Warga Jateng yang Selesai Observasi Corona di Natuna Tak Butuh Perlakuan Khusus

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 17 Februari 2020
Warga Jateng yang Selesai Observasi Corona di Natuna Tak Butuh Perlakuan Khusus

Upacara pelepasan WNI asal Wuhan usai obervasi 14 hari di Natuna, Kepri. Sabtu (15/2). Foto: BNPB

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) memastikan warga yang pulang dari daerah penularan penyakit akibat infeksi virus corona baru (COVID-19) di Provinsi Hubei, China, dan sudah selesai menjalani observasi selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau, dalam keadaan sehat dan tidak membutuhkan perlakuan khusus.

"Tidak ada perlakuan khusus, wong mereka ini sudah dinyatakan sehat kok. Oleh karena itu jangan ada kekhawatiran," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo dikutip Antara, Minggu (16/2).

Baca Juga

Waspada Virus Corona, Vietnam Awasi Ribuan Pekerja Tiongkok

Ia menjelaskan bahwa 10 warga Jateng yang selesai menjalani observasi selama 14 hari di Natuna sudah kembali ke rumah masing-masing.

"Yang turun di sini (Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang) ada lima, dari Semarang ada dua, Kendal, Pati dan Sukoharjo. Sisanya ada yang turun di (Bandara Adi Sucipto) Yogyakarta tiga orang, dua orang lagi naik kendaraan darat," jelas dia.

Sejumlah WNI di tempat karantina virus corona di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/2/2020). . ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras.
Sejumlah WNI di tempat karantina virus corona di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/2/2020). . ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras.

Menurut Yulianto, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memfasilitasi pemulangan mereka dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta ke daerah asal mereka.

"Disiapkan kendaraan untuk pulang ke rumah masing-masing, namun ada juga yang dijemput keluarganya," ucapnya.

Baca Juga

Hampir Seratus Hoaks Disebar Terkait Virus Corona

Ia menjelaskan pula bahwa lima warga Jateng yang telah menjalani observasi di Natuna dan tiba di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang pada Sabtu (15/2) pukul 21.49 WIB tidak bersedia diwawancarai media massa.

"Mohon maaf karena privasi dan atas permintaan pribadi, yang bersangkutan tidak bersedia diliput," tutupnya. (*)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan