MerahPutih.com - Ramai perbincangan pembelian sepatu bagi siswa sekolah rakyat mencapai Rp 700 ribu, membuat Menteri Sosial Saifullah Yusuf berencana melakukan audiensi dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Rencana kedatangan tersebut, untuk mendapatkan masukan mengenai pengadaan barang di Sekolah Rakyat.
"Saya yang minta waktu karena itu ada, katakanlah, menurut saya pendapat yang patut didengarkan dari KPK," kata Saifullah Yusuf.
Mensos menjelaskan, dalam pertemuan dengan KPK akan disampaikan seluruh data-data dan proses terkait pengadaan barang yang dilakukan untuk operasional Sekolah Rakyat, termasuk soal pengadaan sepatu bagi siswa Sekolah Rakyat yang sempat menjadi perbincangan di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga:
Viral Sepatu Sekolah Rakyat Capai Ratusan Ribu, Ini Klarifikasi Mensos Saifullah Yusuf
"Jadi, pendapatnya KPK sangat kami dengarkan dan kami akan tindak lanjuti untuk supaya lebih tahu," tuturnya.
Nasihat dan saran dari KPK itu diperlukan untuk memastikan proses pengadaan yang lebih baik.
Mengenai proses yang sudah berjalan, Mensos memastikan bahwa pengadaan untuk Sekolah Rakyat berjalan dengan transparan dan sesuai dengan ketentuan aturan perundang-undangan. Dengan penetapan harga barang dilakukan lewat survei pasar dan konsultasi terlebih dahulu.
Khusus untuk pengadaan sepatu sendiri, masing-masing siswa mendapatkan empat pasang sepatu terdiri dari sepatu harian, sepatu olahraga, sepatu Pakaian Dinas Harian (PDH), dan sepatu Pakaian Dinas Lapangan (PDL).
Berdasarkan data realisasi yang dipaparkan oleh Mensos pada Selasa (5/5), harga sepatu PDL siswa memiliki pagu Rp 700.000 dengan harga realisasi lelang sebesar Rp 640.000.
Sementara untuk sepatu harian jenjang SMP dan SMA, harga realisasi mencapai Rp 300.000 dari pagu Rp 500.000, dan jenjang SD sebesar Rp 250.000.