Video Terbaru Perlihatkan Kawanan Besar Burung di Dekat Bandara Muan sebelum Kecelakaan Tragis Jeju Air, Ukurannya Amat Besar

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 04 Januari 2025
 Video Terbaru Perlihatkan Kawanan Besar Burung di Dekat Bandara Muan sebelum Kecelakaan Tragis Jeju Air, Ukurannya Amat Besar

Pesawat Jeju Air jatuh di Bandara Muan Korea Selatan. Foto: Dok/Jeju Air

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - SBS News merilis rekaman eksklusif yang memberikan sudut pandang baru tentang kecelakaan tragis Jeju Air. Video tersebut diambil dari sudut yang sebelumnya belum pernah terlihat. Setelah melewati proses peningkatan kualitas dengan bantuan AI, video itu mengungkapkan sekawanan besar burung. Kawanan itu diperkirakan berukuran 10 kali lipat dari ukuran pesawat Boeing 737-800. Kawanan itulah yang bertabrakan dengan pesawat sesaat sebelum ledakan terjadi.

Seperti dilansir Allkpop, menara kontrol Bandara Muan mengeluarkan peringatan aktivitas burung kepada pesawat yang mendekat pada Minggu (29/12/2024) pukul 08.57. Peringatan itu biasanya diberikan ketika sekawanan besar atau burung besar terdeteksi dekat landasan pacu. Hanya dua menit kemudian, pilot Jeju Air mengirimkan tiga kali sinyal darurat Mayday, melaporkan kepada menara kontrol bahwa pesawat telah bertabrakan dengan sekawanan burung. Tabrakan tersebut diperkirakan terjadi antara pukul 08.57 dan 08.59.

Rekaman CCTV yang baru dianalisis dan ditingkatkan menggunakan kecerdasan buatan, menunjukkan objek gelap mirip awan yang mengelilingi pesawat.

"Sangat tidak mungkin bahwa objek tersebut ialah awan atau asap karena objek tersebut berubah bentuk dan terbang dengan bebas. Ini menunjukkan bahwa hampir pasti itu merupakan sekawanan besar burung,” kata Direktur Laboratorium Analisis Video Forensik Korea Selatan Hwang Min-goo mengomentari video tersebut.

Baca juga:

Sobekan Manual Ditemukan di Lokasi Kecelakaan Jeju Air, Siratkan Kepanikan dan Upaya Putus Asa Pilot



Rekaman tersebut lebih lanjut mengungkapkan bahwa sebagian dari kawanan burung menyebar di depan jalur pesawat sebelum berkumpul kembali setelah tabrakan. "Sekelompok kecil burung tidak akan tampak segelap dan serapat ini. Harus ada sejumlah besar burung untuk membentuk massa sebesar itu. Mengingat ukuran kawanan jika dibandingkan dengan pesawat, amat mungkin ratusan burung terbang menuju pesawat tersebut,” imbuhnya.



Menurut Direktur Min-goo, formasi tersebut menyerupai bentuk ular, membentang ratusan meter. Diduga, kawanan tersebut cukup besar sehingga sejumlah besar burung tersedot ke kedua mesin pesawat, menyebabkan kegagalan total mesin.

Ahli keselamatan penerbangan Kwon Bo-heon dari Universitas Far East mengatakan, ketika tabrakan terjadi, kapten mungkin segera melaporkan serangan burung dan kopilot akan menyatakan keadaan darurat dengan panggilan 'Mayday'.

Insiden tragis Jeju Air terjadi saat pesawat mencoba mendarat di Bandara Internasional Muan setelah berangkat dari Bangkok, Tahiland. Kecelakaan itu menewaskan 179 penumpang. Hanya dua anggota kru yang selamat. Komunitas penerbangan dan bangsa masih berduka atas kehilangan ini.(dwi)

Baca juga:

Video Momen Terakhir Pilot Jeju Air Beredar Daring, Berusaha hingga Akhir

#Korea Selatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Nama Pelatih Persija Shin Tae-yong Terancam Dicopot dari Fasilitas Publik di Yeongdeok, Ada Apa?
Nama Shin Tae-yong di Taman Sepak Bola Shin Tae-yong, Yeongdeok, Korea Selatan, terancam diubah setelah muncul permintaan peninjauan menyusul sanksi KFA.
Frengky Aruan - Kamis, 24 September 2026
Nama Pelatih Persija Shin Tae-yong Terancam Dicopot dari Fasilitas Publik di Yeongdeok, Ada Apa?
ShowBiz
Calo Tiket BTS Mendadak Tajir Hasilkan Rp 30 Miliar, Beli Apartemen dan Dua Properti Komersial
Sang calo membeli 8.967 tiket pertunjukan dan acara olahraga populer pada September 2018 hingga April tahun ini.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Calo Tiket BTS Mendadak Tajir Hasilkan Rp 30 Miliar, Beli Apartemen dan Dua Properti Komersial
Dunia
Remaja China Ditangkap di Jeju, Sadap Komunikasi Menara Kontrol Bandara
Remaja itu membawa perangkat radio yang diduga digunakan untuk mendengarkan komunikasi penerbangan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Remaja China Ditangkap di Jeju, Sadap Komunikasi Menara Kontrol Bandara
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Lifestyle
JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal
Halal Pavilion kembali hadir dalam JIPREMIUM 2026 dengan menghadirkan produk-produk asal Korea Selatan, termasuk makeup yang telah tesertifikasi halal.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal
Indonesia
Kapal Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Kapal tunda terbalik di Busan, Korea Selatan, menewaskan satu awak. Dua ABK WNI ikut jadi korban, satu selamat, satu masih hilang.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Kapal  Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kasus ini mendorong Korea Selatan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Olahraga
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Shin Tae-yong terseret kasus dugaan kekerasan terhadap pemain saat masih menangani Ulsan HD pada musim lalu.
Frengky Aruan - Jumat, 24 Juli 2026
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Indonesia
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Kabar mengenai seorang WNI berinisial F asal Madiun, Jawa Timur yang diduga kabur dalam perjalanan tur di Korea Selatan menjadi sorotan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Bagikan