Hari Anak Nasional

Waspada Skoliosis pada Anak sejak Dini

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 23 Juli 2018
Waspada Skoliosis pada Anak sejak Dini

Anak usia pertumbuhan memiliki risiko terkena skoliosis (Foto: Pexels/Bess Hamiti)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KELAINAN tulang belakang melengkung atau skoliosis bisa menyerang siapa saja. Pria maupun perempuan dewasa berisiko terkena kelainan ini. Tidak terkecuali pula bagi anak-anak, terutama mereka yang dalam masa pertumbuhan di usia 9-17 tahun. Bahkan, karena faktor keturunan, bayi pun bisa didiagnosis mengidap skoliosis.

Oleh karena itu, orangtua harus memberikan perhatian lebih kepada anak, terutama saat mereka menjalani aktivitas sehari-hari. Menurut Nistriani TP Kusaly, Sst,Ft Fisioterapis di Scoliosis Care, ada beberapa hal yang membuat anak memiliki risiko terkena skoliosis.

Salah satu faktornya yaitu gaya duduk mereka. Nistriani menegaskan orangtua harus menasehati anak bahwa posisi duduk harus selalu tegak. Selain itu, perlu diingat pula untuk memperhatikan cara anak menulis. Jangan sekali-sekali membiarkan anak menulis dengan posisi miring. "Suruh anak duduk dengan tegak," ujar Nistriani kepada Merahputih.com, Selasa (17/7), di Jakarta Pusat.

Selain itu, orangtua juga bisa mengecek punggung anak. Raba punggung mereka, anak yang menderita skoliosis akan memiliki tonjolan tulang belikat. Lebih gampang lagi, lihatlah posisi bahu sang anak. Jika posisi bahu tinggi sebelah, itu tandanya anak tersebut terkena skoliosis.

Ada tonjolan tulang belikat pada tanda anak menderita skolisosis (Foto: Pexels/Rodolfo Clix)

Lalu, lihat juga apakah anak sering merasa lelah. Selain merasa lelah, anak pun akan marasakan pegal di satu sisi bagian tubuh. Minimal, anak yang terkena skoliosis mengalami kondisi kurva 10 derajat. Satu derajat pun bisa dianggap terkena skoliosis walaupun dalam kategori ringan.

Skoliosis terkadang sulit dirasakan penderita karena masalah psikis. Sebagaian pasien merasa mereka tidak mengalami kelainan tulang belakang. Pasalnya, otak mereka memberikan perintah bahwa tubuh mereka tidak mengalami masalah pada tulang belakang. "Misalnya kita berdiri, tapi merasa nyaman. Padahal, orang melihat kita tidak tegak," kata Nistriani mencontohkan.

Masalah psikis wajar saja terjadi. Masalahnya, tulang merupakan penggerak pasif, sedangkan otot aktif. Namun, otot tanpa otak yang memerintah, tidak akan memberikan efek pada kondisi yang tengah dirasakan. "Otak tahunya ini posisi nyaman. Sehingga orang skoliosis kompensasi merasa diri mereka lurus," tambahnya.

Berenang olahraga terbaik bagi penderita skoliosis (Foto: Pexels/Juan Salamanca)

Lebih jauh, Nistriani mengatakan menyembuhkan skoliosis bisa dengan olahraga secara teratur. Dalam hal ini, ia menyarankan agar anak memilih olahraga renang. Saat berada di air, bobot tubuh tidak akan terasa. Berenang juga sangat bagus untuk melatih otot. "Dengan renang, 90% berat badan akan hilang, gerakan jadi fleksibel," imbuhnya.

Gaya renang apa pun tidak masalah. Namun, akan lebih baik jika pasien skoliosis melakukan gaya punggung. Selain melatih otot belakang, gaya tersebut terbilang aman bagi mereka.

