VW Tawarkan Pesangon kepada Karyawan di Rusia untuk Berhenti Sukarela
VW rencanakan hengkang dari Rusia. (Foto: Unsplash/Julian Hochgesang)
INDUSTRI otomotif di Rusia telah terhenti sejak konflik Rusia-Ukraina pada 24 Februari. Hampir semua pabrik besar internasional telah keluar dari negara itu atau menghentikan operasi lokal. Tak jauh berbeda Volkswagen juga mengalami hal yang sama.
Perusahaan Jerman itu sekarang berusaha meminimalkan kerugian finansial pada bisnisnya itu. Dinukil dari Motor1 yang menuliskan bahwa pabrik asal Jerman itu menawarkan imbalan kepada karyawan lokal jika mereka setuju untuk berhenti dari VW secara sukarela.
Lebih lanjut bahwa perusahaan mobil legendaris itu tengah melakukan negosiasi dengan tenaga kerjanya di pabrik yang berlokasi di kota Nizhny Novgorod. VW menawarkan kompensasi finansial dan asuransi kesehatan hingga akhir tahun.
Baca juga:
Volkswagen Merilis Konsep Mobil Van Model Kompak
Sekitar 200 orang yang bekerja di pabrik ditawari kompensasi setelah Volkswagen mengumumkan pada Maret 2022 lalu bahwa produksi di Nizhny Novgorod akan ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Menurut informasi yang tersedia, karyawan yang setuju untuk berhenti dari perusahaan sebelum 17 Juni akan menerima bayaran sebesar enam bulan gaji.
Volkswagen mengoperasikan dua pabrik produksi di Rusia. Adapun pabrik yang di Nizhny Novgorod bukan milik pabrikan Jerman tersebut melainkan kerja sama dengan pembuat mobil lokal GAZ Group.
Grup Volkswagen memproduksi Volkswagen Polo, Taos, Skoda Kodiaq, Karoq, dan Kamiq, tetapi jalur perakitan dihentikan tak lama setelah konflik Rusia-Ukraina dimulai. VAG memiliki pabrik di Kota Kaluga yang mempekerjakan sekitar 4.200 orang.
Baca juga:
Mobil Ikonik Hippies yang Masih Diburu Penggemar Otomotif
Volkswagen bukan satu-satunya pabrikan mobil yang berjuang mempertahankan eksistensinya di Rusia. Sayangnya konflik itu terus berlarut dan membuat situasi dan kondisi dunia otomotif di sana tidak menampakan prospek yang menggembirakan. Seperti Renault harus menjual saham pengendalinya di AvtoVAZ dan pabrik yang sebelumnya dioperasikan sekarang dikendalikan oleh Kota Moskow.
Ada desas-desus tentang kemungkinan kebangkitan Moskvitch, mantan pembuat mobil era Soviet. Spekulasi terliar bahkan mengklaim merek tersebut dapat kembali sebagai pembuat mobil EV.
Terdapat perusahaan otomotif lain yang menghentikan operasinya di Rusia seperti Mitsubishi, Ford, Suzuki, Toyota, Honda, BMW, dan lainnya. Sebagian besar dari mereka tidak lagi memproduksi dan mengimpor mobil ke negara itu sebagai akibat dari sanksi Barat. (waf)
Baca juga:
Damaikan Jempol Waspada Hoaks Perang Rusia-Ukraina
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Peduli Bencana Sumatera Utara: Bantuan Pakaian dan Layanan Penggantian Oli Gratis untuk Warga Terdampak
Mobil Hadirkan Formula Pelumas Baru yang Mendukung Mesin Konvensional dan Hybrid
VinFast Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Subang, Tegaskan Komitmen Lokalisasi di Indonesia
Pria ODGJ Ngamuk, 3 Mobil di Showroom Kartasura Jadi Korban
Terungkap, Pengemudi Mobil MBG yang Tabrak Siswa SDN 01 Kalibaru Ternyata Sopir Pengganti
Pemprov DKI Jamin Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Mobil SPPG di SDN 01 Kalibaru
21 Orang Jadi Korban Ditabrak Mobil MBG, Pramono: Peristiwa ini Tidak Terduga Sama Sekali
Mobil Tabrak Sejumlah Siswa SDN Kalibaru Cilincing, Sopir Langsung Ditangkap Polisi
Pengundian Akhir Program Mobil Lubricants 2025: Partisipasi Konsumen Capai Puncaknya