Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

#DiRumahAja, Daftar ke Perguruan Tinggi Lokal via Aplikasi Mobile

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 18 April 2020
#DiRumahAja, Daftar ke Perguruan Tinggi Lokal via Aplikasi Mobile

Mendaftar kuliah di masa pandemi bisa dilakukan lewat aplikasi mobile. (foto: pixabay/sasint)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

WABAH COVID-19 membawa dampak pada semua sektor, tak terkecuali dunia edukasi di Indonesia. Setelah menghadapi tantangan belajar dari rumah, kini para siswa--khususnya siswa SMA--dihadapkan pada tantangan mendaftar ke perguruan tinggi. Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah sudah pasti membuat siswa SMA tidak bisa mendaftar langsung ke perguruan tinggi yang diminati.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah lulusan SMA dan SMK yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi masih di bawah 60% setiap tahun. Tahun ini, pandemi yang melanda bisa membuat jumlah mahasiswa baru menurun. Hal tersebut diakui Jaya Suteja, perwakilan penerimaan mahasiswa baru di Universitas Surabaya (UBAYA). Ia menjelaskan bahwa akses perguruan tinggi untuk siswa-siswi yang diwajibkan tinggal di rumah menjadi terkendala.

BACA JUGA: Tips Aman Menggunakan Aplikasi Zoom

Menurutnya, ada dua kendala yang dialami pendaftar. Pertama, akses informasi dan konsultasi yang kurang seputar perguruan tinggi yang diminati. Hal itu disebabkan berhentinya acara sekolah, seperti pameran pendidikan. Kedua, sulitnya melengkapi dokumen sebagai syarat pendaftaran mahasiswa baru. "Apalagi di tengah PSBB, siswa kesulitan dalam mengirimkan rapor secara langsung,” ungkap Jaya Suteja dalam rilis yang diterima Merahputih.com.

Di lain sisi, keberlangsungan jenjang pendidikan sangat krusial. “Penting bagi lulusan SMA atau sederajat melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Dengan begitu, generasi muda tetap meraih karier di masa depan yang lebih baik, sekalipun saat ini sedang dihadapkan dengan bencana nasional pandemi COVID-19,” ujar Gunardi Lie, Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara.

gokampus
GoKampus memungkinkan siswa mendaftar ke perguruan tinggi yang diminati dari rumah saja. (foto: istimewa)

Sebagai solusi untuk hal itu, sejumlah universitas telah meluncurkan solusi pendaftaran kuliah instan lewat aplikasi mobile. Universitas Tarumanegara (Untar), UBAYA, dan 150 kampus lainnya mengambil inisiatif mentransformasikan sistem pendaftaran memakai aplikasi mobile goKampus yang lebih mudah dan nyaman bagi calon mahasiswa.

GoKampus (GK) adalah aplikasi mobile all-in-one yang menyediakan solusi digital untuk kebutuhan siswa di perguruan tinggi. Mulai dari mendaftar ke universitas dalam satu langkah mudah, mendapat instant approval dari proses penerimaan mahasiswa baru, mendapat beasiswa, dana pinjaman pendidikan, kesempatan magang serta kebutuhan perkuliahan lainnya yang dapat diraih dalam satu genggaman.

Dengan goKampus, mahasiswa baru dari UNTAR dan UBAYA bisa mendaftar, mengelola status kemahasiswaan, sampai berkesempatan mendapatkan dana pendidikan yang membantu meringankan biaya kuliah. Kemudahan bagi siswa pun mulai terasa. Siswa cukup mengunggah atau mengambil foto rapor, lalu akan diverifikasi melalui sistem goKampus. Siswa yang belum memiliki foto cetak 3x4 juga bisa mendaftar dengan menggunakan swafoto dari ponsel. Semua hal itu dapat dilakukan secara instan lewat aplikasi mobile goKampus.

BACA JUGA: Bisakah Pakaian dan Sepatu Menghantarkan virus Corona?

Gunardi mengatakan tahun 2020 merupakan tahun yang unik bagi penyelenggara perguruan tinggi. Universitas dituntut beradaptasi dan harus tetap menjamin kelangsungan pendidikan di tengah pandemi COVID-19 yang mendunia. “Oleh karena itu, bagi generasi muda sebagai generasi Z yang selalu menghabiskan waktu dengan gadgetnya, pendaftaran mahasiswa baru melalui aplikasi mobile merupakan satu-satunya solusi yang dapat dilakukan. Kerja sama dengan tim goKampus dapat menyediakan solusi tersebut dan dalam waktu yang sangat cepat merespons kebutuhan generasi Z,” imbuhnya.

Selain untuk mendaftar, aplikasi goKampus juga dilengkapi fitur tambahan, yakni Instant Approval. Fitur yang diluncurkan berbagai universitas bersama goKampus itu memungkinkan calon mahasiswa mendaftar dengan hanya mengunggah rapor di aplikasi mobile, lalu langsung menerima keputusan penerimaan dari universitas melalui aplikasi goKampus dalam waktu 1 jam. Berbeda dengan cara biasa yang butuh waktu tunggu berminggu-minggu.

Fitur Instant Approval juga memberikan manfaat tambahan, yakni biaya pendaftaran gratis. Dengan begitu, calon mahasiswa tidak lagi diwajibkan membayar formulir pendaftaran untuk setiap submisi. “Sistem Instant Approval ini merupakan transformasi digital yang konkret untuk pendaftaran kuliah paling cepat dan paling murah di Indonesia,” kata CEO goKampus Nathanael Santoso.

Inisiatif goKampus ini memungkinkan semua siswa lulusan SMA/SMK mendapatkan akses perkuliahaan dengan aplikasi mobile. Lewat goKampus, siswa bisa mendapatkan layanan perkuliahan digital mulai dari pendaftaran banyak universitas hanya dalam satu kali proses, mendapat beasiswa, mengurus kegiatan kampus, sampai mendapat magang dan kerja setelah lulus kuliah.

gokampus
Siswa dimudahkan untuk mendaftar. (foto: istimewa)

Selain Untar dan UBAYA, goKampus juga telah bekerja sama dengan lebih dari 150 kampus lainnya di Indonesia. “Dengan merangkul solusi teknologi dengan goKampus, pihak universitas juga ikut mendukung program pemerintah untuk mengurangi risiko penularan virus Corona, sebab semua proses, baik dari sisi siswa maupun universitas, dapat dilakukan secara mobile tanpa kontak fisik,” jelas Nathanael.

Secara total, sudah lebih dari 140 ribu siswa yang menggunakan fitur goKampus untuk berbagai keperluan kemahasiswaan. Fitur Instant Approval mendapat sambutan hangat di masa pandemi. Hingga kini, sudah lebih dari 4.000 siswa mendaftar kuliah menggunakan fitur Instant Approval lewat goKampus.

Kamu dapat mengakses goKampus baik melalui situs desktop maupun aplikasi Android dan iOS.(*)

BACA JUGA: Akibat Pandemi COVID-19, Facebook Batalkan Seluruh Event Hingga Juni 2021

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan