Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Wali Kota Solo Imbau Warganya di Perantauan Batalkan Mudik

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 29 Maret 2020
Wali Kota Solo Imbau Warganya di Perantauan Batalkan Mudik

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengimbau kepada warga perantau yang tinggal di Solo atau warga Solo yang tinggal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) agar membatalkan niat mudik terlebih dulu. Hal itu sesuai imbauan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk memutus rantai penularan virus corona atau Covid-19.

"Saya mengimbau perantauan di daerah lain agar menunda jadwal mudiknya. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengantisipasi adanya penyebaran wabah virus corona atau covid-19," ujar Rudy, Minggu (29/3).

Baca Juga

Anies Beberkan Strategi Tanggulangi COVID-19 di Depan 44 Wali Kota Dunia

Politisi PDIP ini menegaskan tidak ada larangan warga untuk mudik karena itu hak sebagai waga negara. Namun demikian, dalam kondisi seperti sekarang dengan adanya virus corona sebaiknya mudik ditunda dulu.

"Saya khawatir virus corona akan semakin menyebar kemana-mana. Atas dasar tersebut Pemkot Solo berprinsip mencegah lebih baik dari pada mengobatinya," kata dia.

Sopir dan kernet bus AKAP diperiksa kesehatannya di Terminal Tipe A Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

Ia pun hanya bisa memberikan imbauan agar warga tidak pulang atau mudik dulu selama masa pandemi corona ini. Para perantau yang hendak mudik juga sebaiknya memberikan alasannya yang spesifik jika benar-benar memilih pulang ke kampung halaman.

"Jika pulang sebaiknya diberitahu dahulu alasannya. Saya juga mengingatkan agar meningkatkan kewaspadaan di terminal," kata dia.

Rudy menambahkan andai mendapati perantau pulang Solo yang diperiksa dan berstatus ODP diharuskan mengkarantina diri sendiri selama 14 hari.

Baca Juga

Anies Perpanjang Status Tanggap Darurat hingga 19 April, Warga Dilarang Keluar Rumah

Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto, menambahkan usai penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) Solo jumlah bus yang melalui Terminal Tirtonadi menurun hingga 50 persen. Penumpang yang turun di Terminal Tirtonadi dari Jabodetabek tetap masih ada, tetapi jumlahnya sangat kecil.

"Pemudik asal Jabodetabek di terminal Induk Solo belum terlihat. Ada hanya tiga sampai empat orang saja rata-rata perhari," kata Joko. (*)

Berita ini merupakan laporan Ismail Soli, kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya

#Pasien Corona #Virus Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan