MerahPutih.com - Alumni gerakan 212 menegaskan takkan mempermasalahkan siapa partai yang akan mengisi kursi jabatan Wakil Gubernur DKI. Mereka hanya menuntut wagub baru nanti harus berani menghentikan proyek Reklamasi Teluk Jakarta.
"Dari umat islam khusunya PA 212 ini untuk dijalankan yang kami meminta untuk jangan pernah memberikan ruang gerak atau toleransi untuk proyek reklamasi diberikan atau dilanjutkan itu harga mati," kata Juru Bicara (Jubir) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin, saat dikonfirmasi wartawan semalam.
"Jangan coba-coba karena kita memilih gubernur dan wakil gubernur satu paket untuk tolak reklamasi," imbuh anggota Advokad Cinta Tanah Air (ACTA) itu memberi ancaman kepada sosok yang nanti mengisi posisi Sandiaga Uno di Pemprov DKI.
Novel juga meminta kepada pemimpin Jakarta untuk bisa membangun moral warga DKI Jakarta. "Artinya kita sudah mendukung meminta apa yang kita kontrak politik pada gubernur sekarang sebelumnya untuk menutup tempat-tempat maksiat tempat-tempat kemurkaan tempat hiburan malam peredaran miras," tuturnya.
Sebelumnya diketahui, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah resmi memilih Sandiaga Uno menjadi bakal calon wakil presiden (Cawapres) mendampingi dirinya untuk maju di Pemilihan presidan (Pilpres) 2019.
Dengan begitu, Sandiaga langsung menyerahkan surat pengunduran diri jabatan Wagub DKI kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Jumat (10/8) lalu. Adapun surat yang sama untuk Presiden Jokowi turut dilampirkan saat itu.
Sejumlah nama-nama pun kuat bermunculan menggantikan Sandiaga antara lain, M Taufik Gerindra DKI, ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dan Nurmansyah Lubis, Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu. (Asp)