akun ke pihak ketiga, pastikan pihak yang bisa dipercaya. Lalu, ketika berbelanja online sebaiknya hindari hindari emosi, agar kamu tidak terjebak penipuan online.
Seperti halnya ketika diskon untuk perayaan tertentu yang kerap kali diadakan dalam waktu yang terbatas. Setiap ingin berbelanja online, sebaiknya kamu berpikir dua kali, guna menghindari risiko penipuan. (Ryn)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Samsung Galaxy S26 Plus Muncul di Geekbench, Gunakan Chip Exynos 2600
Siri iOS 27: Si Chatbot Sakti Apple yang Bikin ChatGPT Kelihatan Jadul dan Kuno
Samsung Galaxy S26 Series Meluncur Februari 2026, ini Jadwal Lengkapnya
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Xiaomi Kids Watch Resmi Meluncur, Bisa Deteksi Mood Anak dengan Fitur Keamanan yang Enggak Main-Main
HP Gaming 'Monster' RedMagic 11 Air Siap Gebrak Pasar Global Pekan Depan, Spesifikasinya Bikin Merinding
Bocoran OPPO Find X9 Ultra, Bawa Teleconverter Baru dan Kamera Zoom 300mm
Redmi Note 15 Pro dan Note 15 Pro+ Siap Meluncur, Usung Kamera 200MP dan Baterai Jumbo
Xiaomi 17 Ultra Leica Edition Siap Meluncur Global, Sudah Muncul di NBTC Thailand
OPPO A6 5G Debut di India, Dibanderol Rp 3 Jutaan dengan Baterai Jumbo