Merahputih.com - Pelatih Bayern Muenchen, Vincent Kompany, menuntut ketajaman lini serang lebih mematikan saat menjamu Real Madrid pada leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Allianz Arena.
Permintaan tersebut muncul usai sang raksasa Jerman menundukkan Real Madrid dengan skor 2-1 pada leg pertama di Stadion Bernabeu, Rabu dini hari WIB.
Meski meraih poin penuh, Kompany menilai efisiensi penyelesaian akhir tim masih perlu peningkatan signifikan untuk mengunci tiket semifinal.
Baca juga:
Dominasi Tanpa Ampun di Allianz Arena
Statistik resmi UEFA menunjukkan dominasi Bayern yang melepaskan 20 percobaan tembakan dengan enam di antaranya tepat sasaran.
Namun, skuad asuhan Kompany hanya mampu mengonversi dua peluang menjadi gol melalui aksi Luis Diaz (41') dan Harry Kane (46'). Kompany meyakini timnya memiliki kapasitas untuk mencetak gol lebih banyak di hadapan pendukung sendiri.
"Jika melihat peluang yang tim miliki, seharusnya itu memberi kepercayaan diri bahwa Bayern bisa mencetak lebih banyak gol. Itulah yang harus tim coba saat bermain di kandang," tegas Kompany melalui laman resmi klub.
Kemenangan di Madrid ini mencatatkan sejarah baru bagi Die Roten. Hasil tersebut merupakan kemenangan pertama Bayern dalam waktu normal pada fase gugur di Bernabeu sejak tahun 2001.
Keberhasilan ini menumbuhkan optimisme tinggi untuk mengulang kesuksesan musim 2011/2012 saat menyingkirkan Los Blancos.
Waspada Ledakan Balas Dendam Madrid
Meski unggul agregat, kapten Bayern Muenchen Manuel Neuer mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap waspada.
Gol balasan Kylian Mbappe pada menit ke-74 menjadi sinyal bahaya bahwa lini pertahanan Bayern tidak boleh lengah sedikit pun pada pertemuan kedua nanti. Neuer menekankan pentingnya organisasi permainan yang rapat untuk meredam serangan balik cepat lawan.
Baca juga:
Prediksi Susunan Pemain Barcelona vs Atletico Madrid: Ujian Berat Menuju Semifinal Liga Champions
"Tugas tim masih sangat berat. Real Madrid mempunyai beberapa pemain terbaik di dunia. Lawan sangat cepat, memiliki kemampuan menggiring bola yang bagus, dan penyelesaian akhir apik. Madrid sulit dibendung," ujar Neuer.
Kiper veteran berusia 40 tahun tersebut menginstruksikan skuad Bayern untuk tidak memberikan ruang dalam situasi satu lawan satu. Kedisiplinan posisi menjadi kunci utama jika Bayern ingin mempertahankan keunggulan dan melaju ke babak empat besar kompetisi tertinggi Eropa tersebut.