Merahputih.com - Rumput hijau di Estadio Santiago Bernabeu bersiap menjadi saksi bisu bentrokan dua raksasa Eropa Real Madrid dan Manchester City.
Aroma persaingan tajam tercium dari lorong stadion, mempertemukan ambisi besar Real Madrid dan kecerdikan taktik Manchester City pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Ribuan pasang mata kini tertuju pada Madrid, menanti drama lapangan hijau kasta tertinggi Benua Biru.
Baca juga:
Cesc Fabregas Masuk Radar Pelatih Baru Real Madrid, Pengkhianatan Terindah Bagi Barcelona?
Benteng Mental El Real
Gelandang Real Madrid yang juga kapten tim, Federico Valverde menegaskan seluruh skuad harus mencapai level kesiapan fisik dan mental tertinggi.
Kemenangan atas Celta Vigo dalam kompetisi domestik menjadi modal kepercayaan diri skuad asuhan Alvaro Arbeloa.
"Kami perlu siap secara fisik dan, terpenting, mental," ujar Valverde melalui laman resmi klub.
Pemain asal Uruguay tersebut menilai duel kontra Manchester City merupakan ajang paling dinanti publik sepak bola dunia. Dukungan penuh suporter di tribun penonton dianggap menjadi kunci utama meraih hasil positif.
"Kami membutuhkan suporter. Setiap pemain mendapat kesempatan bermain harus berusaha memberikan terbaik. Saya percaya kami meraih hasil luar biasa," tambah Valverde penuh optimisme.
Siasat Rotasi Pep Guardiola
Berpindah ke kubu lawan, manajer Manchester City Pep Guardiola menyiapkan strategi rotasi pemain guna menjaga kebugaran tim.
Jadwal kompetisi padat memaksa juru taktik asal Spanyol tersebut memutar otak agar kondisi anak asuhnya tetap prima saat berlaga di tanah Spanyol.
"Ketika semua pemain dalam kondisi fit, lebih baik melakukan rotasi untuk memberikan tenaga serta pikiran segar," ungkap Guardiola kepada media.
Baca juga:
Kemenangan 3-1 atas Newcastle United dalam ajang Piala FA menjadi cermin identitas permainan menyerang The Citizens. Guardiola berjanji tetap menerapkan filosofi ofensif demi membawa pulang hasil maksimal dari kandang lawan.
"Kami harus bermain sesuai visi serta kemampuan untuk mencapai tahap akhir. Saya ingin berada di babak selanjutnya, satu-satunya kesempatan adalah menjadi diri sendiri," pungkas pelatih berkepala plontos tersebut.