Kesehatan

Waspada! 5 Tanda Ini Artinya Tubuhmu Kelebihan Kafein

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Februari 2020
Waspada! 5 Tanda Ini Artinya Tubuhmu Kelebihan Kafein

Lezat, namun jika terlalu sering berbahaya bagi tubuh. (Foto: Unsplash/Toa Heftiba)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KOPI nampaknya banyak digemari masyarakat karena dianggap sebagai ‘teman’ untuk menemani rutinitas. Beberapa orang bahkan kecandugan dan tidak lengkap rasanya jika tidak menyeruput kopi di pagi hari. Kandungan kafeinnya mampu menambah energi dan menghilangkan rasa kantuk. Terlepas dari itu, tetap saja kelebihan kafein juga tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Baca juga:

Waspadai Overdosis Kafein

Untuk itu, jangan hanya rasa nikmatnya saja yang diutamakan, tetapi juga kesehatan tubuhmu. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut lima tanda tubuhmu kelebihan kafein.

1. Mudah cemas

Waspada! 5 Tanda Ini Artinya Tubuhmu Kelebihan Kafein
Tak hanya cemas, kamu juga akan merasa gugup. (Foto: Unsplash/Road Trip with Raj)

Tanda pertama akibat kelebihan kafein adalah kamu akan merasa cemas. Kopi memiliki kandungan kafein yang tinggi dan dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Jika mengonsumsi rutin dan dalam porsi besar, kamu akan merasa cemas sekaligus gugup.

Kopi dianggap sebagai pemicu pelepasan adrenalin seseorang. Apabila sudah merasa seperti ini, tandanya tubuhmu kelebihan kafein dan mulai meminimalisir kopi.

2. Detak jantung

Waspada! 5 Tanda Ini Artinya Tubuhmu Kelebihan Kafein
Detak jantungi yang tinggi membuatmu pusing bahkan pingsan. (Foto: Unsplash/Giulia Bertelli)

Melansir dari laman Dazzling News, jika seseorang mengonsumsi kopi dengan porsi tinggi maka akan membuat detak jantung berdebar lebih cepat dari biasanya.

Bahkan, detak jantung yang cepat akan membuatmu pusing dan pingsan. Oleh karena itu, bagi para penderita jantung dan tekanan darah tinggi dianjurkan untuk menghindari kopi.

Baca juga:

Begini Cara Kerja Kafein, Kandungan Kopi yang Bikin Melek

3. Masalah pencernaan

Waspada! 5 Tanda Ini Artinya Tubuhmu Kelebihan Kafein
Tidak menutup kemungkinan terkena diare. (Foto: Polaris Chiropractic)

Mengonsumsi kopi disebut-sebut bermanfaat bagi pencernaan. Tetapi tidak jika kamu mengonsumsinya secara berlebihan. Seorang ilmuwan Eropa mengatakan bahwa kandungan senyawa kopi dapat merangsang sekresi asam lambung di sel perut.

Mengonsumsi kopi secara berlebihan juga menghasilkan rasa asam pada sistem pencernaan yang membuat perut mulas dan menjadi lebih sakit. Awas, jangan sampai diare ya!

4. Dehidrasi

Waspada! 5 Tanda Ini Artinya Tubuhmu Kelebihan Kafein
Dinetralisir dengan air putih. (Foto: Unsplash/Autri Taheri)

Pernahkah kamu sering buang air kecil setelah mengonsumsi kopi secara berlebihan? Ya, kopi memiliki sifat diuretik yang bisa memicu tingkat produksi urin dalam tubuh. Jika tidak diimbangi dengan air putih, tubuhmu akan kekurangan carian dan mudah lemas.

Alhasil, timbullah rasa kantuk yang dapat menunda pekerjaanmu. Lagipula, kamu dibuat tidak nyaman ketika harus bolak-balik kamar mandi untuk buang air kecil.

5. Lelah di kemudian hari

Waspada! 5 Tanda Ini Artinya Tubuhmu Kelebihan Kafein
Menjalani aktivitas pun menjadi tidak semangat. (Foto: Unsplash/Adrian Swancar)

Kandungan kafein dapat merangsang sistem saraf dan juga meningkatkan kinerja fisik hingga 11-12 persen. Kopi juga memiliki unsur kimia yang buruk, yakni Adenosine.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa setelah minum kopi terlalu banyak, kamu akan merasa lelah dan tertidur. Saat bangun, rasa lelah itu akan muncul dapat membuat kita malas untuk beraktivitas. (And)

Baca juga:

Kafein Agen Anti Obesiti

#Kesehatan #Info Kesehatan #Kafein
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan