MerahPutih.com - Piala Dunia 2026 segera bergulir. Diawali dengan upacara pembukaan di Meksiko, yang kemudian diikuti Kanada, dan Amerika Serikat.
Upacara pembukaan di Meksiko akan dihelat di Meksiko City, tepatnya Stadion Azteca Jumat (12/6) pukul 00.30 WIB atau 90 menit sebelum pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Meksiko dengan Afrika Selatan.
Penyelenggaraan upacara pembukaan berpotensi mendapat tantangan. Dilaporkan Record Meksiko, beberapa jam sebelum pembukaan dan laga Piala Dunia di Stadion Azteca, demonstrasi besar terjadi.
Demonstrasi dilakukan kelompok kerabat orang hilang, yang melakukan aksi menuju Stadio Azteca. Mereka berdemonstrasi untuk menyoroti krisis orang hilang yang dihadapi Meksiko.
Baca juga:
Gianni Infantino Tanggapi Kritik Piala Dunia 2026, Sebut FIFA tak Bisa Berbuat Lebih Banyak
Pergerakan dinamai dengan Iluminemos la búsqueda atau Mari Kita Terangi Pencarian, menyatukan anggota keluarga dan organisasi dari setidaknya sepuluh negara bagian.
“Para peserta berusaha bergerak maju secara damai menuju jembatan di dekat stadion. Namun, mereka melaporkan bahwa pihak berwenang memblokir jalan mereka dengan operasi pengamanan,” tulis media tersebut.
Meksiko memang menghadapi salah satu krisis orang hilang (desaparecidos) terbesar di dunia. Data menunjukkan lebih dari 130.000 orang tercatat hilang atau belum ditemukan. Sebagian besar terjadi sejak 2006, ketika perang melawan kartel narkoba meningkat.
Demonstrasi Tidak Bertujuan Mengganggu Piala Dunia
Media Meksiko menjelaskan bahwa demonstrasi dilakukan tidak bertujuan untuk mengganggu. Mereka hanya ingin memanfaat perhatian publik dunia terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026, termasuk di Meksiko.
“Terlepas dari blokade tersebut, para pengunjuk rasa menegaskan kembali bahwa tujuan mereka bukanlah untuk mencegah turnamen internasional berlangsung, tetapi untuk memanfaatkan perhatian global yang dihasilkan oleh acara tersebut guna menyampaikan tuntutan mereka dan meminta tanggapan dari pihak berwenang." (*)