MerahPutih.Com - Pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyatakan Indonesia bubar pada tahun 2030 mendapat tanggapan beragam dari para politisi. Setidaknya ada dua kutub pendapat yang saling bertentangan, pro dan kontra.
Bagi Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, pernyataan Prabowo bukan tanda pesimistis dengan kondisi Indonesia. Politikus PKS ini justru menilai pidato Indonesia bubar 2030 dari Prabowo lebih kepada sebuah peringatan.
"Pernyataan itu tidak dimaksudkan agar masyarakat Indonesia pesimis dan Indonesia bubar. Saya setuju dengan pernyataan Kapolri, seharusnya itu dipahami sebagai peringatan agar kita satu padu secara dini menyelamatkan masa depan Indonesia," ujar Hidayat Nur Wahid di Padang, pada Minggu (25/4).
Menurut dia, pada masa keterbukaan informasi saat ini banyak pernyataan dan pidato tokoh yang bisa didapatkan secara instan.
Namun, substansi dari pernyataan dan pidato itu kerap disampaikan secara tidak utuh, sehingga menimbulkan kesalahpahaman, begitu simpulan logis dari Hidayat Nur Wahid sebagaimana dilansir Antara.
Terkait itu, ia meminta masyarakat untuk terlebih dulu mengupas sebuah informasi secara seksama agar dapat memahami persoalan yang ada dengan lebih jelas, bukannya malah menjadi masalah.
"Jadi kalau kemudian ada yang sebarkan pernyataan beliau supaya jadi pesimis, berarti orang itu tidak paham terhadap pidato dari Pak Prabowo. Dia itu ketua dari partai yang namanya Gerakan Indonesia Raya, masa mau menghancurkan Indonesia?," kata Hidayat yang disebut-sebut sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo di Pilpres 2019 itu.
Diberitakan sebelumnya, akun Partai Gerindra mengunggah sebuah video yang berisi pidato Prabowo Subianto yang mengutip kajian luar negeri tentang prediksi Indonesia bubar pada 2030.
Banyak reaksi yang timbul dengan dimuatnya video itu, termasuk Presiden Jokowi yang menegaskan perlunya membangun optimisme dan harapan di kalangan masyarakat.(*)