Twitter Siap Tuntut Elon Musk
Twitter menggandeng firma hukum. (Foto: Unsplash/Joshua Hoehne)
SETELAH menarik perjanjian untuk membeli Twitter, perusahaan tersebut kini menggandeng firma hukum di AS, Wachtell, Lipton, Rosen & Katz untuk menuntut Elon Musk. Twitter menuntut agar Musk menyelesaikan akuisisi senilai USD 44 miliar atau sekitar Rp 658 triliun.
Mengutip laman ANTARA, Senin (11/7), kabar ini tersiar dari seorang sumber yang mengetahuinya pekan ini. Twitter akan mengajukan berkas ke pengadilan di Delaware dalam pekan ini. Wachtell, Lipton, Rosen & Katz memperkuat tim hukum Twitter, yang saat ini terdiri dari Simpson Thacher and Bartlett LLP dan Wilson Sonsini Goodrich and Rosati.
Twitter menolak berkomentar atas isu ini. Sementara firma hukum itu belum menanggapi pertanyaan Reuters.
Baca juga:
CEO Tesla itu mengumumkan mundur dari pembelian Twitter karena platform media sosial tersebut gagal memberikan informasi soal jumlah akun palsu. Pelanggaran lainnya adalah Twitter melakukan 'pelanggaran material' terhadap perjanjian mereka dan telah membuat pernyataan 'palsu dan menyesatkan' selama negosiasi.
"Selama hampir dua bulan, Tuan Musk telah mencari data dan informasi yang diperlukan untuk 'membuat penilaian independen tentang prevalensi akun palsu atau spam di platform Twitter'. Twitter telah gagal atau menolak untuk memberikan informasi ini," kata tim hukum Musk.
Tim Musk juga mengklaim bahwa Twitter melanggar perjanjian mereka ketika memecat dua pejabat eksekutif, memberhentikan sebagian dari tim akuisisi bakat, dan melembagakan pembekuan perekrutan selama beberapa bulan terakhir karena perusahaan tidak meminta izin untuk menyimpang dari cara bisnisnya yang biasa.
Baca juga:
Twitter Luncurkan Shop Module, Fitur Belanja Langsung dari Aplikasi
Ketua Dewan Twitter Bret Taylor secara terang-terangan melalui media sosial menyatakan mereka akan menempuh langkah hukum. Wachtell, Lipton, Rosen & Katz pernah menjadi penasihat hukum Musk ketika ia ingin menjadikan Tesla sebagai perusahaan tertutup pada 2019. Saat itu, Musk mengaku sudah mendapatkan dana sebesar USD 72 miliar atau sekitar Rp 1.077 triliun untuk menjadikan Tesla sebagai perusahaan tertutup.
Twitter telah berusaha keras untuk menunjukkan kepatuhan terhadap permintaan Musk. Pada awal Juni, perusahaan membuka akses "firehose" ke layanannya sehingga Musk dapat menerima dan menganalisis setiap cicitan yang diunggah. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Bocoran Spesifikasi OPPO Find X9s Terungkap, Punya 2 Kamera 200MP dan Baterai 7.000 mAh
Jadi HP Lipat Pertama di 2026, OPPO Find N6 Bawa Kamera 200MP dan Baterai 6.000 mAh
OPPO Reno 15 Hadir dengan Sentuhan Baru, Bakal Punya Varian Warna Starry Pink
Vivo X300 Ultra Sudah Dapat Sertifikasi EEC, Sinyal Peluncuran Makin Dekat?
Xiaomi 17 Ultra Sudah Raih Sertifikasi Global, Siap Meluncur Lewat Baterai 6.000mAh
Rilis Sebentar Lagi, Spesifikasi OPPO Reno 15, Reno 15 Pro, dan Reno 15 Pro Mini Terungkap
OPPO Find X9 Ultra Dipastikan Bawa Kamera Ganda 200MP, Meluncur Tahun Depan!
Apple Mulai Bingung, Terpaksa Minta Samsung Jadi Pemasok Memori iPhone 18
Bikin Penggemar Kecewa, Samsung Galaxy S26 Edge Batal Meluncur
OPPO Reno 15 Series Segera Meluncur di Indonesia, Berikut Spesifikasi Lengkapnya