LEBIH dari 700 personel militer Inggris ambil bagian dalam upacara pemakaman Pangeran Philip hari Sabtu di Kastil Windsor. Mereka termasuk marching band tentara, pasukan terompet Royal Marine dan para penjaga kehormatan yang ditarik dari seluruh angkatan bersenjata.
Namun, tentu saja tidak semua memadati pemakaman. Pembatasan COVID-19 membuat rencana 800 pelayat dalam rencana prosesi pemakaman lama, menjadi hanya 30 orang di dalam Kapel St George, termasuk Ratu Elizabeth II dan keempat anaknya. Mereka berbaris dalam arak-arakan yang membawa jenazah dari Kastil Windsor ke Kapel St George.
Baca juga:
Jenderal Nick Carter, kepala angkatan bersenjata Inggris, mengatakan upacara itu akan mencerminkan ketepatan militer. "Dan yang terpenting, saya pikir, itu akan menjadi perayaan kehidupan yang dijalani dengan baik," ujar Carter kepada BBC (17/4).
"Itu juga akan menunjukkan, saya pikir, betapa angkatan bersenjata mencintai dan menghormatinya. Militer selalu menghormati orang-orang yang memiliki nilai dan standar mereka, dan yang benar-benar telah menunjukkan keberanian yang besar," tambahnya.
Rute dari pintu masuk Kastil Windsor ke Kapel St George dipenuhi personel dari Angkatan Laut Kerajaan, Marinir Kerajaan, The Highlanders, Resimen Kerajaan Batalyon ke-4 di Skotlandia, dan Angkatan Udara Kerajaan. Senjata harus ditembakkan oleh Artileri Kuda Kerajaan Pasukan Raja dari Lawn Timur selama prosesi.
Band dari Pengawal Grenadier dan Resimen Senapan, anggota Household Cavalry dan Royal Navy "piping party" juga hadir. Pengusung jenazah dari Marinir Kerajaan dan resimen serta korps lain yang terkait dengan Pangeran Philip membawa peti matinya masuk ke dalam kapel.
Baca juga:
7 Anggota Keluarga Kerajaan Inggris yang Gantikan Tugas Pangeran Philip
Mendiang Pangeran Philip yang meninggal 9 April pada usia 99, sangat terlibat dalam perencanaan pemakamannya. Dia membuat sebuah acara yang akan mencerminkan dinas Angkatan Laut Kerajaan dan ikatan seumur hidupnya terhadap dunia militer. Yang tidak ketinggalan tentunya, kecintaannya pada Land Rover yang tangguh, kendaraan dirancang khusus untuk membawa peti mati.
Marching band angkatan bersenjata memainkan himne dan musik klasik sebelum upacara pemakaman, yang juga akan didahului dengan satu menit keheningan di seluruh Inggris.
Di dalam kapel gothic, tempat pernikahan dan pemakaman kerajaan selama berabad-abad, prosesi pemakaman tersebut ada pasukan terompet Royal Marine yang membunyikan "Action Stations," sebuah alarm yang memperingatkan para pelaut untuk bersiap-siap berperang.
Itu adalah permintaan pribadi dari Pangeran Philip, yang menghabiskan hampir 14 tahun di Royal Navy dan melihat aksi di Mediterania, Samudra Hindia, dan Pasifik selama Perang Dunia II. (aru)
Baca juga:
Ratu Elizabeth II akan Duduk Sendirian saat Pemakaman Pangeran Philip