Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Warga Amerika Menentang Serangan ke Iran, Tapi Trump Punya 2 Alasan Jika Ingin Terlibat

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 20 Juni 2025
Warga Amerika Menentang Serangan ke Iran, Tapi Trump Punya 2 Alasan Jika Ingin Terlibat

Ilustrasi - Fasilitas nuklir Iran. ANTARA/Anadolu/py/am.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Survei yang dilakukan oleh The Washington Post mengungkapkan, hampir separuh warga Amerika Serikat menentang serangan udara AS terhadap Iran.

Dalam survei yang dilakukan Kamis (20/6) hanya seperempat yang menyatakan dukungan.

Survei yang dilakukan melalui pesan teks pada Rabu (18/6) dan menerima lebih dari 1.000 responden, menunjukkan bahwa sebanyak 45 persen menentang aksi militer AS, 25 persen mendukung, dan 30 persen masih belum memutuskan pilihan.

Jajak pendapat tersebut dilakukan di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah, saat Washington mempertimbangkan untuk melakukan respons terhadap perkembangan terbaru yang melibatkan konflik Iran-Israel.

Baca juga:

Mengenal Rudal Sejjil Milik Garda Revolusi Iran, ‘Pembuka Pintu Neraka’ yang Bisa Hancurkan Israel dalam Hitungan Menit

Hasil survei tersebut menunjukkan tingkat skeptisisme publik yang signifikan terhadap eskalasi militer, dengan perbedaan 20 poin antara kelompok yang menentang dan kelompok yang mendukung.

Sementara itu, dua pertiga dari pendukung Partai Demokrat mengungkapkan pertentangan terhadap aksi militer, sembari menggarisbawahi sentimen anti perang yang kuat di kalangan basis partai tersebut.

Sebaliknya, sebanyak 47 persen dari pendukung Partai Republik mengatakan mereka akan mendukung serangan, dengan 24 persen lainnya menyatakan penolakan dan 29 persen belum menentukan pilihan.

Sekitar satu dari lima warga AS percaya bahwa program nuklir Iran merupakan ancaman serius dan langsung terhadap AS, sementara hampir separuhnya menganggap sebagai ancaman yang agak serius, dan sepertiga lainnya melihatnya sebagai ancaman yang tidak terlalu mengancam.

Selain itu, sekitar empat dari sepuluh warga AS mengatakan mereka sangat khawatir AS akan terlibat dalam perang skala penuh dengan Iran, sementara proporsi yang hampir sama menyatakan sedikit khawatir.

Sementara itu, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana berpendapat bahwa Amerika Serikat (AS) atau Presiden Donald Trump memanfaatkan Israel sebagai proksi (perwakilan) untuk menyerang Iran.

AS memiliki dua alasan untuk menyerang Iran, yaitu karena Iran dianggap sebagai kekuatan di belakang Hamas, Hezbollah, Houthi yang menyerang Israel.

Alasan yang kedua adalah program pengembangan nuklir Iran yang dikhawatirkan akan digunakan untuk menyerang Israel, lanjutnya.

Hal tersebut juga dapat dilihat dari pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai perundingan kesepakatan nuklir Iran, khususnya terkait pengayaan uranium di Iran.

“Hanya saja kalau Amerika Serikat melakukan serangan langsung ke Iran, tentu ini tidak mempunyai basis hukum dan juga bahwa yang dilakukan oleh AS ini akan menjadi kritikan bagi masyarakat internasional,” jelas Hikmahanto.

#Israel #Iran #Perang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Jurnalis yang lebih banyak menulis terkait ekonomi makro dan juga pendamping petani.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dimakamkan di Pemakaman Imam Reza di Mashhad
Upacara pemakaman Ali Khamenei yang berlangsung sejak Jumat lalu (3/7) dihadiri oleh pejabat politik yang mewakili lebih dari 45 negara dan cendekiawan dari 90 negara lebih.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 10 Juli 2026
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dimakamkan di Pemakaman Imam Reza di Mashhad
Indonesia
Tertahan Sejak Maret, Kapal Pertamina Akhirnya Keluar dari Selat Hormuz
Keberhasilan tersebut juga merupakan buah dari dukungan dan komunikasi yang baik dengan otoritas terkait di Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Tertahan Sejak Maret, Kapal Pertamina Akhirnya Keluar dari Selat Hormuz
Dunia
Amerika Serang Iran, Aktivitas Pelayaran Selat Hormuz Nyaris Terhenti Lagi
Jika dibandingkan dengan periode konflik terbuka, maka jumlah kapal yang melintas biasanya kurang dari 20 kapal per hari.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Amerika Serang Iran, Aktivitas Pelayaran Selat Hormuz Nyaris Terhenti Lagi
Indonesia
Serangan AS Dalam 2 Hari ke Iran Tewaskan 14 Orang dan Melukai 78 Lainnya
Eskalasi dimulai setelah Amerika Serikat menuduh Iran menyerang tiga kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Serangan AS Dalam 2 Hari ke Iran Tewaskan 14 Orang dan Melukai 78 Lainnya
Indonesia
Delegasi Pemerintah ke Pemakaman Ali Khamenei Berangkat Kamis (8/7), Bawa Juga Ulama
Delegasi akan langsung berangkat ke tempat peristirahatan terakhir Khamenei untuk selanjutnya mengikuti pertemuan dengan Pemerintah Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
Delegasi Pemerintah ke Pemakaman  Ali Khamenei Berangkat Kamis (8/7), Bawa Juga Ulama
Indonesia
Ketua MPR Ngaku Diutus Presiden, tak Pernah Ajukan Diri Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Muzani mengaku tidak pernah mengajukan diri untuk menjadi delegasi Indonesia dan tidak mengetahui pertimbangan khusus Presiden menunjuk dirinya.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
Ketua MPR Ngaku Diutus Presiden, tak Pernah Ajukan Diri Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Dunia
Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Lanjut di Irak, Jenazah Dibawa ke Karbala
Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei berlanjut di Irak. Jenazah tiba di Najaf, disambut Presiden Iran dan PM Irak.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 Juli 2026
Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Lanjut di Irak, Jenazah Dibawa ke Karbala
Indonesia
Iran Tembakan Dua Rudal ke Kapal Komersial Melintasi Selat Hormuz
Dua pejabat AS menyebutkan, Amerika kemungkinan akan membalas dengan serangan terhadap target-target Iran menyusul serangan tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Iran Tembakan Dua Rudal ke Kapal Komersial Melintasi Selat Hormuz
Indonesia
Bambang Pacul Kritik Pengutusan Muzani ke Iran, Ketua MPR tak Bisa Langsung Diperintah Presiden
Presiden tidak bisa serta-merta menugasi Ketua MPR karena keduanya merupakan pemimpin lembaga negara yang memiliki kedudukan sejajar.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
Bambang Pacul Kritik Pengutusan Muzani ke Iran, Ketua MPR tak Bisa Langsung Diperintah Presiden
Indonesia
Indonesia hanya Diwakili Dubes saat Penghormatan Ayatollah Khamenei, Menlu: Ada Berbagai Pertimbangan Teknis
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan Indonesia telah menerima undangan upacara penghormatan terakhir terhadap Khamenei.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
Indonesia hanya Diwakili Dubes saat Penghormatan Ayatollah Khamenei, Menlu: Ada Berbagai Pertimbangan Teknis
Bagikan