Merahputih.com - Adanya ruas tol baru yang beroperasi pada musim mudik Lebaran tahuh ini akan menjadi opsi utama bagi pemudik, khususnya ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Wakil Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo mengatakan saat ini masih banyak ruas jalan tol baru yang masih minim fasilitas. Terutama tempat peristirahatan (rest area).
BACA JUGA: BPS Akui Tol Trans Jawa Bikin Pengguna Pesawat Beralih ke Moda Transportasi Darat
"Kalau kita menggunakan mobil pribadi untuk mudik, kita pasti menggunakan rest area. Kalau jalan tol sudah beroperasi, rest area harus sudah siap. Tapi kalau di Indonesia itu, tol baru beroperasi rest area dibangun," ucap dia kepada wartawan di Jakarta, Senin (27/5).
Tol Trans Jawa menurutnya merupakan salah satu contoh ruas jalan tol yang masih minim memiliki rest area. Bahkan, ada rest area yang jaraknya 100 km dengan rest area di dekatnya.
"Setelah KM 228 sampai ke Surabaya, jarak rest area sangat jauh. Bahkan dari KM 228 baru ketemu rest area di sekitar Semarang, itu kira-kira 100 km," ucapnya.
Selain jumlahnya, dia juga menyoroti fasilitas toilet umum di rest area. Menurutnya, jumlah toilet yang ada saat ini tidak akan mampu menampung lonjakan pemudik nanti. Hal ini karena adanya kesalahan jumlah penghitungan toilet pada saat proses pembangunan rest area.
"Catatan YLKI justru di fasilitas, ketika didesain rest area hanya jumlah kendaraan, tapi tidak memprediksi jumlah pengunjung," katanya.
Oleh karena itu, dia mengimbau pengelola rest area untuk menyediakan toilet umum portable, guna mengantisipasi antrean panjang
Sudaryatmo menyayangkan, pembangunan infrastruktur tol yang sangat gencar tidak diiringi pembangunan fasilits rest area yang cepat.
Menurut Sudaryatmo, salah satu kesalahan dalam pembangunan fasilitas rest area di Indonesia yaitu tidak berdasarkan pada jumlah pengunjung. Pembangunan lebih mempertimbangkan kemampuan rest area dalam menampung jumlah kendaraan.
BACA JUGA: Mulai Hari Ini Tarif Tol Jarak Jauh Trans Jawa Diskon 15 Persen
Padahal, selain untuk beristirahat dan parkir kendaraan, banyak pengunjung yang juga membutuhkan rest area untuk mampir beribadah atau membersihkan diri di toilet. Akibatnya, banyak terjadi penumpukan di toilet.
"Jumlah antara toilet cewek dan cowok sama padahal jumlah cewek lebih banyak," tutur Sudaryatmo. (Knu)