MerahPutih.com - Vatikan Roma memutuskan ibadah 'Tri Hari Suci' dan Malam Paskah akan digelar tanpa kehadiran umat di Gereja. Meski demikian, rangkaian ibadah Misa Paskah di Basilika Vatikan Roma tetap akan dipimpin langsung Bapa Suci Paus Fransiskus .
Kebijakan ini diambil Vatikan untuk mencegah penyebaran jenis baru virus corona (COVID-19) yang sudah mewabah di Italia. Umumnya ibadah Pekan Suci dan Paskah dihadiri puluhan ribu orang setiap tahunnya. Kebijakan pembatasan umat itu menjadi yang pertama kali dilakukan Otoritas Vatikan.
Meski demikian, Otoritas Vatikan tengah mempelajari peluang menggelar misa untuk kalangan terbatas di St. Peter's Basilica dan Sistine Chapel. Nantinya, jemaat yang diperbolehkan hadir hanya perwakilan dari kelompok-kelompok masyarakat dan keagamaan.
Baca Juga:
Wilayah di Italia Bagaikan Kota Mati Akibat Wabah Virus Corona
Dilansir dari laman resmi Kepausan vaticannews.va, Rabu (18/3), misa Pekan Suci mulai dari Minggu Palma (5/4), Kamis Suci (12/4), Jumat Agung (13/4) dan Sabtu Malam Paskah (14/4) akan berlangsung tanpa jemaat dan hanya dapat diakses lewat siaran langsung via televisi dan internet.
Aturan pembatasan yang sama untuk misa harian dan mingguan di lingkungan Takhta Suci Roma hingga selesai massa PraPaskah pada 12 April Mendatang. Massa Kebijakan pembatasan pertemuan antara Paus dengan jemaat juga diperpanjang setelah sebelumnya hanya dibuat sampai hari ini Rabu 18 Maret.
Baca Juga:
Rangkaian ibadah satu minggu pada Pekan Suci, yang diawali Minggu Palma dan diakhiri dengan Hari Paskah, merupakan hari raya umat Katolik Roma yang memiliki 1,3 miliar anggota jemaat di dunia.
Acara penting lainnya dalam Pekan Suci adalah prosesi Jalan Salib pada Jumat Agung yang digelar di sekitar Koloseum kuno Roma. Acara utama adalah Misa Minggu Paskah disertai berkat tahunan “Urbi et Orbi” dan pesan Paus dari balkon Lapangan Santo Petrus.
Untuk perayaan misa Pekan Suci dan Malam Paskah bagi gereja-gereja di seluruh dunia, Vatikan memberikan imbauan untuk mengutamakan keselamatan umat. Meski tidak mewajibkan aturan yang sama, Bapa Suci memerintahkan Uskup Katolik di seluruh dunia berdoa memutuskan langkah terbaik untuk mengatasi pandemi Covid-19 di keuskupan masing-masing dan memberikan bimbingan kepada umat. (New)
Baca Juga:
Kasus Virus Corona Hampir Sentuh 100 Ribu, Tingkat Kematian Tertinggi di Italia