Volume Lalu Lintas Diprediksi Tembus 2,73 Juta Kendaraan pada Mudik Nataru
Ilustrasi - Anggota pramuka membantu petugas kepolisian mengatur lalu lintas di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, Kamis, (30/5/2019). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)
MerahPutih.com - Puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) bakal terjadi H-2 sebelum Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.
Direktur Utama Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur menjelaskan, volume lalu lintas ketika periode itu mencapai 2,73 juta kendaraan.
"Puncaknya untuk mudik di Natal dan Tahun Baru adalah Jumat. Kemudian baliknya di hari H, 25 (Desember 2022) dan 1 (Januari 2023) itu jatuhnya hari Minggu," ungkap Subakti Syukur di Jakarta, Senin (12/12).
Baca Juga:
Pengamanan Nataru Fokus pada Kelancaran Arus Lalu Lintas
Pada arus mudik Nataru kali ini, Jasa Marga memproyeksikan adanya peningkatan lalu lintas ketimbang libur Nataru tahun lalu maupun di waktu normal.
Ia telah memprediksi, arus mudik luar Jabotabek melalui empat gerbang utama nanti diperkirakan 2,73 juta kendaraan.
Naik 2,6 persen terhadap Nataru tahun 2021 sekitar 2,6 juta.
"Juga terhadap normal, kami ambil Juni 2022 naik sekitar 8,4 persen. Dimana normalnya adalah 2,5 juta," jelas Subakti.
Adapun distribusi volume lalin ke arah timur atau trans Jawa sebesar 47 persen, arah barat atau Merak sebesar 30,6 persen, dan arah selatan atau Ciawi sebesar 22,4 persen.
Sedangkan untuk arus balik atau kendaraan yang pulang ke wilayah Jabotabek melalui 4 gerbang utama diperkirakan sebesar sebesar 2,71 juta kendaraan.
Angka tersebut naik 1,2 persen terhadap Nataru 2021 yang sebanyak 2,6 juta kendaraan atau naik 9 persen terhadap hari normal sebanyak 2,48 juta kendaraan.
Baca Juga:
Kasus COVID-19 Tambah Banyak Jelang Nataru, Warga Diminta Segera Suntik Booster
Distribusi volume lalin arus balik dari arah timur atau Trans Jawa sebesar 47,4 persen, arah barat atau Merak sebesar 30,1 persen, dan arah selatan atau Ciawi sebesar 22,5 persen.
Lalu, proyeksi volume lalu lintas terpadat bakal terjadi ke arah timur melalui Jalan Tol Trans Jawa, dengan kontribusi hampir 50 persen.
Adapun rencana rekayasa lalu lintas untuk mengatasi kepadatan di lokasi terpadat atau yang menjadi perhatian khusus. Di antaranya, ruas Jakarta - Cikampek atau KM 48 hingga KM 66 dan KM 70 hingga KM 72. Serta ruas Cikampek - Palimanan atau KM 185 hingga KM 188.
Selain itu, juga ada pengoperasian fungsional penambahan 1 lajur 2 arah Ruas Jakarta Cikampek di KM 50 hingga KM 66 sepanjang 16 km.
"Sehingga tidak diperlukan rekayasa lalu Finfas satu arah (one way)," tegasnya.
Pengoperasian fungsional ruas Jakarta Cikampek 2 Selatan atau Sadang - Kutanegara sepanjang 8,5 km - masuk Tol Cipularang atau Sadang KM 76 dan keluar jalan arteri untuk kembali masuk alan tol Jakarta Cikampek atau Karawang Barat KM 48.
"Bersama Kemenhub dan Kepolisian mengatur waktu operasional kendaraan. Libur Natal di atur truk dan jamnya memang kalau di Hubdar di tol kita di 3 ruas," pungkasnya. (Knu)
Baca Juga:
Jelang Nataru, Ramp Check Dilakukan Pada Bus AKAP
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Angka Kecelakaan Nataru 2025 Turun, Komisi V Minta Strategi Disempurnakan untuk Mudik Lebaran 2026
Ragunan Disesaki 14 Ribu Lebih Pengunjung di Hari Terakhir 2025
Padat Penumpang Jelang Tahun Baru, KAI Daop 1 Dorong Perjalanan Ramah Lingkungan
Dihantam Gelombang Tinggi, Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo
Arus Libur Nataru 2026: 1,36 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Arus Balik Natal 2025 Mulai Terasa, Penumpang Kereta yang Tiba di Jakarta Lampaui Keberangkatan
Kapasitas KA Jarak Jauh KAI Terisi 95 Persen, Puncak Penumpang Terjadi 24 Desember
Arus Lalu Lintas Libur Natal Meningkat, Contraflow Mulai Diberlakukan di Tol Jakarta - Cikampek
666.993 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Melonjak 8 Persen dari Lalin Normal
Wagub Rano Tegaskan Pasokan dan Stok Pangan Aman hingga Januari 2026, Harga Juga Relatif Stabil