Viral, Pria ini Lapor Polisi akibat Gagal Main Game Mesin Capit 200 Kali
Seorang pria lapor polisi karena merasa dicurangi pada permainan mesin capit (Foto: unsplash/AJ Garcia)
MESIN capit boneka banyak ditemui di pusat-pusat permainan seperti di Mall. Bila dilihat sekilas memang tampak mudah, namun sebenarnya sangat sulit dimainkan. Misalnya yang dialami seorang pria asal Jepang ini. Ia gagal memenangkan satu boneka pun setelah 200 kali percobaan berturut-turut.
Pengguna Twitter bernama Ogarun itu, merupakan penggemar berat permainan mesin capit. Ia bahkan dijuluki sebagai 'UFO Cathers' di Jepang. Pria tersebut mengunjungi sebuah pusat gim pada awal bulan ini, dan sangat frustasi dengan satu mesin cakar di sebuah pusat gim hingga akhirnya dia menelepon polisi.
Baca Juga:
Kucing Ajaib Viral Ini Dijual Rp1,8 Miliar, Intip Kelebihannya
Dia dilaporkan mencoba peruntungannya 200 kali berturut-turut dan gagal mendapatkan satu hadiah pun. Usai bertengkar dengan staf di pusat gim, dia menelepon pihak berwajib. Menariknya, polisi meminta operator pusat gim itu untuk mendemonstrasikan bahwa mesin itu bisa dikuasai, tetapi operator itu juga gagal 300 kali berturut-turut.
???????????????????? pic.twitter.com/beEO85HXp1
— ?????? (@84848141a) October 8, 2020
Ogarun memposting foto operator pusat gim yang mencoba mendapatkan hadiah di bawah pengawasan petugas polisi, dan kemudian menambahkan keterangan bahwa foto itu diambil usai operator pusat gim gagal lebih dari 300 kali, hingga akhirnya berhasil memindahkan satu hadiah dari dalam mesin.
Namun terkait kasus tersebut, Kepolisian setempat tidak mengambil tindakan apa pun terhadap pusat gim atau pabrik mesin kali ini.
"Saya tidak bisa menang sama sekali, jadi sekarang polisi ada di sini, polisi tengah menyelidiki anggota staf yang masih belum menang," ujar Ogarun pada caption foto yang saat ini jadi viral.
Unggahan Ogarun pun menjadi viral di internet, dan selama ini orang-orang telah berbagi pendapat mereka tentang insiden itu. Sebagian besar dari mereka, pada dasarnya menggambarkan mesin cakar sebagai scam.
"Semua orang tahu kekuatan derek sebanding dengan berapa banyak uang yang di masukan," ucap seorang pengguna.
Baca Juga:
Viral, Sepotong Ham Termahal di Dunia Dibanderol Lebih dari Rp200 juta
Insiden tersebut membuat pemikiran buruk para warganet tentang mesin capit. sehingga produsen mesin capit, Perusahaan Jepang SEGA, mengeluarkan pernyataan tentang masalah itu.
"Secara keseluruhan, gim capit dimaksudkan untuk dinikmati sebagai cara bagi pelanggan untuk mencoba keterampilan dan keberuntungan mereka, dan dimainkan dengan mengetahui bahwa ketika mereka memasukkan uang, hadiah belum tentu keluar," ucap pihak SEGA seperti yang dilansir dari laman odditycentral.
"Tentu saja, kami berusaha keras agar staf kami mengetahui situasi pelanggan, jadi jika ada sesuatu yang tidak beres, kamu dipersilakan untuk menghubungi mereka, dan meminta mereka membantumu. itu adalah operasi fundamental perusahan kami," tambahnya.
Jadi, janganlah buang waktumu untuk mesin capit bila motivasi kamu untuk mendapatkan hadiah, melainkan bukan mendapatkan pengalamannya. Atau setidaknya biarkan pemain mesin capit profesional melakukannya untuk kamu. (Ryn)
Baca Juga:
Buku 'Kissing the Coronavirus' Jadi Viral di Internet, Ada Apa?
Bagikan
Berita Terkait
Lagu “Tega” Rita Sugiarto Viral Lagi, Bagian Liriknya Dijadikan Tantangan Kreator TikTok
Lirik Lengkap "LOVE YOU LESS" dari Joji, Lagu Wajib Buat Korban Ghosting dan PHP
Viral di TikTok! Lagu ‘Die On This Hill’ Sienna Spiro, Ini Dia Liriknya
Viral Guru Dikeroyok Murid, DPR Soroti Etika dan Karakter Pendidikan
Kemhan Buka Suara soal BMW Berpelat Dinas yang Viral di Media Sosial
Lirik Lagu Jangan Tunggu Lama-lama, Dangdut Lawas yang Viral Lagi di TikTok
Lirik Bila Kau Tak di Sampingku Sheila On 7, Lagu Paling Melankolis yang Bikin Hati Terkikis
“In The End” Linkin Park Kembali Viral, Disebut Mirip Abyss Stranger Things
“Aku dan Hatiku”: Potret Dilema Cinta Anak Muda di Series Pernikahan Dini Gen Z
Viral Video Bantuan ke Sumatera Berupa Kotak Kosong, Begini Penjelasan TNI