Jika kamu mulai melihat gejala skoliosis pada si kecil, lakukan pemerikasaan. Penanganan lebih cepat akan membuat tualng anak kembali ke keadaan semula. Agar lebih akurat, lakukan pemeriksaan menggunakan sinar X melalui konsultasi dengan dokter terlebih dulu.(ikh)

Baca juga: Bracing, Metode Penyembuhan Skoliosis Non Operasi

#Hari Anak Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kekerasan Seksual masih Jadi Ancaman Anak Indonesia, DPR Minta Pemerintah Permudah Sistem Pelaporan
Masih banyak korban yang memilih diam karena takut kepada pelaku, merasa malu, mendapat ancaman, tidak dipercaya, atau khawatir justru disalahkan ketika melapor.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kekerasan Seksual masih Jadi Ancaman Anak Indonesia, DPR Minta Pemerintah Permudah Sistem Pelaporan
Indonesia
Hari Anak Nasional 2026, Ketua DPR Tegaskan Anak Harus Terbebas dari Bullying
Berbagai tantangan masih dihadapi anak-anak Indonesia, mulai dari stunting, putus sekolah, kekerasan, perkawinan usia dini, eksploitasi, perundungan, hingga ancaman di ruang digital.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Hari Anak Nasional 2026, Ketua DPR Tegaskan Anak Harus Terbebas dari Bullying
Indonesia
Hari Anak Nasional 2026, KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi kepada Generasi Muda Lewat Edukasi Interaktif
KPK memanfaatkan Hari Anak Nasional 2026 untuk memperluas pendidikan antikorupsi melalui berbagai kegiatan interaktif bersama KemenPPPA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Hari Anak Nasional 2026, KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi kepada Generasi Muda Lewat Edukasi Interaktif
Indonesia
Transjakarta Gelar Merakids 2026, Ajak Anak Belajar Transportasi Publik di Hari Anak Nasional
Transjakarta menggelar Merakids 2026 dalam rangka Hari Anak Nasional. Sebanyak 80 anak mengikuti kegiatan edukasi transportasi publik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Transjakarta Gelar Merakids 2026, Ajak Anak Belajar Transportasi Publik di Hari Anak Nasional
Indonesia
Momen Hari Anak Nasional 2026, Ancol Gratiskan Tiket Dufan hingga Sea World untuk Anak
Ancol menghadirkan program Kids Free Ticket untuk Hari Anak Nasional 2026. Anak hingga usia 12 tahun bisa mendapatkan tiket gratis rekreasi pada periode 23-26 Juli.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Momen Hari Anak Nasional 2026, Ancol Gratiskan Tiket Dufan hingga Sea World untuk Anak
ShowBiz
Karakter Film 'Jumbo' Hadirkan Warna Baru di Playlist Anak Spotify
Karakter film Jumbo hadir di Playlist Anak Spotify dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 Juli 2025
Karakter Film 'Jumbo' Hadirkan Warna Baru di Playlist Anak Spotify
Lifestyle
Diamond Kids Fest 2024 Dukung Eksplorasi Cita-Cita Anak
Diamond Milk memberikan ruang bagi anak-anak mengekspresikan cita-cita masa depan mereka.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juli 2024
Diamond Kids Fest 2024 Dukung Eksplorasi Cita-Cita Anak
Indonesia
Bank DKI Berikan Bantuan ADHIV Melalui Komisi Penanggulangan AIDS DKI
Bank DKI memberikan bantuan kepada 80 anak yang hidup dengan HIV (ADHIV).
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 24 Juli 2024
Bank DKI Berikan Bantuan ADHIV Melalui Komisi Penanggulangan AIDS DKI
Berita Foto
Vaksin Polio Semarakkan Hari Anak Nasional di Jakarta
Anak Taman Kanak-kanak (TK) menerima vaksin polio anak saat pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio dalam rangka Hari Anak Nasional di TKN Tegal, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2024).
Didik Setiawan - Selasa, 23 Juli 2024
Vaksin Polio Semarakkan Hari Anak Nasional di Jakarta
Indonesia
Hari Anak Nasional, Jokowi: Harus Disiapkan Kepintaran, Juga Karakternya
Jokowi menyampaikan masa depan dan harapan bangsa ada pada anak-anak.
Frengky Aruan - Selasa, 23 Juli 2024
Hari Anak Nasional, Jokowi: Harus Disiapkan Kepintaran, Juga Karakternya
Bagikan